
Sesampainya mereka di restoran, mereka langsung menuju ruangan VIP yang telah dipesan oleh Roki. Setelah pesanan mereka datang, mereka makan dalam diam, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu sampai pada akhirnya.
"aku ingin menginap dirumah bunda" Rayhan membuka pembicaraan.
Harold langsung menatap kaget, Harold pikir Rayhan sudah tidak marah lagi padanya tapi ternyata ia salah, Rayhan masih tetap kekeuh ingin bersama Luna. "besok kamu masih sekolah son" bujuk Harold..
"Paman Roki bisa mengantarkan kebutuhan sekolah ku besok ke rumah Bunda,, bisakan paman??" Rayhan langsung menatap Roki meminta persetujuan nya.
"i---iya... bisa tuan muda." jawab nya gugup, bagaimana tidak gugup?? Roki takut ia salah menjawab pasalnya kondisi sekarang yang sedang tidak baik-baik saja antara Harold dan Rayhan. Sontak Harold langsung menatap tajam Roki.
"coba kamu tanyakan dulu pada ibu Luna,, dia keberatan atau tidak jika kamu menginap dirumah nya." sambung Harold lagi.
"bukan ibu tapi BUNDA!!!!" Rayhan menekan kata bunda agar Harold mengerti arti Luna untuk nya .
__ADS_1
"lagipula bunda tidak mungkin menolak ku,, iyakan bunda???" Rayhan menatap Luna penuh harapan.
"iya sayang... kamu boleh menginap kapanpun tapi alangkah lebih baik nya sekarang kamu memperbaiki dulu hubungan dengan Daddy kamu??" Luna mencoba memberi pengertian pada Rayhan.
"tolong bunda.... malam ini saja,, aku ingin menenangkan diri dulu." Rayhan terus memohon.
Luna yang tidak tega langsung menatap Harold,, ia meminta persetujuan Harold melalui kontak mata. Harold yang tidak tega melihat Rayhan pun langsung menganggukkan kepala nya pertanda bahwa ia setuju.
"baiklah malam ini kamu boleh tidur dengan Rio dan Leon." ucap Luna dengan senyuman.
"tapi tolong jangan beritahu Rayhan soal ini." sambung nya lagi.
"baiklah,, besok pagi selepas mengantar anak-anak kesekolah aku akan menemui mu di cafe dekat sekolah." putus Luna
__ADS_1
"baiklah,, aku titip Rayhan dan maaf sebelumnya telah banyak merepotkan mu." ucap Harold.
"tidak masalah,, aku permisi dulu." pamit Luna.
Mereka pun berpisah di depan restoran. Sepanjang perjalanan Harold masih terus berpikir bagaimana cara nya membujuk Rayhan?? apakah Luna yang memaksa Rayhan agar bersikap seperti itu?? tapi jika dilihat,, tidak mungkin juga anak sekecil Rayhan bisa berbohong sebegitu besarnya.
Sesampainya Luna, Rio, Leon dan Rayhan dirumah Luna. "kalian masuk kamar, bersihkan diri dan langsung istirahat yaa...." ucap Luna. "dan untuk Rayhan,, bunda mohon jangan memikirkan hal yang tidak-tidak... yang perlu kamu pikirkan hanyalah tentang sekolah. oke??" sambung Luna sambil mengusap sayang kepala Rayhan.
"terimakasih bunda... terimakasih untuk segalanya." Rayhan langsung memeluk Luna dan pecah lagi tangis nya.
"apapun yang terjadi bunda sudah menganggap Rayhan seperti anak bunda sendiri,, Rayhan tidak perlu sedih yaaa...." Luna membalas pelukan Rayhan. Rio dan Leon hanya dapat menatap nya dengan iba.
"bunda sama Rayhan pelukan terus, udh kaya Teletubbies aja" ejek Rio mencairkan suasana.
__ADS_1
"iri boss.... bilang aja,, bleeewww" Rayhan membalas ejekan Rio. Cair sudah suasana nya,, Rayhan sudah dapat tertawa lagi berkat Rio.
Setelah saling mengejek, Luna menyuruh mereka untuk masuk kamar dan segera beristirahat karena besok mereka harus kembali ke sekolah.. Luna menatap ketiga bocah itu yang sedang menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Luna masih bingung dengan permintaan Rayhan tadi,, apakah ia harus benar-benar menjadi ibu sambung Rayhan ?? apakah ia bisa membuka hatinya lagi untuk seorang laki-laki??