Istriku Orang Rimba

Istriku Orang Rimba
Kena Semprot Mertua


__ADS_3

Zul hanya bisa tersenyum masam dan memilih diam saja.


“Waduh dasar emak-emak laknat, di mana-mana sama saja. Dia kira ini novel Dewa Perang apa? Awalnya menantunya pura-pura miskin dan juga pura-pura lemah, yang ternyata adalah CEO dan memiliki kekuatan yang menggetarkan langit. Kau salah Mak, aku ini memang miskin dari sononya, bahkan saat tawuran antar kampung saja, pulang-pulang bonyok!” gerutu Zul dalam hati. “Tapi satu hal Mak, aku ini good boy yang berkamuflase menjadi bad boy!” gumamnya lagi.


“Jangan kau pasang tampang memelas begitulah, asal kau bahagiakan Eza dengan sepenuh hati dan dengan segenap jiwa ragamu. Lautan kau seberangi dan pegunungan kau tersangkut tak bisa pergi lagi. Maka kami akan merawatmu juga seperti kami merawat Eza dengan baik!” kata Pitung yang tiba-tiba muncul di sebelah mereka dengan senyum cerah.


“Apakah mertuaku adalah Immortal, Swordman atau jangan-jangan jelmaan Thor, karena fisiknya sangat mumpuni, dia sepertinya tahu aku akan melarikan diri dari tempat terkutuk ini,” gumam Zul tercengang dengan ucapan ayah mertuanya itu.


“Hahaha ... kau terlalu memujiku, Nak. Aku lelaki biasa sama sepertimu.” Pitung berkata lagi.


“Eh, dia tahu lagi isi pikiranku. Jangan-jangan—”


“Jangan-jangan apa?” tebak Pitung karena wajah Zul tampak sedang bergumam pada dirinya sendiri.


“Dukun Sakti!” gumam Zul dengan ekspresi wajah terkejut.

__ADS_1


“Ah, kau ini. Mana mungkin aku ini dukun,” katanya lagi yang membuat Zul tak berani berspekulasi lagi.


Beleza tahu ayah dan emaknya sedang mengerjai suaminya yang sampai berwajah pucat begitu, sehingga kadar ketampanannya menurun sedikit.


“Ayah... lihat-lihat, Eza cantik, kan?”


Beleza mencoba mengalihkan perhatian Pitung padanya agar Zul tampannya bisa menghela nafas dalam-dalam dan menenangkan pikirannya.


“Kau sungguh hebat Nak Zul. Baru satu malam saja kalian membuat gempa buatan di pondok. Kini Eza telah berubah jadi Syantikkkk kayak Syahrini begini.” Pitung tersenyum bahagia melihat penampilan Beleza.


“Kami menunda malam pengantin, ayah!” sela Beleza dengan ekspresi wajah lesu.


Dia menatap Zul dengan sorotan mata tajam yang membuat bulu kuduk Zul berdiri, seperti Kucing yang habis tercebur ke dalam got saja.


Zul berpikir keras, bagaimana caranya agar tidak mendapatkan kartu merah dari ibu mertuanya itu, kemudian seberkas cahaya lampu neon muncul di benak Zul.

__ADS_1


Zul segera melompat ke depan Nucifera dan mencium kakinya. “Ampun Mak, nanti malam kami akan melakukan Praktik Kerja Lapangan dengan membuat gempa bumi buatan di pondok sebesar 0,01 Skala Richter. Tadi malam aku kelelahan dan aku berjanji Beleza pasti akan melahirkan bayi setampan diriku!” Dia berkilah agar tidak dihukum mertuanya.


Zul masih trauma dengan kejadian kemarin, di mana ia hampir dijadikan persembahan pada penunggu hutan dan juga hampir di penggal oleh Udin. Belum lagi Jarjit yang menempeleng kepalanya sehingga muncul bintang-bintang kecil di benaknya saking sakitnya—untung saja Malin dengan cepat menolongnya.


Nucifera dan Pitung terheran-heran melihat tingkah menantu mereka tersebut, mereka merasa Zul ini rada-rada konslet pikirannya. Namun, bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur dan Beleza sudah menganggapnya Pangeran berkuda putih yang turun dari Bulan—sehingga mereka harus menerimanya apa adanya saja.


“Cih, aku maunya cucu perempuan agar cantik seperti Eza dan tak sudi punya cucu mirip denganmu!” sahut Nucifera dengan culas.


“Kau itu pria, bro. Jangan bertekuk lutut pada wanita. Kalau ingin membuktikan kamu itu layak menjadi menantu kami, kamu cukup membuat Eza nyaman besamamu.”


Pitung menarik tubuh Zul agar berdiri kembali. Walaupun ia adalah Panglima Suku Rimba, tetapi sifatnya sangat baik dan jarang memarahi anak buahnya. Berbanding terbalik dengan istrinya yang bahkan berani melawan Ketua Himpunan Wanita Kece Suku Rimba, istri Kepala Suku.


Sikapnya yang keras kepala itu membuatnya dijuluki sebagai pemimpin bayangan. Dia mirip dengan Danzo Shimura yang merupakan Hokage Bayangan, yang bisa bertindak dibalik layar mengatur desa Konoha di serial anime Naruto.


“Baiklah aku maklum, kau baru pulih kemarin. Malam ini mau tak mau, kalian harus melakukan ritual itu. Jangan sampai terlewatkan, kecuali kau itu ingin menjadi manusia setengah matang, tak jelas apakah laki atau perempuan!” ancam Nucifera.

__ADS_1


Zul hanya mengangguk saja, bersuara saja berat rasanya. Mulutnya seperti terkunci saat berhadapan dengan ibu mertuanya itu. Berbeda sekali saat berhadapan dengan emaknya di kampung, Zul masih bisa bersilat lidah walaupun ujung-ujungnya gagang sapu akan melayang ke keningnya.


“Nah, gitu dong. Pria itu harus kuat, baik itu menghadapi musuh atau mengahadapi bos rumah tangga hahaha ....” Pitung tertawa terkekeh-kekeh.


__ADS_2