Istri Pilihan Anakku

Istri Pilihan Anakku
episode 56


__ADS_3

hingga akhirnya...


"pak bisakah kita cari toilet umum sebentar??" tanya Luna pada sang supir yang mampu membuat Harold menoleh kearahnya.


"baik nyonya" singkat sang supir.


"sebaiknya kita sekalian mampir ke minimarket." sahut Harold


"ada yang Abang butuhkan??"


"aku sedikit haus, apa kamu tidak haus setelah perjalanan kita yang cukup jauh??" tanyanya


"haus sih" lirih Luna.


sesampainya di minimarket, Luna berpamitan untuk ke toilet dan langsung turun dari mobil di ikuti oleh Harold.


"biar aku antar." lantang nya membuat Luna mengerutkan keningnya.


"tidak usah bang,, Deket kok." jawab Luna sambil menunjuk toilet umum yang tak jauh dari tempat nya berdiri


"atau Abang mau ke toilet juga??"

__ADS_1


"tidak. hanya ingin mengantarmu saja." ucapan Harold sukses membuat Luna melongo.


"ayoo.." ajak Harold sambil merangkul pinggang Luna membuat Luna menoleh menatap tak percaya pada sang suami dan itu mampu membuat Harold tersenyum gemas.


Setelah sampai di depan toilet, Harold benar-benar menunggu sang istri hingga selesai tanpa berpindah tempat sedikitpun.


"sudah??" tanya nya ketika melihat Luna keluar dari toilet yang hanya dibalas anggukan oleh Luna .


"yasudah ayo... temanin aku beli minuman" tak lupa pula Harold merangkul lagi pinggang sang istri seolah ingin menunjukkan kepada semua orang jika Luna hanyalah miliknya.


"kamu mau minum apa??" tanya Harold ketika sudah sampai di dalam minimarket.


"mau sekalian beli cemilan ga?? perjalanan kita masih jauh banget loh..."


"ga usah deh bang,, aku ga terlalu suka ngemil." jawab Luna


"yasudah nanti kalau kamu laper, bilang aja yaa... kita cari tempat makan dulu." perhatian Harold


iya bang,, makasih ya..." sahut Luna sambil tersenyum manis, ia tidak menyangka jika Harold bisa bersikap semanis ini padanya.


"kenapa harus berterimakasih?? aku suami kamu loh,, jangan selalu mengucapkan terimakasih ya...." ucap Harold sambil mengacak-acak rambut luna yang sukses membuat pipi Luna merona. Dan itu juga mampu membuat pengunjung lain memperhatikan mereka yang terlihat seperti sangat saling mencintai.

__ADS_1


Setelah membeli minuman mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka dan ketika di dalam mobil Harold kembali lagi sibuk dengan handphone nya membuat Luna menjadi heran dengan sikap sang suami. "apa Abang manis ke aku cuma ketika di depan orang aja??" itulah 1pertanyaan yang berputar-putar di otak Luna sekarang. Ia memilih melihat pemandangan di luar jendela dari pada melihat sang suami yang sibuk dengan handphone nya.


"maaf yaaa jadi cuekin kamu..." ucap Harold tiba-tiba sambil menggenggam tangan Luna yang berada disampingnya.


Luna menoleh ke arah Harold dan tersenyum "ga apa-apa kok bang."


"maaf ya tadi aku harus mengecek email masuk dan itu banyak banget " jelas Harold.


"kayanya nanti Abang bakal sibuk banget yaa..." Luna seperti mengejek


"tenang aja, sesibuk-sibuknya aku, aku akan usahakan luangin waktu buat kamu." ucapnya


"atau kamu boleh ikut aku ke kantor dan kemanapun aku pergi " lanjutnya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"tidak usah bang,, aku tidak mau mengganggu pekerjaan Abang." tolak Luna


"kamu kan bukan anak kecil yang harus di gendong jadi ga akan ganggu aku lah." jelas Harold


"aku mau selama anak-anak masih di kampung, kamu selalu ikut aku kemanapun aku pergi. Sekalian biar kita bisa mengenal lebih dalam lagi satu sama lain dan kamu juga bisa belajar cinta sama aku." paksa Harold membuat Luna melongo .


sebenarnya.....

__ADS_1


__ADS_2