Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 34


__ADS_3

"eh mikir apa sih aku ini." Harold menyadarkan diri nya.


"Daddy kenapa?? Daddy pusing??" tanya Rio yang melihat Harold tiba-tiba menggelengkan kepalanya.


"eh Daddy ga apa-apa kok cuma tadi kaya ada lalat aja." dusta Harold sambil tersenyum kaku. Luna yang melihat itu hanya bisa menahan senyum nya.


Setelah puas memakan eskrim mereka memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah mulai sore. "son kamu pulang bersama Daddy kan??" tanya Harold penuh harapan.


Rayhan tampak berpikir, sebenarnya ia masih enggan jika harus pulang dan hanya berdua saja dengan sang daddy. Ia masih terus mengingat kejadian kemarin di kantor sang daddy. Luna yang melihat itu langsung berjongkok dihadapan Rayhan, menyamankan tingginya dengan tubuh Rayhan "ada apa?? kamu masih terbayang kejadian itu??" tanya Luna sambil mengusap sayang kepala Rayhan membuat Rayhan tertunduk sedih.


"semalam kan bunda sudah bilang, anggap itu sebagai mimpi buruk dan esok pagi kamu bangun dengan semangat baru." lanjut Luna lagi.


"tapi aku mau sama bunda" lirih Rayhan.


"kita bertemu lagi besok,, oke?? sekarang waktunya kamu menghabiskan waktu bersama Daddy." Luna mencoba membujuk Rayhan.


Rayhan menoleh kearah Harold yang sedang menatapnya sambil tersenyum. "baiklah aku akan pulang, tapi Daddy harus berjanji." Rayhan menggantung ucapan nya.


"apapun untuk mu son..." yakin Harold.

__ADS_1


"tolong Daddy buang jauh-jauh wanita ular itu dari kehidupan ku dan Dady." sahut Rayhan.


"maksudmu Angel, son??" Harold meyakinkan.


"ya dialah dad,, memang nya siapa lagi. Daddy harus berjanji bahwa wanita ular itu tidak akan datang lagi." Rayhan menatap Harold dengan tatapan yang sulit di artikan.


"oke. Daddy janji jika Angel tidak akan pernah datang lagi " Harold memberikan jari kelingking nya untuk ditautkan dengan Rayhan pertanda janji.


"jika Daddy berbohong aku tidak akan mau bertemu Daddy lagi." ucap Rayhan sambil menautkan jari kelingking nya yang dibalas senyuman oleh Harold.


"bunda, Rio, bang Leon aku pulang dulu yaa..." pamit Rayhan.


"sampai ketemu besok Rey." ucap Rio dan Leon bersamaan.


Setelah berpamitan ketiga bocah itu masuk kedalam mobil orang tua masing-masing. "Luna tunggu." cegah Harold ketika Luna akan naik ke mobilnya.


"terimakasih sudah mengijinkan Rayhan untuk menginap dan terimakasih karena telah menjaga nya." ucap Harold sambil tersenyum menatap Luna.


"tidak masalah tuan,, aku senang melakukan." sahut Luna yang kemudian langsung menaiki mobil nya,, meninggalkan Harold yang masih mematung menatap mobil Luna yang sudah menjauh.

__ADS_1


Setelah sampai dirumah Rayhan langsung pergi ke kamarnya, ia berniat untuk mandi dan belajar. Dan disini lah Rayhan sekarang,, di depan meja belajar nya dengan beberapa buku di hadapannya. Tanpa mengetuk pintu Harold masuk ke kamar Rayhan "kamu ada pr son??" tanya nya.


"tidak dad, hanya mengulang pelajaran yang tadi" sahut Rayhan dengan mata yang masih fokus pada buku-bukunya.


"anak pintar." Harold mengusap kepala Rayhan. "jika ada yang tidak mengerti kamu bisa tanyakan pada Daddy, oke " lanjut Harold lagi sambil duduk di sofa yang tidak jauh dari meja belajar Rayhan.


"dad apa tanggapan Daddy tentang Rio dan bang Leon??" tanya Rayhan tiba-tiba sambil menatap dalam Harold.


"kenapa kamu bertanya seperti itu?? apakah mereka menyakiti mu, son??" selidik Harold.


Rayhan menepuk dahi nya,, "apa yang ada dalam pikiran sang daddy?? kenapa jadi salah paham??"pikir Rayhan.


"hais... apa sih dad?? kami baik-baik saja dan mereka juga sangat baik terhadapku." jelas Rayhan. "aku hanya ingin tahu saja pendapat Daddy tentang mereka." sambungnya lagi.


"owh begitu.. menurut Daddy mereka anak yang baik dan selalu terlihat ceria seperti mu." jawab Harold.


"apa yang bisa kami lakukan selain selalu bersikap ceria?? orang lain kan tidak perlu tau apa yang kami rasakan." lirih Rayhan yang masih dapat di dengar oleh Harold.


"Kamu bilang apa son barusan??" tanya Harold. Ia ingin mendengar nya sekali lagi agar pendengaran nya yang barusan tidak salah.

__ADS_1


eeee---eeeeeehhhh


__ADS_2