
Setelah membersihkan diri, Rio dan Leon langsung tertidur karena lelah dan kantung yang menyerang. Tapi tidak dengan Rayhan,, ia masih terus terbayang apa yang ia lihat antara Daddy nya dan juga Angel. apakah Daddy bisa meninggalkan Angel untuk putra sematawayangnya?? apakah Daddy bisa menuruti permintaan nya?? itu lah yang ada didalam pikiran Rayhan sampai ia tidak bisa tidur.
Luna membuka pintu kamar anak-anak untuk memastikan bahwa anak-anak sudah tertidur tapi ia melihat Rayhan yang sedang melamun menatap langit-langit kamar. "kamu belum tidur Rey??"
"aku ga bisa tidur bun" Rayhan mengubah posisinya menjadi duduk disebelah Luna.
"ada apa?? kamu mau cerita??" tanya Luna.
"tidak ada apa-apa Bun,, hanya tidak bisa tidur saja." tanpa Rayhan cerita pun Luna sudah bisa mengerti kenapa Rayhan murung seperti itu.
"jangan pikirkan apapun rey.. anggap saja yang hari ini kamu lihat adalah mimpi buruk dan esok kamu akan terbangun dengan semangat baru " Luna menyemangati Rayhan yang dibalas anggukan oleh bocah itu.
__ADS_1
"sekarang tidur yaa... bunda temenin kamu sampai kamu tertidur yaa.... " sambung Luna lagi.
Rayhan tidak menjawab Luna sama sekali. ia langsung mengubah posisi nya menjadi tidur,, menikmati elusan tangan Luna yang berada di kepalanya. Tak lama kemudian ia pun tertidur. Luna terus memandang wajah damai Rayhan ketika sedang tidur, ia merasa iba terhadap bocah kecil ini. Bocah seusia Rayhan sudah harus kehilangan kasih sayang seorang ibu, tapi Luna juga bingung dengan permintaan Rayhan apalagi sekarang Luna tahu jika Daddy Rayhan adalah orang kaya, ia tidak ingin di cap memanfaatkan Rayhan untuk mendapatkan Daddy nya. Luna melihat satu persatu wajah putra nya yang sedang tertidur sebelum ia kembali ke kamar nya.
Keesokan harinya, setelah mengantar anak-anak ke sekolah Luna memiliki janji untuk bertemu dengan Harold. Dan disini lah mereka sekarang, duduk bersebrangan disebuah meja di dalam restoran. "langsung saja nyonya" Harold langsung ke intinya
"anda bisa memanggilku Luna saja, tuan" potong Luna.
"kamu ingat permintaan Rayhan kemarin??" tanya Harold yang dibalas anggukan oleh Luna.
"aku tidak tahu apa yang kau katakan pada anakku sampai ia bersikeras ingin kau menjadi ibu sambungnya."lanjut Harold.
__ADS_1
"maaf, apa maksud dari perkataan anda. tuan??" semoga yang dipikirkan Luna saat ini salah tentang Harold.
"maksudnya kemarin bukan pertama kalinya Rayhan meminta hal itu. Sebelum kita pertemu pun ia sudah ingin sosok ibu seperti mu." Jelas Harold.
"tanpa ku jelaskan juga pasti kau sudah paham apa yang terjadi kemarin. Aku sedang dekat dengan seorang wanita dan ia sudah hampir satu tahun ini mendekati Rayhan tapi tidak berhasil. Sedangkan kau, kalian baru kenal beberapa bulan dan Rayhan sudah sangat menginginkan mu menjadi ibu sambung nya " tambah nya lagi.
"ya mungkin karena Rayhan dekat dengan anak-anak ku." sahut Luna dengan enteng nya tapi memang begitulah kenyataan nya.
"apa yang sering kalian bicarakan?? apakah Rayhan menceritakan tentang aku?? atau kau yang menanyakan ku?? bagaimana aku dan apa pekerjaan ku??" cecar Harold. Ia mengira Luna lah yang menghasut Rayhan agar menjodohkannya dengan Luna...
Lalu bagaimana Luna menanggapi??
__ADS_1
apa yang di pikiran Harold ini benar tentang Luna??