
"dad bisakah hari ini kita jalan-jalan ke taman bermain??" tanya Rayhan ketika mereka semua sedang sarapan bersama.
"baiklah, habiskan sarapan kalian dan kita berangkat." jawab Harold ditanggapi semangat oleh ketiga bocah itu. Luna hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan mereka.
"silahkan masuk" Harold membukakan pintu mobil untuk Luna sambil tersenyum manis yang membuat Luna dan ketiga bocah itu kaget melihat sikap Harold. "kesurupan setan apa orang ini??" tanya Luna dalam hatinya.
Sepanjang perjalanan Harold hanya fokus menyetir,, ia memikirkan apa yang ia lakukan tadi. Berbeda dengan Luna, Rio, Leon dan Rayhan yang tampang bercanda ria. Sesampainya di taman bermain Harold masih diam saja, ia hanya mengikuti ketiga bocah itu bermain, hingga akhirnya..
bruuuuukkk...
Seseorang menabrak Luna dari arah yang berlawanan hingga hampir membuatnya terjatuh, Untung saja Harold berada tak jauh dibelakang Luna dan dengan sigap menahan tubuhnya. "bisakah anda berjalan dengan hati-hati??" tanya Harold dengan marahnya.
"maaf saya tidak sengaja,, sekali lagi maafkan saya nyonya" sesal orang tersebut.
"ga apa-apa kok,, lain kali hati-hati" sahut Luna. Setelah meminta maaf orang tersebut melanjutkan jalan nya.
"kamu ga apa-apa kan?? ada yg sakit ga??" tanya Harold dengan khawatir.
__ADS_1
"aku ga apa-apa kok,, makasih yaa..." Luna tersenyum manis pada Harold yang membuat Harold salah tingkah.
"dad aku lapar,, kita makan dulu yaa..." pinta Rayhan, lalu mereka pergi ke sebuah restoran yang ada di taman bermain tersebut.
"setelah makan kita main Bombom car yuuk." ajak Rio ketika mereka sedang makan.
"ide bagus tuh, kita main sendiri-sendiri yaa..." ucap Harold yang tak kalah semangat nya seperti bocah.
Selesai makan siang mereka langsung menuju wahana bom-bom car, dan langsung menaikinya satu persatu. saling tabrak dan tertawa bersama, Harold yang selalu mengincar untuk menabrak Luna dan Luna yang selalu menghindar membuat mereka tertawa lepas seperti anak ABG. sedangkan Rio, Leon dan Rayhan hanya bermain sambil memperhatikan kedua orang tua mereka sambil tersenyum penuh arti.
"kamu curang, bang" pekik Luna ketika mereka telah selesai bermain.
"aku kan pria normal jadi aku incar kamu lah." jawab Harold enteng.
"hah? maksudnya??" tanya Luna lagi.
"udah ga usah dibahas,, mau main apa lagi ni??" Harold mengalihkan pertanyaan.
__ADS_1
"kalian aja yang main yaa... bunda tunggu dibangku itu" ucap Luna sambil menunjuk salah satu bangku yang berada disitu .
"dih ga bisa gitu dong Bun,, ayo kita main Arum jeram" ucap Leon sambil menarik tangan sang bunda, mau tidak mau Luna mengikuti keinginan sang anak. Mereka menaiki satu perahu bersama bermain Arum jeram yang berakhir basah kuyup terkena cipratan air.
"kamu sih le pake main ini segala, kita jadi basah kuyup kan ni." ucap Luna.
"maaf yaa Bun,, habis seru sih." sahut Leon
"udah udah,, sekarang kita cari toko baju dulu. kita ganti pakaian kita." Harold menengahi mereka.
Keluar dari toko pakaian mereka semua memakai baju couple. "ih lucu, kita jadi kaya keluarga bahagia yaa... pake baju nya samaan gini." ucap Rayhan senang.
"dad pinjam handphone dong." lanjut Rayhan lagi.
"untuk apa son??" tanya Harold.
"pinjem aja dulu dad." sahut rayhan sambil mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
"mas tolong fotoin kita dong." ucap Rayhan pada salah satu karyawan taman bermain tersebut yang kebetulan lewat di depan mereka. Dan akhirnya mereka pun berfoto bersama dengan beberapa pose.
"nah sekarang Daddy sama bunda bergaya yaa...." ucap Rayhan santai sambil mengarahkan kamera handphone nya membuat Luna dan Harold melongo.