Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 57


__ADS_3

sebenarnya Luna senang-senang saja jika harus selalu mengikuti Harold, ia juga ingin tahu apa pekerjaan Harold sebenarnya tapi ia juga memiliki pekerjaan yang harus ia kerjakan.


"tapi bang, aku punya pekerjaan yang harus aku selesaikan." bantah Luna .


"kamu kan sudah menjadi istriku dan aku sanggup memenuhi semua kebutuhanmu. lalu untuk apa lagi kamu bekerja??" tanya Harold.


"aku menyukai pekerjaanku, aku suka menulis." lirih Luna yang membuat Harold tidak tega


"jika menjadi penulis, bukankah bisa dikerjakan dimana saja??" tanyanya lagi .


"Iii--iyaa..." Luna mulai terbata-bata.


"yasudah bawa saja laptopmu ke kantor ku. kamu kerjakan pekerjaanmu dan aku mengerjakan pekerjaanku." jawaban enteng Harold yang membuat Luna tidak bisa berkutik.


"bolehkan sebelum kerumah Abang, mampir dulu kerumah ku?? aku ingin m ngambil barang-barang ku." pinta Luna .


"oke.. tapi sekarang kita makan dulu yaa..." sahut Harold.


Akhirnya mereka memilih sebuah restoran untuk makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya. Mereka makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan.


"tidurlah dulu jika kamu mengantuk" ucap Harold ketika sudah berada didalam mobil lagi. Luna hanya menganggukkan kepalanya.


Seperti yang di inginkan Luna tadi, saat ini mereka sudah sampai dirumah Luna.

__ADS_1


"Abang mau minum apa??" tanya Luna ketika mereka sudah berada diruang tamu rumah Luna .


"tidak usah repot-repot" sahut Harold sambil melihat sekeliling ruangan itu.


"rumah ini bersih dan terasa nyaman." sambung nya lagi.


"terimakasih"


"Abang tunggu sebentar yaa... aku mau beresin barang-barang aku dulu." Luna meninggalkan Harold yang masih memperhatikan ruangan itu. Tapi bukan Harold namanya jika tidak mengikuti istrinya.


"kamar kamu terlihat nyaman" ucap Harold ketika berada di ambang pintu kamar Luna.


"ya ampun Abang... ngagetin aja." Luna mengelus dadanya.


"aku males sendirian didepan jadi aku kesini." sahut Harold sambil berjalan masuk kedalam kamar Luna dan duduk di pinggir ranjang. Harold merebahkan tubuhnya dikasur Luna sambil memperhatikan sang istri yang sedang membereskan barang-barangnya.


"bagaimana jika kita mencoba kasur ini sebentar??" tanya Harold.


"maksud Abang??"


"oh ayolah sayang... aku yakin kau paham, kemari lah.." Harold menepuk tempat kosong di sebelahnya dan mau tidak mau Luna menghampiri sang suami.


Harold bangun dari tidurnya,duduk bersebelahan dengan Luna dan mengusap pipi sang istri.

__ADS_1


"bolehkan aku meminta hakku disini??" tanya nya dengan suara yg sudah memberat sambil terus mengusap pipi sang istri. Luna hanya menganggukkan kepalanya pelan pertanda ia setuju. Melihat anggukan sang istri, Harold tersenyum senang. dengan perlahan ia menempelkan bibirnya dengan bibir sang istri, pelan tapi pasti. ciuman yang awalnya lembut kini menjadi panas dan semakin menuntut lebih, sambil mencium sang istri Harold membawanya untuk rebahan. mengukung sang istri dibawahnya.


Menyentuh sang istri dengan lembut tanpa menyebut nama siapapun. Perlakuan Harold kali ini dirasakan berbeda oleh Luna. Kali ini Luna merasakan jika Harold melakukan itu dengan cinta, ia bahagia karena penyatuan mereka tanpa melibatkan nama siapapun dan Harold melakukan itu dengan sadar.


Mereka sampai dirumah luna sore hari dan sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam dan mereka baru selesai melakukan kegiatan panas mereka.


"malam ini kita tidur disini saja ya??" tanya Harold sambil memeluk sang istri dan menutupi tubuh polos keduanya.


"iya disini aja bang, aku juga capek." sahut Luna.


tak lama terdengar suara perut dan itu berasal dari perut Luna. "kamu lapar??" tanya Harold yang membuat pipi Luna memerah.


"kenapa ga bilang, hmm??" tanyanya sambil mengelus pipi sang istri.


"aku malu" cicit Luna.


"ya ampun sayang... buat apa malu??"


"kamu tunggu sini sebentar yaa... biar aku buatkan makanan" lanjutnya lagi.


"emang Abang bisa masak??"tanya Luna.


"kalau cuma sekedar mie instan dan nasi goreng aku bisa."

__ADS_1


"tunggu yaa...." Harold mencium kening sang istri dan beranjak memungut celana nya ia buang begitu saja tadi, setelah memakai celananya ia sempat menengok kearah sang istri lalu tersenyum sebelum akhirnya keluar dari kamar itu menuju dapur.


Luna....


__ADS_2