Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Pergi dari kehidupan mas ikhsan


__ADS_3

Tanpa aku duga. mas ikhsan mengecup bibirku dengan lembut. jantungku berdegup dengan kencang. aku merasakan suhu tubuhku naik. ini adalah ciuman pertamaku. aku tidak tahu harus berbuat apa? aku hanya bisa diam menikmati sensasi yang mas ikhsan berikan.


Semakin lama kecupan itu semakin menuntut. sehingga tanpa aku sadari bahwa aku sudah mengikuti permainan itu. aku sudah membuka bibirku dan lidah mas ikhsan sudah bermain di setiap rongga mulutku.


Dia mulai membuka pakaianku. dengan bibirnya yang tak terlepas dari bibirku. setelah berhasil membuka pakaianku. kurasakan tangannya yang sudah mulai aktif disetiap tubuh sensitifku.


Kini tangan mas ikhsan sudah bermain di ke-dua aset berhargaku. sehingga membuat aku mengeluarkan *******. aku benar-benar dibuat melayang. tubuhku terasa begitu ringan.


"Nia, apakah kamu benar-benar sudah siap?" tanyanya dengan nafas memburu. aku melihat dia sudah terbakar oleh hasratnya yang ingin segera di tuntaskan.


"Aku siap mas. aku siap lahir dan batin." jawabku dengan keyakinan. dia tersenyum mendengar Jawabanku. maka dia segera memulai kembali aksinya.


Setelah puas bermain di ke-dua aset berhargaku itu.dia segera membuka seluruh pakaiannya. aku melihat kepemilikan mas ikhsan yang sudah tegak menantang. ada rasa takut diahtiku. aku membayangkan bagaimana benda itu memasuki tubuhku.


Kini mas ikhsan sudah membuka kedua pahaku dia akan memulai penyatuan. aku yang merasa cemas, maka aku menutup mata, agar rasa takutku tak begitu kurasakan.


Dia mulai mendorong tubuhnya dengan perlahan. namun benda pusakanya itu yang memang ukuran cukup jumbo. maka kesulitan untuk menembus aset berhargaku. kembali dia mendorong agak lebih kuat lagi. sehingga aku merasakan rasa nyeri aku menutup mulutku agar suaraku tidak keluar.


Aku merasakan benda pusakanya sudah berada di tubuhku. kembali dia mendorong hingga masuk sempurna. setelah merasa sudah amblas kedalam. maka mas ikhsan memberhentikan sejenak. dia menatap wajahku dengan senyum bahagia. dia mengecup kening, mata, dan juga bibirku.

__ADS_1


"Apakah masih terasa sakit sayang?" tanyanya dengan lembut. aku hanya mengangguk dan memeluk tubuhnya dengan erat, entah kenapa aku tidak sanggup untuk bertatapan dengan mata bening itu.


"Kamu tahan sedikit ya. mas akan melakukannya dengan pelan." ujarnya kembali sembari mengecup bibirku.


Aku mengangguk. dia kembali menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. sehingga rasa nyeri itu berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa. kini aku sudah merasakan indahnya surga dunia.


Gerakan mas ikhsan semakin kuat sehingga menimbulkan erangan dan ******* yang keluar dari bibirku. dan aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar tapi aku tidak tahu apa itu. sehingga aku merasakan nikmat percintaan yang sebenarnya.


Semakin aku mend***h. maka mas ikhsan semakin gencar gerakannya. akhirnya dia ambruk di atas tubuhku.


Mas ikhsan merebahkan tubuhnya di sampingku. dia memeluk tubuhku sembari mengecup seluruh wajahku. "Terimakasih ya, kamu sudah menjaganya untuk aku." aku hanya mengangguk aku tidak tahu entah kenapa perasaan sedihku datang lagi.


'Mungkin aku memang harus pergi dari kehidupan kamu mas. ya, aku tidak ingin menghalangi kebahagiaan kamu. semoga dengan kepergianku kamu bisa hidup bahagia. sekarang aku sudah menyerahkan diriku kepadmu tidak ada lagi penyesalan dalam diriku. dan aku sangat berharap sekali. percintaan kita malam ini akan ada janin dirahimku. aku sangat menginginkan anak dari kamu mas. jika aku tidak bisa memiliki kamu. tetapi aku berharap bisa memiliki anak dari kamu. Biarlah akan aku simpan kenangan terindah ini didalam sanubariku.' gumamku dalam hati sembari mengusap lembut punggung mas ikhsan.


***


Kini pagi sudah menjelang. aku segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dan sholat subuh. aku segera mengemasi barang-barangku. aku menatap wajah suamiku untuk yang terakhir kalinya. 'Aku pamit mas. maaf jika aku pergi tidak memberi tahu kamu. tapi ini lebih baik. jika aku bicara langsung denganmu, maka aku tidak akan bisa pergi meninggalkan kamu mas. semoga kamu bahagia mas. aku sangat mencintai kamu.' aku mengecup kening dan bibir mas ikhsan untuk terakhir kalinya. dan aku segera keluar dari kamar itu.


Aku melihat bahwa rumah masih sepi. segera aku keluar dari rumah keluarga suamiku. rumah ini tidak memberiku kenyamanan. aku keluar dari gerbang rumah itu dengan perlahan sehingga tak ada yang mengetahui kepergianku.

__ADS_1


Aku menyusuri jalanan kota itu. aku tidak tahu harus pergi kemana. aku yang memang seorang wanita buta huruf. maka aku tidak bisa membaca arah jalan yang sedang aku tempuh ini. aku mencoba menanyakan kepada seseorang dimana aku bisa menaiki Bus yang menuju kampung tempat tinggal aku dan ibuku.


Beruntung sekali orang itu sangat baik. dia mengantarkan aku hingga terminal bus. maka aku tidak perlu cemas lagi. dan aku segera membeli tiket bus untuk menuju ke kampung itu.


***


Kini aku sudah sampai di kampung dimana aku dilahirkan dan juga dibesarkan oleh ibuku. aku tidak langsung pulang ke kediaman ibu Asih. tetapi aku menuju ke makam ibuku dulu. aku sangat rindu dengan ibu.


Setelah sampai di pemakaman. aku segera duduk disamping batu nisan ibu. "Assalamualaikum.. ibu apa kabar? semoga Allah selalu melapangkan kubur ibu ya? Bu, aku kengen sekali dengan ibu. aku ingin sekali memeluk ibu. maaf ya Bu, aku baru bisa jenguk ibu sekarang. tapi mulai hari ini aku janji akan sering jenguk ibu disini."


"Bu, jangan sedih ya. aku bahagia menikah dengan mas ikhsan, yaitu Pria pilihan ibu dan juga pria yang aku cintai. aku kembali lagi kesini bukan karena aku tidak bahagia Bu. tapi aku hanya ingin memberikan kebahagiaan mas ikhsan. ibu kan tahu. tidak semua orang bisa mencintai pasangannya, begitu juga dengan suamiku Bu. dia sangat baik denganku. tetapi dia tidak bahagia Bu. maka aku melepaskan dia. ibu jangan marah ya! sudah. ibu tenang saja aku tidak akan bersedih. bahkan aku sangat bahagia bisa menikah dengan pria yang aku cintai. aku tidak akan menyesal Bu. tidak akan."


Aku membawa batu nisan ibu bicara. aku tahu ibu pasti mendengarkan curahan hatiku. semoga ibu bisa tenang dan tidak bersedih. karena aku memang tidak menyesali pernikahanku. biarlah aku menyimpan semua rasa cintaku kepada suamiku sampai kapanpun. mungkin aku akan mengikuti langkah ibu yang akan hidup sendiri sampai ajal menjemputnya tanpa ada seorang pendamping.


Tapi aku berbeda dengan ibu. jika ibu memilih untuk tidak menikah dengan orang lain. itu disebabkan ibu sangat kecewa dengan masa lalunya. sedangkan aku. aku memilih untuk tetap hidup sendiri karena aku menyimpan cinta untuk suamiku sampai kapanpun.


Bersambung...


Jangan lupa dukungannya agar Author semangat Update terimakasih 🙏🥰🤗

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2