
Luna dibuat kaget dengan sikap Harold. Luna pikir Harold akan meminta haknya sebagai seorang suami.
"Abang bisa tidur di ranjang jika Abang mau" ucap Luna cepat.
Harold yang baru saja duduk di sofa langsung menoleh ke arah Luna. "apa kamu yakin mau tidur seranjang denganku??" tanya Harold
"eehhmm i-iya bang" jawab Luna gugup.
"lagipula kan sekarang kita suami istri" lanjutnya lagi sambil berjalan kearah sisi ranjang yang masih menggunakan handuk sebatas paha.
Melihat Luna yang duduk di pinggir ranjang, Harold langsung menghampirinya dan duduk disebelah nya. "apa kamu sedang menggodaku sekarang??" tanya Harold semakin memepetkan dirinya pada Luna.
"e-eh maaf bang, aku lupa. aku tidak bermaksud menggoda Abang." jawab Luna sambil berdiri.
"aku akan pakai bajuku sekarang." lanjutnya lagi sambil melangkah, baru ingin melangkah Harold sudah menarik tangan Luna dan membuatnya jatuh dipangkuan Harold . Mata Meraka saling bertemu, Harold tersenyum melihat wajah Luna yang sudah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"apa aku boleh meminta hak ku??" tanya Harold masih menatap mata Luna. Jantung Luna berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. "apa yang harus aku jawab??" tidak mungkin aku menolaknya" tanya Luna dalam hati pada dirinya sendiri.
Luna hanya mengangguk kepalanya pertanda setuju. Melihat jawaban dari Luna perlahan Harold mendekat bibirnya pada bibir Luna, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ciuman yang menuntut lebih, Luna yang juga terbuai hanya dapat pasrah atas semua perlakuan Harold. Erangan demi erangan yang keluar dari bibir manis Luna membuat Harold tidak tahan, ia langsung menyatukan tubuhnya dengan Luna membuat Luna mengerang hebat. Saat ini dalam kamar tersebut dipenuhi dengan erangan nikmat keduanya. tingga tiba-tiba....
"ini nikmat sekali, aku sudah lama tidak merasakan yang senikmat ini Hana. kamu memang selalu memuaskanku..." rancu Harold sambil terus menggempur tubuh Luna
"aku sangat mencintaimu, Hana" rancunya lagi sambil memejamkan matanya menikmati permainannya dengan Luna.
"Hana??" tanya Luna dalam hatinya..
"bahkan ketika sedang melakukannya denganku saja, kamu hanya mengingatkan mendiang istrimu. apa kamu bisa mencintaiku bang??" Luna Terus bertanya dalam hatinya membuat air matanya semakin deras mengalir. Tak lama kemudian erangan hebat keluar dari mulut Harold pertanda laki-laki itu sudah mencapai puncaknya, tubuh Luna bergetar hebat menerima cairan yang Harold keluar. Sambil mengatur nafasnya Harold melihat Luna yang berada di bawahnya, betapa terkejutnya ia melihat Luna yang sudah bergelimang air mata.
"kenapa kamu menangis?? apakah aku terlalu kasar??" tanya Harold sambil melepaskan penyatuannya dengan Luna dan berpindah tempat kesamping Luna.
"tidak bang, aku ga apa-apa kok" jawab Luna sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"aku ke kamar mandi dulu" lanjutnya lagi sambil beranjak dan memungut handuk yang tadi Harold buang begitu saja. Ia memilih pergi ke kamar mandi dan berendam sejak untuk menenangkan dirinya.
"apa aku salah??" tanya Harold pada dirinya sendiri. Ia bingung ada apa dengan Luna, tapi tak lama kemudian ia mengingat-ingat kejadian barusan dan ia meretuki dirinya sendiri ketika ia sadar jika ia menyebut nama mendiang istrinya ketika permainan mereka tadi dan ia sadar itu melukai perasaan Luna. Wanita mana yang tidak terluka jika sedang memadu kasih laki-laki nya justru menyebut nama wanita lain??
Harold menyesali perbuatannya dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi.
"lun, apa kamu masih lama??" tanya nya yang berada di depan pintu kamar mandi.
"ada yang ingin aku bicarakan." lanjutnya lagi sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam, padahal Luna sudah satu jam berada di dalam, dengan berpikir panjang akhirnya Harold memutuskan untuk mendobrak pintunya.
"urusan nanti lah jika ia marah" ucap Harold sambil mendobrak pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya ia melihat Luna yang tertidur didalam. Dengan perlahan Harold mengangkat tubuh Luna dan memindahkannya ke ranjang, diselimutinya tubuh polos luna setelah itu iapun ikut masuk kedalam selimut yang sama.
"maafkan aku" lirih Harold sambil mencium kening Luna dan memeluknya. Tak lama kemudian Harold pun ikut terlelap masih sambil memeluk Luna.
__ADS_1