Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 48


__ADS_3

Disisi lain, Rayhan, Rio dan Leon sedang makan malam bersama dengan para nenek dan kakek mereka.


"Oma dan opa harus pulang besok,, apakah kalian mau ikut??" tanya sang opa pada ketiga bocah itu


"kenapa cepat sekali opa??" Rayhan balik bertanya.


"ada pekerjaan yang harus opa selesaikan disana" jawab sang opa.


"kalau kalian mau, kalian bisa ikut dan berlibur disana" timpal Oma membuat Rayhan, Rio dan Leon saling pandang seolah sedang bicara melalui telepati.


"apakah boleh kami berlibur disini saja??" kali ini Leon yang bertanya


"tentu saja boleh,, kakek dan nenek malah senang jika kalian mau disini" jawab sang kakek.


"yasudah kalau kalian tetap mau disini" putus opa Rayhan.


"terimakasih opa" jawab Rayhan dibalas anggukan oleh sang opa.


Setelah makan malam mereka memutuskan untuk berbincang-bincang diruang keluarga sebelum pergi tidur. Berbeda dengan Harold dan Luna yang baru tiba di hotel, memasukinya kamar hotel yang telah dihias begitu indah membuat keduanya gugup.


"waaaw ini bagus banget" lirih Luna kagum melihat sekitar kamar hotelnya.


"kamu suka??" tanya Harold sambil menutup pintu

__ADS_1


"suka bang" jawab Luna masih fokus melihat-lihat sekitar


"yasudah aku mau mandi dulu" Harold berlalu masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Luna memilih duduk dipinggir ranjang sambil melamun, tak lama kemudian Harold keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggang bagian bawahnya yang membuat Luna tak berkedip melihat tubuh Harold yang sangat menawan.


"mandi sana, aku sudah selesai." ucap Harold membuyarkan lamunannya


"kenapa lihat aku seperti itu?? suka yaa sama tubuh aku??" goda Harold


"apa sih?? biasa aja." jawab Luna acuh Sambil berlalu masuk kedalam kamar mandi, ia tak ingin Harold melihat mukanya yang sudah seperti kepiting rebus membuat Harold tertawa.


Didalam kamar mandi Luna meretuki kelakuannya barusan,, "benar-benar memalukan" ucap Luna pada dirinya sendiri.


"bisa-bisanya aku memperhatikan tubuhnya seperti ini. ada apa denganmu Luna??" tanya Luna pada dirinya sendiri sambil menatap pantulan dirinya didepan cermin. Selesai dengan ritual mandinya Luna dilanda kebingungan, tadi karena terburu-buru ia jadi tidak membawa baju ganti kedalam kamar mandi, "aduh gimana ni?? masa keluar cuma pakai handuk??" panik Luna.


"eh dia udh tidur rupanya, cepet banget" gumam Luna yang melihat Harold tidur membelakangi pintu kamar mandi.


"aku keluar aja kali ya... dia udah tidur ini." Luna memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, berjalan menuju kopernya. Namun tiba-tiba ada sepasang tangan yang melingkar di pinggang nya .


"apa kamu mau menggoda ku??" Harold bertanya sensual tepat ditelinga Luna yang membuat Luna merinding.


"eh Abang... aku kira sudah tidur." jawab Luna gugup.


"aku belum tidur,, aku masih menunggumu" Harold semakin mengeratkan pelukannya sambil sesekali mencium aroma tubuh Luna yang wangi.

__ADS_1


"Abang bisa minggir sebentar?? aku mau pakai baju dulu" Luna semakin gugup.


"untuk apa dipakai jika nanti akan dibuka kembali." balas Harold sambil mencium bahu Luna yang terekspos. Luna memejamkan matanya, "apa aku harus melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri?? tapi bagaimana dengan perasaanku? aku masih takut." Luna terus bergelut dengan pikirannya.


Melihat Luna yang terus mematung, Harold membalikkan tubuh Luna agar menghadap kearahnya, ia menatap bola mata Luna dengan sangat lembut sambil memegang kedua bahunya.


"Luna aku tahu kita menikah bukan karena cinta, aku juga tahu jika saat ini kamu sama gugupnya denganku." ucap Harold


"tapi aku adalah laki-laki normal, kamu paham maksudku kan??" tanya Harold masih menatap mata Luna. Luna hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"aku mau kita sama-sama membuka hati mulai saat ini, sama-sama belajar menerima satu sama lain dan membangun keluarga yang bahagia." Harold berucap tulus dan itu dapat dirasakan oleh Luna.


"iya bang" jawab Luna singkat.


"aku sudah dengar dari anak-anak kenapa kamu dan mantan suamimu berpisah. Dan aku berjanji tidak akan melakukan itu padamu." benar-benar Luna melihat sebuah ketulusan Dimata Harold


"aku harap Abang menepati janji Abang ini." ucap Luna.


"ya aku berjanji" tegas Harold.


"sekarang pakailah bajumu." Harold melepaskan Luna.


"aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku akan tidur di sofa." sambung Harold sambil berbalik berjalan ke arah sofa .

__ADS_1


__ADS_2