Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 26


__ADS_3

Keesokan hari nya sesuai dengan yang direncanakan mereka pergi ketaman bermain.


Didalam perjalanan Rayhan pergi bersama sang daddy dan asisten pribadi sang daddy yaitu Roki.


"Son tumben kamu tidak mengajak Rio dan Leon?? bagaimana kabar mereka??" tanya Harold membuat Rayhan menoleh. "mereka sedang ada acara dad." jawab Rayhan acuh dan kembali fokus pada ponsel nya. Dalam ponsel itu ia sedang bertukar pesan dengan Leon dan Rio, mereka janjian dan seolah membuat semuanya seperti pertemuan yang tidak disengaja.


Sesampainya di taman hiburan. "paman bisa tolong belikan aku minum?? aku haus sekali." Rayhan meminta tolong pada Roki. "kau tidak ingin ke restoran saja son?? mungkin biar sekalian ngemil." tawar Harold. "tidak dad. kita kan baru sampai, nanti saja ke restoran nya klo sudah lapar. sekarang aku hanya haus saja." sahut Rayhan "kita tunggu paman Roki dibangku sebelah sana saja yuk dad" ajak Rayhan. bukan tanpa alasan ia meminta dibelikan minuman tapi ia sedang menunggu Rio dan Leon datang,, ia ingin masuk ke taman bermain itu bersama-sama.


Tidak berselang lama datanglah Rio, Leon beserta ibu mereka. "Loh itu kan Rio sama bang Leon,dad." ucap Rayhan yg melihat kedatangan sahabat nya itu yang membuat Harold pun ikut menoleh. "eh iya,, mereka kesini juga??" tanya Harold. "mana aku tau dad,, mereka kemarin cuma bilang ada acara jadi ga bisa main sam aku" sahut Rayhan yang langsung berjalan menuju Rio dan Leon.

__ADS_1


"Rio... bang Leon?? kalian kesini juga??" tanya Rayhan ketika sudah berada di dekat mereka.


"Loh Rey, kamu sama siapa??" bukan nya Rio atau Leon yang menyahuti tapi Luna yang terkejut melihat ada Rayhan disitu.


"eh bunda... aku sama Daddy dan paman Roki" sahut Rayhan sambil menyalami Luna.


"Son ini ibu nya Rio dan Leon??" tanya Harold. "kenapa kamu memanggil nya dengan sebutan bunda??" sambungnya lagi.


"Daddy apa kabar??" sapa Leon langsung menyalami Harold.

__ADS_1


"perkenalkan ini bunda kami." sambung Rio. Dan akhirnya Luna dan Harold berkenalan secara resmi, mereka memang baru pertama kali nya bertemu. sebelumnya mereka hanya mendengar kisah dari anak mereka masing-masing.


Setelah perkenalan singkat itu mereka memutuskan untuk bermain bersama-sama dengan kecanggungan antara Luna dan Harold tapi demi anak-anak mereka bersikap seperti biasa saja. "eh kita makan yuk... ini kan udh siang", ajak Rayhan ketika mereka sedang duduk beristirahat disebuah bangku yang berada di taman bermain itu. "restoran di sebelah sana adalah restoran terenak di taman bermain ini, tuan" Roki merekomendasikan sebuah restoran karena memang sejak awal datang ia mencari informasi tentang tempat tersebut agar tuan nya dapat makan siang dengan nyaman..


Akhirnya mereka makan bersama di restoran itu dengan keheningan,, hanya anak-anak mereka saja yang bercanda tawa. "Daddy tahu tidak,, bunda ini seorang penulis loh..." Rayhan memberitahu Daddy nya. "benarkah?? itu pasti sangat hebat", sahut Rayhan. "iya benar dad,, bunda tuh hebat banget loh... bahkan bunda jago masak." Rayhan terus membanggakan bunda Luna. "kamu terlalu berlebihan Rey... bunda biasa saja kok." sanggah Luna.


"benar kok bunda hebat,, aku saja rindu masakan Bunda lagi." ucap Rayhan mendramatisir.


"bilang saja kamu minta dimasakin, hahaha" ledek Leon. dan mulai lah Rio, Leon dan Rayhan saling meledek yang membuat ketiga orang tua yang berada di sekitar mereka menggelengkan kepala.

__ADS_1


"sudah-sudah,, Rey nanti bunda masakin lagi ya.... sekarang kalian habiskan dulu makanan kalian." Luna menyudahi tingkah ketiga bocah itu.


Harold dari awal bertemu sudah memperhatikan Luna, memperhatikan kedekatan Luna dengan Rayhan. "mengapa Rayhan bisa sedekat itu dengan Luna sampai bisa memanggil nya bunda??" itu yang ada dalam pikiran Harold. Sedangkan dengan Angel saja sikap Rayhan sangat acuh bahkan terkesan jijik.


__ADS_2