
Sesampainya di kamar, Luna merebahkan dirinya di kasur berharap ia bisa segera tidur tapi ternyata tidak bisa. Ia terus memikirkan perkataan Harold tadi "menikahlah demi anak-anak, aku juga menikahi mu demi anak-anak bukan karena aku mencintaimu" perkataan Harold yang terus mengiang-ngiang ditelinga nya.
"apa yang harus aku lakukan sekarang?? aku ingin melihat anak-anak bahagia, apa keputusanku ini sudah benar??" tanya Luna pada dirinya sendiri hingga ia lelah dan tertidur dengan sendirinya.
Keesokan harinya, "dad bisakah kita mampir ke makam mommy sebelum kembali kerumah??" tanya Rayhan ketika mereka sedang sarapan pagi.
"Bunda juga ikut ya... aku mau memperkenalkan bunda pada mommy" Ucap Rayhan lagi sambil menatap Luna.
Luna yang ditanya tampak bingung, ia merasa tidak enak jika harus ikut ke makam tapi ia juga tidak mungkin menolak permintaan Rayhan, ia menoleh ke arah Harold meminta persetujuan. Harold yang mengerti akan tatapan Luna pun menganggukkan kepala nya pertanda setuju.
"baiklah bunda akan ikut" jawab Luna sambil tersenyum pada Rayhan.
Sebelum mereka sampai di pemakaman, Harold tidak lupa mampir ke toko bunga ia membeli bunga kesukaan mendiang sang istri.
"hay mommy... aku datang" ucap Rayhan sambil berjongkok didepan pusaran sang mommy. "aku datang bersama Daddy, teman-temanku dan juga calon Bundaku." lanjutnya lagi.
"mommy tau ga?? aku senang banget karena sebentar lagi Daddy akan menikah dengan bunda. Bunda baik banget sama aku mom dan aku sayang sama Bunda tapi mommy tenang aja, mommy tetap nomer 1 dihati ku. mommy ga marah kan klo bunda jadi ibu sambung ku??" Rayhan mulai bercerita dan bertanya. Mereka yang berada disana hanya melihat Rayhan yang sedang bercerita, tak lama harold menaruh bunga di atas pusaran tersebut.
"hay sayang... aku datang" ucap Harold sambil mengusap batu nisan sang istri. "aku harap kamu bahagia disana, sama seperti aku dan rayhan yang bahagia disini " sambungnya lagi.
Rayhan menarik tangan Luna, menyuruh Luna untuk berjongkok disampingnya. Ia memperkenalkan Luna kembali pada sang mommy dan menceritakan semua kebaikan Luna. "Hay kak, aku Luna. senang bertemu denganmu. Semoga kamu menerima mu untuk menjadi ibu sambung Rayhan yaa..." ucap Luna sambil menatap batu nisan itu.
Leon dan Rio hanya memperhatikan mereka bertiga, mereka mengerti situasi saat ini dan tidak ingin mengganggunya. Setelah puas bercerita Rayhan mengajak mereka semua untuk pulang.
"mommy aku pulang dulu ya.... aku janji akan sering-sering kesini "pamit Rayhan sambil mengecup batu nisan itu.
"kalian ke mobil duluan ya... sebentar Daddy susul." ucap Harold yang belum beranjak. Mereka semua meninggal Harold sendirian.
__ADS_1
"sayang aku tak tahu keputusanku benar atau tidak,, aku akan menikahi Luna demi anak kita. Kamu lihat kan tadi Rayhan begitu bahagia,, aku harap kamu tidak marah padaku." jelas Harold.
"aku akan pulang sekarang, kasian mereka sudah menunggu ku terlalu lama. aku mencintaimu" pamit Harold sambil mencium batu nisan sang istri.
Sesampainya di mobil Harold melihat ketiga bocah itu yang sedang bercanda, berbeda dengan Luna yang hanya diam sejak pagi tadi entah apa yang sedang ia pikirkan. Selama perjalanan Luna hanya diam saja berbeda dengan Harold yang sesekali mengobrol dengan anak-anak sambil menyetir.
"kapan aku bisa menemui keluarga mu??" tanya Harold tiba-tiba.
"apa harus secepatnya ini??" Luna balik bertanya.
"lebih cepat kan lebih baik Bun" bukan Harold yang menjawab melainkan Rayhan membuat Luna menoleh.
"bagaimana kalau akhir pekan ini Bun??" tanya Rio.
"kita kan masih liburan jadi bisa sekalian menginap dirumah nenek" sambung nya lagi.
"ide bagus tuh Yo... kita liburan yang kedua yaa" sahut Harold.
Mendengar keputusan Luna membuat ketiga bocah itu kegirangan, Rio mulai menceritakan kampung halaman tempat tinggal nenek dan kakek nya dengan antusias. Leon yang sesekali menimpali dan memberikan ide-ide apa yang akan mereka lakukan disan nanti.
Setelah mengantarkan Luna, Rio dan Leon kembali kerumah. Harold mengajak Rayhan ke kantor karena Roki mengabarkan ada berkas yang perlu ia tandatangani. Sesampainya di lobby kantor banyak karyawan yang menyapa Rayhan, hingga terdengar
"sayaaaang" panggil seseorang dan langsung bergelayut di lengan Harold membuat Harold dan Rayhan kaget.
"angel !! apa yang kau lakukan disini??" tanya Harold pada orang tersebut, ya orang itu adalah Angel yang belum juga berhenti mengganggu kehidupan Harold dan Rayhan.
"aku merindukanmu sayang" ucapnya manja.
__ADS_1
"dari kemarin aku kesini tapi para security bodoh itu tidak mengizinkan ku masuk dan bilang kau tidak ada." adunya dengan mendramatisasi keadaan.
"maaf tuan,, kami sudah berusaha menahannya agar tidak masuk tapi ia menerobos begitu saja" ucap salah satu security yang datang tergesa-gesa menghampiri mereka.
"aku ingin bertemu dengan mu sayang...." Angel semakin mengeratkan dekapan tangan nya.
"hei Tante... kaya ulat bulu deh main nempel aja!!" hardik Rayhan.
Lagipula ga malu apa, udh diusir masih aja Dateng terus??" ketus Rayhan.
"hai anak kesayangan mommy... apa kabarmu?" ucap Angel sambil menatap Rayhan .
"cih... ga perlu basa-basi Tante!!! mending Tante tinggalin kantor ini sekarang!" usir Rayhan.
"loh Ray kok gitu?? mommy kesini mau ketemu Daddy kamu dan kamu loh..." angel pura-pura bersedih.
"sekali lagi aku bilang yaaa Tante, Tante itu bukan mommy ku!!! dan sebentar lagi aku akan mendapatkan mommy baru jadi aku harap Tante ga ganggu Daddy ku lagi." peringatan dari Rayhan.
"sudah stop!!! angel sebaiknya kamu pulang." ucap Harold sambil melepaskan pelukan Angel pada lengan nya. Harold merasa risih karena saya ini seluruh karyawannya sedang menatap mereka seperti sedang menonton sinetron. Dan entah kenapa saat ini Harold sudah mulai risih dengan kehadiran Angel yang sudah seperti ulat bulu.
Angel menatap Harold tidak percaya dan menanyakan apa maksud dari ucapan rayhan. Harold menjelaskan secara singkat, ia tak ingin membuat sang putra bertambah tidak nyaman karena kehadiran Angel.
"sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini Angel" usir Harold.
"tuh Tante denger kan Daddy lu bilang apa?? pintu keluar nya ada disebelah sana yaaa Tan..."Rayhan menimpali, bocah kecil ini sudah benar-benar muak melihat wanita yang berada di hadapan nya saat ini.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Angel langsung meninggalkan kantor tersebut dengan kesalnya sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil yang membuat Harold menggelengkan kepala melihat nya.
__ADS_1
"paman tolong yaaa jangan biarkan wanita itu masuk kesini lag" ucap Rayhan pada security yang masih berada tak jauh dari ia berdiri.
"baik tuan muda, sekali lagi kami minta maaf atas kejadian ini." sesal security tersebut.