Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 40


__ADS_3

"sekali aja dad, please...." Pinta Rayhan lagi. Harold dan Luna saling pandang. Mereka sama-sama merasa canggung tapi tidak tega menolak keinginan Rayhan.


"oke, baiklah. sekali saja ya ." putus Harold sambil mendekat kan tubuh nya dengan Luna.


"senyum dong Bun" ucap Rayhan yang melihat Luna tegang. Setelah Luna tersenyum Rayhan langsung memotret mereka.


"dirangkul dong dad, bundanya" goda Rio.


Dan dengan entengnya tanpa menjawab Harold langsung menggandeng pundak Luna yang membuat Luna reflek menengok. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan Rayhan langsung memotret mereka lagi.


"sudahkan?? yuuk kita pulang." ajak Harold yang masih tetap merangkul pundak Luna.

__ADS_1


"udah ayo jalan." lanjutnya lagi sambil mengusap pundak Luna, menyadarkan Luna dari lamunannya.


Tadi kan hanya untuk berfoto saja tapi kenapa tidak dilepas juga rangkulan nya?? itulah yang di pikiran Luna. Sampai di depan mobil pun Harold membukakan pintu mobilnya untuk Luna,, setelah memastikan Luna duduk dengan nyaman barulah Harold menutup lagi pintu nya dan berjalan berputar kesisi sebelahnya untuk mengemudi. Didalam mobil Luna hanya diam saja, Harold sesekali meliriknya sambil tersenyum tipis sedangkan anak-anak mereka sudah tertidur karena kelelahan.


Tak terasa sudah hampir satu Minggu mereka berlibur bersama, ini adalah malam terakhir mereka menginap di villa itu karena keesokan harinya mereka harus kembali lagi kerumah masing-masing karena pekerjaan Luna dan Harold yang telah menanti mereka. Kini mereka tengah makan malam bersama di belakang vila,, tiba-tiba Harold mengajak Luna untuk berdiri membuat Luna terkejut tapi tetap mengikuti perintah Harold.


"Luna mungkin ini terlalu cepat, tapi maukah kamu menikah dengan ku?? menjadi ibu sambung untuk anakku??" tanya Harold sambil menggenggam tangan Luna yang berada di depan nya membuat ketiga bocah yang berada disana bersorak kegirangan,, inilah yang mereka inginkan menjadi sebuah keluarga yang utuh dan bahagia.


"aku yakin kamu akan menerimaku bukan?? aku tahu kamu menyayangi Rayhan begitu pula aku yang menyayangi Rio dan juga Leon" ucap Harold lagi. Luna menengok, menatap ketiga bocah itu yang terlihat sangat bahagia. Jika ia menolak Harold, ia tidak tega melihat wajah bahagia ketiganya berubah menjadi kekecewaan. Tapi bagaimana dengan perasaan nya?? bagaimana dengan yang Harold bisikkan tadi?? Luna dilanda dilema besar, ia harus menjawab saat ini juga.


Luna memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas sebelum ia menjawab "ya aku mau" jawaban yang ditunggu ketiga bocah itu akhirnya terucap dari mulut Luna membuat ketiganya loncat kegirangan.

__ADS_1


"terimakasih Luna, terimakasih" ucap Harold langsung memeluk Luna. Luna tersenyum kaku, ia berharap keputusan kali ini tidaklah salah, ia sama sekali tidak ingin gagal untuk kedua kalinya dalam rumah tangga. Setelah lamaran Harold pada Luna, mereka semua bercerita dan bercanda hingga larut malam. tapi tidak dengan Luna, Luna lebih banyak diam ia hanya menemani mereka tanpa ingin ikut dalam candaan mereka, ia asik bergelut dengan pikiran nya sendiri hingga tanpa sengaja Leon menatapnya "bunda ada apa??" tanya Leon.


"e-eh ga ada apa-apa kok le,, bunda hanya lelah saja" ucap Luna.


"istirahat aja Bun klo lelah." saran Leon.


"atau mau Leon antar ke kamar??" tawarnya lagi


"ga usah le,, kamu lanjutin aja disini. Bunda ke kamar dulu yaa." ucap Luna sambil beranjak.


"ohiya kalian jangan tidur terlalu larut yaa." sambung nya lagi

__ADS_1


"siap Bun" jawab keempat laki-laki itu sambil memberi hormat kepada Luna membuatnya geleng-geleng kepala dan meninggalkan mereka semua


__ADS_2