
"heeeiii nyonya...." Harold mengibaskan tangannya didepan Luna untuk menyadarkan Luna dari lamunan nya.
"oh maaf tuan,, terimakasih untuk tawarannya" ucap Luna.
"tapi saya bawa mobil sendiri jadi tidak perlu di antar,, sekali lagi terimakasih." lanjut Luna Sambil masuk ke dalam mobil nya.
Setelah mobil Luna menjauh, Harold tersenyum menatapnya, baru kali ini ada wanita yang menolak tawarannya. Setelahnya Harold pun meninggalkan area sekolah sang putra.
Hari terus berganti Harold menjadi lebih sering menjemput Rayhan kesekolah nya sekalian untuk bertemu Luna. ya mereka memang sering bertemu disekolah anak-anak tapi tidak ada pembicaraan apapun,, Harold laki-laki yang memiliki gengsi ditambah Luna yang memang cuek. Dan disinilah mereka sekarang, di sebuah restoran yang tidak jauh dari lokasi sekolah. Tadi ketika menjemput sang putra Harold mengajak mereka semua untuk makan siang bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing.
"ga terasa yaa sebentar lagi liburan sekolah." ucap Rio memecah keheningan yang di balas anggukan oleh Leon.
"bagaimana kalau kita buat acara liburan bersama??" tanya Rayhan dengan antusias.
"waaahhh boleh tuh pasti seru." Sambung Rio lagi. Ketiga bocah itu mulai merencanakan liburan mereka, sedangkan Harold dan Luna hanya bisa menyimak saja.
"bagaimana dad?? boleh kan??" tanya Rayhan pada Harold,, ia memandang sang daddy dengan penuh harapan.
"tentu saja boleh son,, itu pasti menyenangkan." sahut Harold.
"boleh kan Bun??" kali ini Rio yang bertanya pada Luna.
__ADS_1
Luna tampak berpikir "akan bunda usahakan yaa sayang ...." jawab Luna agak ragu, pasalnya ia masih memiliki pekerjaan yang harus ia selesaikan.
"bunda kan bisa menulis novelnya disana sambil kita berlibur." pinta Rio,, Leon dan Rayhan pun ikut menatap Luna penuh harapan yang membuat Luna tidak dapat menolaknya.
"baiklah,, liburan kalian 2minggu dan kita bisa berlibur hanya 1minggu. oke??" putus Luna. Mereka bertiga bersorak kegirangan,, tak apa hanya seminggu dari pada tidak sama sekali, itulah yang ada dalam pikiran mereka.
Setelah selesai makan siang mereka kembali kerumah masing-masing. Dalam perjalanan Harold dan Rayhan,, "memangnya apa pekerjaan bunda Luna son??" tanya Harold tiba-tiba.
"bunda itu penulis dad." jawab Rayhan yang dibalas oh ria oleh Harold.
"tumben Daddy menanyakan bunda,, ada apa?" Rayhan memicingkan matanya, menatap Harold penuh curiga.
"tidak ada apa-apa son, Daddy hanya ingin tahu saja." jawab Harold sambil menoleh kearah sang putra.
Disisi rumah Luna,, tepatnya di meja kerja Luna. yaa setelah sampai dirumah Luna langsung menuju ke kamarnya, langsung duduk di depan laptopnya. "liburan anak-anak 2minggu lagi,, aku harap karya ku ini dapat selesai sebelum liburan." ucap Luna pada dirinya sendiri. Ditengah kesibukan Luna terdengar suara pintu di ketuk.
"Bun boleh aku masuk??" tanya seseorang dari balik pintu.
"masuklah le." jawab Luna. Ternyata Leon lah yang mengetuk pintu lalu ia masuk dan duduk di sofa yang terdapat di dalam kamar Luna.
"ada apa le??" tanya Luna yang masih fokus pada laptopnya.
__ADS_1
"tidak ada apa-apa Bun,, hanya ingin mengobrol saja. apa bunda sibuk??" tanya Leon.
Luna langsung menutup laptopnya dan berpindah duduk disebelah Leon. pasalnya ia tahu Leon bukan lah anak yang selalu bercerita apa yang ia rasakan, Leon lebih memilih memendamnya sendiri dan ketika Leon bilang mau mengobrol pastilah Leon sudah tidak bisa menahan apa yang ia rasakan atau ingin ia tanyakan pada sang bunda.
"ada apa le??" tanya Luna ketika sudah duduk di samping Leon sambil mengusap sayang Kepalanya.
"apa bunda baik-baik saja??"
"bunda baik sayang, bahkan sangat baik." jawab Luna.
"apa bunda lelah??" tanya nya lagi .
"hanya sedikit, ada apa sebenarnya??" tanya Luna penasaran.
"aku tau bunda semalam pasti telat tidur karena pekerjaan." jawab Leon.
"jika kita memang tidak bisa berlibur, kita tidak perlu pergi Bun. aku tidak ingin Bunda kelelahan hanya karena akan pergi berlibur."
"urusan Rio biar nanti aku yang menjelaskannya." sambung nya lagi.
"tidak le,, kalian adalah kebahagiaan bunda. lagi pula apa salahnya jika kita sesekali berlibur?? iyakan??" Luna tersenyum. Ia tidak menyangka jika Leon akan memiliki pemikiran dewasa seperti ini. biasa nya anak seumuran Leon masih lebih memikirkan berlibur dari pada apapun.
__ADS_1
"kamu tenang saja ya... lagi pula pekerjaan bunda tinggal sedikit lagi kok " bohong Luna sambil tersenyum.
"aku sayang bunda,, aku tidak mau bunda terbebani hanya karena permintaanku dan juga Rio." Leon memeluk Luna membuat luna tersenyum dan membalas pelukannya.