
Setelah sampai dirumah, Harold mengendong Rayhan ke kamar nya dan meletakkan bocah itu dengan perlahan dikasur empuknya. Setelah menyelimuti tubuh Rayhan dengan selimut dan memastikan Rayhan tidur dengan nyaman, Harold langsung berlalu masuk kedalam kamar nya. Ketika sampai didalam kamar ia langsung memandang foto pernikahan nya dengan mendiang sang istri, menatap lekat foto itu sambil berkata "sayang aku merindukan mu. saat ini aku sedang bingung sayang, apa aku harus membuka hatiku untuk wanita lain? bagaimana menurutmu? apa kau akan marah jika aku memberikan ibu pengganti untuk anak kita? apa yang harus lakukan sayang?? aku bingung saat ini." Setelah puas memandangi foto tersebut Harold memilih untuk membersihkan diri setelah itu ia memutuskan untuk tidur.
Pagi hari menjelang, kini Harold dan Rayhan sedang berada dimeja makan. Mereka makan dengan tenang hingga Rayhan membuka pembicaraan, "daddy Kapan aku akan masuk sekolah?"
"kau ingin sekali bersekolah,sayang?" Harold menatap sang putra.
"iya Daddy, aku bosan dirumah. aku ingin memiliki teman bermain." ucap Rayhan dengan tatapan memelas.
"baiklah, hari ini Roki akan mengurus sekolah mu dan kau bisa mulai sekolah secepatnya."
"benarkah Daddy??" Rayhan yang begitu bersemangat.
"benar sayang. sekarang lanjutkan makan mu."
Mereka kembali makan dengan keheningan, setelah selesai makan Harold berpamitan pada Rayhan untuk pergi ke kantor. "Daddy apa boleh aku ke taman?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"untuk apa ke taman?? bukankah kemarin kita sudah jalan-jalan? " tanya Harold heran.
"iya Daddy tapi aku ingin ke taman, aku ingin melihat anak-anak sebaya ku bermain. ya kali saja aku mendapatkan teman disana." ucap Rayhan sambil menundukkan kepalanya,, ia takut jika Daddy nya akan marah pada nya karena ia berkata seperti itu.
Harold menghela nafas nya kasar. "sayang apa kau menginginkan sosok seorang ibu??" tanya Harold sambil mengangkat pelan dagu Rayhan agar menatap nya.
"apa maksudnya Daddy?? aku hanya ingin bermain saja dad." Rayhan menatap Harold dengan tatapan takut.
"Rayhan, bisakah kau jujur pada Daddy?? apa yang kau rasakan saat ini?? kau ingin memiliki ibu??" tanya Harold sambil memegang kedua pundak Rayhan.
Hati Harold begitu sakit saat ini, ia tidak menyangka bahwa sang putra menyimpan luka dan rasa rindu yang begitu mendalam akan kehadiran sosok seorang ibu. Terjawab sudah pertanyaan Harold, mendengar dan melihat ekspresi sang putra membuat Harold bertekad untuk mencarikan ibu sambung untuk Rayhan, yang pasti wanita yang dapat menerima dan menyayangi Rayhan dengan baik.
"hey jangan menangis sayang." ucap Harold sambil menghapus air mata Rayhan.
"Daddy berjanji akan menghadirkan seorang ibu sambung yang baik untuk mu." sambungnya lagi sambil tersenyum hangat menatap Rayhan.
__ADS_1
"benarkah, Daddy? apa Daddy akan menikah lagi dan memberiku pengganti mommy?" tanya nya dengan mata berbinar.
"bukan pengganti sayang,, tapi ibu sambung karena tidak ada yang dapat menggantikan mommy mu di hati kita. bukankah begitu??" tanya Harold lagi sambil mencolek hidung Rayhan.
"Ya Daddy benar. tidak ada yang bisa menggantikan mommy di hati ku." ucap nya sambil tersenyum.
"baiklah kalau begitu, sekarang kau tidak usah sedih lagi ya..."
"Daddy berangkat kerja dulu, kau baik-baik lah dirumah." sambung Harold sambil mencium pucuk kepala Rayhan yang dibalas anggukan oleh nya..
Selama perjalanan menuju kantor, pikiran Harold melayang kemana-mana, ia memikirkan seperti apa ibu yang baik untuk sang anak, ia takut jika salah pilih dan malah menyakiti Rayhan. sampai pada akhirya .....
"Roki apa jadwalku siang ini padat?" tanya nya pada Roki yang sedang duduk di kursi kemudi.
"siang nanti anda ada makan siang sambil membahas kerja sama dengan perusahan A, tuan dan setelah itu tidak ada lagi." ucap Roki sambil melirik sekilas Harold melalui kaca spionnya.
__ADS_1
"baiklah, setelah makan siang kau antar aku ke pemakaman istri ku." ucap nya sambil memejamkan mata.