
Sesampainya di perusahaan Harold menggandeng Luna untuk masuk ke perusahaannya yang sukses menjadi pusat perhatian seluruh karyawan.
"anggun dan cantik sekali perempuan yang bersama boss itu"
"berbeda dari perempuan yang biasa dibawa boss"
"iya sangat berbeda jauh, penampilannya pun lebih tertutup dan anggun"
"siapa dia??"
itulah gosip-gosip parah karyawan yang terdengar oleh Luna membuat nya menunduk malu sambil menggenggam erat tangan Harold.
"ada apa??" tanya Harold saat merasakan genggaman erat ditangan nya. Harold pun mendengar gosip-gosip itu tapi ia memilih untuk cuek.
"tidak ada apa-apa bang" cicitnya. Seakan paham dengan perasaan sang istri, Harold menghentikan langkahnya tepat ditengah-tengah lobby kantor itu.
__ADS_1
"perhatian semuanya" ucapnya lantang yang sukses membuat seluruh penghuni lobby itu menoleh ke arahnya.
"saya ingin memperkenalkan wanita cantik yang berada disamping saya ini." lantang Harold.
"dia adalah nyonya di perusahaan ini,, dia adalah istri tercinta saya" lanjutnya lagi sambil menoleh dan menatap Luna dengan tatapan cintanya.
"jadi saya harap kalian semua dapat memperlakukan nya dengan baik. terimakasih"
"baik pak" sahut serempak seluruh karyawan.
"bisa tolong pilihkan pakaian untukku??" tanya Harold setelah mereka sampai diruangan Harold yang dibalas anggukan dan senyuman oleh istri tercintanya itu.
"ayo" ajak Harold kamar pribadinya yang ada di ruangan itu.
"itu lemari nya. kamu tolong pilihkan dulu yaa, aku mau ke kamar mandi dulu." Luna membuka dan memilih-milih kemeja mana yang cocok untuk sang suami. Ketika ia sedang serius memilih tiba-tiba ada sepasang tangan kekar yang melingkar diperutnya.
__ADS_1
"masih ada sedikit waktu, bolehkan aku mendapatkan vitamin ku??" tanya Harold sambil menaruh dagunya di bahu Luna. mendengar nafas sang suami yang sedikit memberatkan, membuatnya mengerti. Ia tersenyum dan memegang tangan kekar itu dan memulai membalikkan tubuhnya secara perlahan. Setelah berhadapan dengan sang suami, ia mengalungkan tangannya dileher Harold membuat Harold tersenyum dibuatnya. Tanpa bertanya lagi Harold langsung meraup bibir sangat istri sambil memeluk erat pinggangnya, menuntun Luna dengan perlahan ke tempat tidur yang ada di ruangan itu tanpa melepaskan tautannya. Membaringkan sang istri dengan perlahan dan terjadilah adegan panas di pagi hari itu, hingga tiba-tiba.....
ketukan pintu mengagetkan keduanya "maaf tuan, 10menit lagi meeting nya akan dimulai" ucap Roki dari balik pintu. Harold yang mendengar itu memejamkan matanya sejenak, kesal bercampur enak. bagaimana tidak, saat ini intinya sudah masuk dengan sempurna kedalam lubang surga dunianya.
"persiapankan segalanya, saya akan ada diruang meeting setengahnya lagi." sahut Harold tanpa melepaskan penyatuannya.
"taaappp...." "baik tuan" seakan mengerti apa yang sedang dilakukan tuan nya, Roki memilih pasrah dan keluar dari ruangan itu.
Sedangkan didalam kamar, Luna dengan gerakan sensual nya terus mengelus rahang sang suami membuat Harold tersenyum.
"kita lanjutkan lagi." ucap Harold menatap dengan kabut gairah sang istri.
"lalu bagaimana dengan meeting nya??" tanya luna sambil terus mengelus sensual rahang sang suami.
"meeting itu dapat ditunda, sedangkan kegiatan itu tidak bisa ditunda sama sekali." sahutnya sambil menggerakkan pinggangnya membuat Luna mendesah dibawah kukungan sang suami. Kegiatan panas itu seperti menjadi candu bagi Harold, bagaimana tidak. Semalam ia sudah meminta jatahnya dirumah Luna dan saat ini ia memintanya lagi padahal mereka sedang di kantor dan Harold pun sedang ditunggu untuk melakukan meeting. Untung saja meeting kali ini hanya meeting dengan seluruh staf yang berada di perusahaan nya jadi ia dapat menundanya sesuka hati.
__ADS_1