Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 45


__ADS_3

Sesampainya dirumah orang tua Luna ternyata sudah banyak orang disana yang menyiapkan dekorasi pernikahan dan tak lupa juga ketiga bocah itu yang turut sibuk padahal Roki sudah melarang mereka tapi tetap saya mereka ingin turut andil untuk hari bahagia orang tuanya.


"bagaimana persiapan??" tanya harold pada Roki .


"semua sedang dikerjakan tuan" jawab Harold


"periksa ulang semuanya, jangan sampai ada yang terlewat." perintah Harold pada Roki.


"terimakasih Roki." ucap Luna sambil tersenyum pada Roki.


"jangan tersenyum pada pria lain" ucap Harold lirih sambil menarik tangan Luna yang masih dalam genggamannya. Melihat perlakuan tuannya Roki menjadi heran, pasalnya selama bersama Angel saja tuannya ini sama sekali tidak pernah menggenggam tangan angel di depan orang banyak, hanya Angel lah yang selalu bergelayut di lengan Harold.


Sesampainya didalam rumah, Harold dan Luna sudah disuguhkan pemandangan beberapa gaun yang sangat indah dan disitu sudah ada ibu berserta ketiga bocah yang sedang sibuk memilih gaun untuk Luna.


"kenapa banyak sekali??" tanya Luna,

__ADS_1


Roki berlari tergesa-gesa menghampiri mereka, "maaf tuan saya tidak pandai memilih gaun jadi saya meminta desainer nya membawa beberapa gaun untuk nyonya memilihnya sendiri." jelas Roki, Harold hanya menganggukkan kepala nya kemudian menoleh ke arah Luna.


"pilihlah yang kamu suka." ucap Harold pada Luna.


Luna berjalan mengelilingi gaun-gaun tersebut sambil ketiga bocah itu mengikuti dan menunjuk mana yang bagus menurut mereka.


"kalau kamu bingung pilih salah satu dan coba kenakan, aku juga mau melihat nya." tiba-tiba Harold berada dibelakang Luna entah sejak kapan. Luna menuruti perkataan Harold dan mencoba sebuah gaun, sedangkan harold dan ketiga bocah itu duduk menunggu Luna. Tak lama Luna keluar "bagaimana??" tanyanya sambil menatap ketiga pria di depan nya.


"terlalu terbuka,, coba yang lain" ucap harold yang melihat gaun yang dikenakan Luna terlalu terbuka di bagian depan.


"itu bagus kok dad" debat Rayhan.


"cantik..." lirih Harold yang menatap Luna tanpa berkedip.


"yang ini saja gaun nya." putus harold yang membuat Luna bernapas lega pasalnya Luna sudah lelah jika harus berganti gaun lagi.

__ADS_1


Entah kenapa hari ini Harold sama sekali tidak mau jauh dari Luna, seperti lem pada perangkonya Harold sama sekali tidak bisa melepaskan Luna dari pandangan matanya.


Jam makan siang pun tiba dan kini mereka semua sedang duduk di meja makan menunggu Luna menyiapkan makanan untuk mereka semua.


"Daddy kenapa sih liatin bunda terus??" tanya Rayhan yang sejak tadi memperhatikan tingkah sang daddy.


"tenang dad,, Bunda ga akan hilang kok" goda Leon.


"apa sih kalian... mana ada Daddy ngeliat bunda." sanggah Harold


"ih Daddy ga mau ngaku" kini Rio juga ikut menggoda nya hingga terjadilah saling goda di antara keempat pria itu, sedangkan kah ayah dan ibu Luna hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka semua.


"sudah sudah ayo makan dulu" Luna menyudahi kegiatan mereka. Mereka makan sambil sesekali mengobrol terus ketiga bocah itu yang masih seru membicarakan pernikahan kedua orang tuanya.


"dad kapan opa dan Oma datang??" tanya Rayhan.

__ADS_1


"mungkin malam nanti, tadi paman Roki bilang mereka sudah dijalan." jawab Harold.


Selesai makan siang Luna menyuruh ketiga anak itu untuk tidur siang tapi mereka tidak mau, mereka ingin melihat persiapan pernikahan luna dan Harold. Sedangkan Harold masih terus membuntuti Luna kemana pun ia pergi, entah perasaan apa yang Harold rasakan pada Luna saat ini hanya saja Harold mulai merasa nyaman berada di dekat Luna tapi ia masih tidak tahu itu perasaan cinta atau bukan


__ADS_2