Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 37


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu, hari dimana mereka semua akan berlibur bersama. Rayhan mengajak mereka semua ke villa milik sang daddy yang berada di dekat pantai. Rayhan, Rio dan Leon sedang asik bercanda di kursi belakang mobil berbeda dengan Luna dan Harold yang duduk bersebelahan di kursi depan, Harold memutuskan mengemudi sendiri tanpa menggunakan supir.


"aku senang kita bisa berlibur bersama." ucap Rayhan tiba-tiba,


"pasti nanti seru" sahut Rio.


"ingat ya... kalian tidak boleh nakal" Luna memperingati mereka.


Ketiga bocah itu terus bercanda dan sesekali mengobrol dengan Luna, membuat Harold tersenyum memperhatikan interaksi antara putranya dengan Luna melalui kaca spion.


"ini sudah waktunya makan siang,, kita mampir dulu yaa ke restoran." ucap Harold.


"memang masih jauh ya dad??" tanya Rio.


"sekitar setengah jam lagi kita sampai, kenapa??" Harold balik bertanya.

__ADS_1


"bolehkah kita sampai di villa dulu dad?? aku rindu masakan bunda." ucap Rayhan.


"loh kasian bunda dong son,, masa baru sampai sudah disuruh masak??" tanya Harold. "lebih baik sekarang kita makan di restoran dulu,, nanti malam baru minta bunda untuk memasak." lanjutnya lagi yang disetujui oleh ketiga bocah itu.


Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan menuju villa.


"nanti setelah sampai, kalian istirahat dulu yaa... nanti sore baru main." ucap Luna.


"taapiii Bun......" ucap Rayhan, Rio dan Leon bersamaan.


Dan sampailah mereka di villa tersebut,, villa yang sejuk dengan pemandangan laut yang sangat indah membuat mata yang memandangnya menjadi damai. "ayo kita istirahat dulu." ucap Harold.


"kalian bisa pilih kamar masing-masing" lanjutnya lagi.


"kami akan satu kamar dad" jawab Rio yang disetujui oleh Leon dan Rayhan. Setelah mengantarkan anak-anak ke kamar mereka, Harold menuju kamar yang biasa ia tempati ketika berkunjung ke villa itu dan Luna memilih kamar disebelah kamar anak-anak.

__ADS_1


"aku kembali kesini setelah sekian lama." ucap Harold ketika berada didalam kamarnya. Ia langsung menuju ke balkon untuk menghirup udara segar,, memandang langit-langit yang cerah mengingat mendiang sang istri. Pasalnya terakhir kali ia ke villa itu bersama mendiang sang istri dan juga Rayhan yang masih kecil, sebelum kecelakaan itu terjadi. "aku kembali kesini dengan wanita lain setelah kepergianmu sayang.... aku harap kamu tidak marah padaku " lanjutnya lagi.


Seperti yang di ucapkan Luna,, sore harinya mereka bermain di pantai. Harold dan anak-anak pergi ke pantai duluan, sedangkan Luna menyiapkan cemilan untuk mereka semua. Ketika keluar dari villa, Luna melihat pemandangan yang menyejukkan hatinya. Ia melihat kedua anaknya bermain dan tertawa bahagia bersama Harold dan Rayhan. Sudah lama Luna tidak melihat anak-anaknya tertawa lepas seperti itu, apalagi Leon yang semakin tertutup setelah perceraian kedua orang tuanya. Kini ia melihat Leon kembali ceria, setelah menghapus air matanya Luna menghampiri mereka semua. "ini bunda buatkan cake untuk kalian." ucap Luna setelah berada didekat mereka, Luna menggelar kain untuk mereka duduk dan menyiapkan yang ia bawa.


"horee buatan bunda.... pasti enak." Rayhan bersorak kegirangan.


"Daddy harus coba ini,, bunda tidak pernah salah jika membuatkan makanan." lanjutnya lagi. Harold tampak tersenyum, Luna menyiapkan cake untuk mereka semua.


"silahkan di cicipi tuan" ucap Luna sambil memberi sepotong kue pada Harold.


"terimakasih." "dan bisakah kamu tidak memanggil ku tuan??" tanya Harold.


"aku bukan tuanmu, kamu bisa memanggilku Harold saja" sambungnya lagi.


"maaf, sepertinya umurmu lebih tua dari ku dan aku tidak terbiasa memanggil yang lebih tua hanya dengan nama saja " jawab Luna.

__ADS_1


"baiklah,, kamu bisa memanggilku Abang jika begitu." putus Harold yang dibalas anggukan oleh Luna. Setelah pembicara singkat itu Harold dan Luna tidak saling bicara lagi. mereka fokus pada anak-anak.


__ADS_2