Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Orang suruhan Papa


__ADS_3

"Ini,Nia. ibu belikan kamu semua ini agar kehamilan kamu semakin sehat. kamu jangan banyak bergerak, banyak makan sayur dan buah," jelas Bu Sarah menyerahkan semua barang-barang yang ia belikan


"Ya Allah, Bu. kenapa repot2 begini," ujar Nia merasa tidak enak


"Tidak. ibu sama sekali tidak repot. ibu sangat senang bisa memberi semuanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kamu dan cucu Ibu." ujar Bu Sarah yang membuat Rania kembali heran


"Selamat siang Bu Sarah," ikhsan datang dari dalam


"Siang,Nak. kamu tidak keberatan ibu datang mengunjungi istrimu kan?" tanya Bu Sarah


"Ah, tentu saja tidak Bu. aku sangat berterima kasih karena ibu sudah mau datang ke kediaman kami yang sangat sederhana ini," balas ikhsan yang segera duduk disamping Rania


"Jangan bicara seperti itu. ibu dulu juga hidup susah seperti kalian. tapi berkat ketekunan Papimu,maka dia mendapatkan jabatan yang bagus di perusahaannya," Bu Sarah menceritakan sedikit kisah masalalu mereka.


"Benarkah,Bu? berarti ibu dan bapak dulu juga pernah hidup susah?" ujar ikhsan yang tertarik oleh cerita Bu Sarah


"Benar,Nak. dulu kami tinggal di Kalimantan. Papimu bekerja sebagai karyawan lapangan. yaitu di perusahaan batu bara.dengan kerjanya yang bagus dan dia juga banyak memahami tentang cara pengelolaan bahan dasar energi itu. maka dia diangkat sebagai manajer lapangan."


Ikhsan mendengarkan cerita Bu Sarah dengan serius. dia segera teringat oleh perusahaan orangtuanya yang ada di Kalimantan.


"Maaf Bu, jika aku lancang. apakah ibu tinggal berdua saja dengan bapak? soalnya beberapa kali aku datang tidak pernah melihat keberadaan orang lain selain Ibu dan bapak. apakah semua anak-anak ibu berada diluar kota?" tanya ikhsan yang masih penasaran dengan kehidupan orangtua angkatnya itu


Bu Sarah menghela nafas panjang. dia menatap ikhsan dengan dalam. ada sesuatu yang ingin dia bicarakan,namun lidahnya terasa kelu


"Ya, kami hanya tinggal berdua saja. kami sebenarnya mempunyai seorang anak.dengan susah payah kami merawatnya semenjak dalam kandungan hingga dia lahir ke dunia. ibu yang diagnosa penyakit tumor rahim oleh dokter. maka dilarang untuk hamil. namun ibu masih tetap bersikukuh mempertahankan kehamilan ibu. hingga akhirnya ibu berhasil melahirkan bayi itu, walaupun dengan penjagaan yang ekstra yaitu dari ibu maupun dokter.


Bersamaan dengan kelahiran bayi juga di angkatnya rahim ibu. karena sel tumor sudah berkembang,maka ibu harus merelakan suatu hal berharga dalam kehidupan ibu." dengan mata berkaca-kaca Bu Sarah menceritakan tentang masalalunya


"Ah, maaf,Bu. jika pertanyaanku sudah membuat ibu bersedih," sesal ikhsan

__ADS_1


"Tidak apa-apa,Nak. ibu juga merasa lega sudah berbagi cerita dengan kalian."


Setelah cukup lama ngobrol. Bu Sarah memasak bahan yang tadi ia beli. Rania dan ikhsan merasa sangat sungkan atas segala kebaikan istri dari bos nya itu. Bu Sarah begitu bahagia.ia merasa mengurus anak dan menantunya sendiri.


"Bu, sudahlah. biar mas ikhsan saja yang mengerjakannya. kami benar-benar sangat tidak enak,Bu. kenapa ibu jadi repot begini," ujar Nia duduk di hadapan Bu Sarah yang sedang memotong sayuran.


"Tidak,Nak. ibu sangat senang melakukan ini semua. ibu ingin menantu dan cucu ibu sehat. kamu harus banyak makan yang bergizi. sebenarnya ibu sangat berharap kamu dan ikhsan tinggal bersama kami," ujar Bu Sarah.


***


Kini sudah lebih satu minggu setelah Nia bedrest. dan dokter sudah menyatakan bahwa kandungan Rania baik-baik saja. kondisi janinnya juga sehat dan perkembangannya juga bagus.


Ikhsan juga sudah mulai bekerja kembali.ia merasa sangat berterima kasih atas segala kebaikan orangtua angkatnya itu yang telah banyak membantu dalam menjaga Rania. Bu Sarah dengan suka rela setiap hari datang hanya demi memasak dan menemani Rania.


Sore ini ikhsan buru-buru pulang dari kantor. dia minta izin pada pak Bowo untuk pulang lebih awal, karena dia akan membawa Nia kontrol ke RS.


Saat ikhsan sedang memacu sepeda motornya di tempat sepi, ia di pepet oleh sebuah mobil pribadi sehingga membuat Pria itu menepikan sepeda motornya.ia segera turun dari motornya dan menghampiri mobil itu


Dengan rahang mengeras dan tangan yang sudah mengempal ikhsan menghindar dari mereka. "Mau apa kalian?!"


"Tuan, kami di perintah oleh Tuan besar untuk membawa anda pulang," ujar salah seorang dari mereka


"Heh! jangan mimpi kalian bisa membawaku pulang!" balas ikhsan dengan tatapan mematikan


Salah seorang dari mereka memberi kode untuk melakukan perlawanan. ikhsan yang memang pandai dalam ilmu bela diri. dia menghadang serangan demi serangan. beberapa diantaranya ada yang tersungkur.


sudah cukup lama mereka unjuk keahlian dalam ilmu bela diri. ikhsan tak kunjung menyerah dia masih bisa bebas dari serangan orang suruhan papanya itu.


Namun saat mereka sedang sibuk dengan baku hantam salah seorang dari mereka menyerang ikhsan dari belakang dan menutup wajahnya dengan sapu tangan sehingga ikhsan merasakan pengelihatannya buram dan ia tak ingat apapun lagi.

__ADS_1


***


*Sementara itu di kontrakan*


Rania masih mondar-mandir sembari sesekali menatap keluar berharap sosok yang ia tunggu muncul. namun semua sia-sia. ikhsan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Berulang kali Nia mencoba menghubungi no ponsel suaminya namun tak kunjung aktif. ya, Nia dan ikhsan memang diberikan ponsel oleh Bu Sarah dan pak Bowo, dengan alasan agar mereka lebih mudah menghubungi ikhsan jika ada keperluan mendesak di perusahaan.


Dengan pikiran kalut Rania masih mencoba menelpon sang suami. akhirnya dia tak sanggup menahan sesak di dadanya. karena ini pertama kalinya ikhsan pulang terlalu lama dari jam kantor. sehingga jadwal kontrolnya pun sudah terlewatkan.


Rania menangis dibalik jendela kamar sembari menatap keluar. entah kenapa pikirannya tidak tenang. "Mas, kamu dimana? kenapa sampai sekarang belum juga pulang,Mas. hiks..." gumam Nia duduk sembari memangku kedua lututnya.


Entah sudah berapa lama Nia menangisi sang suami. sehingga dia tidak sanggup memendamnya sendiri.ia segera mencari kontak Pak Bowo. dan menelpon orangtua angkatnya itu. sebenarnya ia merasa tidak enak tapi Nia hanya ingin memastikan bahwa suaminya sedang baik-baik saja bersama bos-nya itu.


Ya,Nia. ada apa?" tanya pak Bowo


"Maaf,Pak. aku mengganggu waktu istirahat Bapak. aku hanya ingin memastikan. apakah Mas ikhsan, sedang bersama Bapak?"


Ikhsan? bukankah tadi jam setengah empat dia sudah izin untuk pulang. ujar pak Bowo dengan nada terkejut


"Ya Allah... Pak, apakah Bapak serius? tapi sampai sekarang Mas ikhsan belum pulang. pak, aku mohon bantu aku buat cari mas ikhsan,Pak." ucap Nia dengan isaknya


Nia, kamu tenang ya. Bapak akan mencarinya sekarang. bapak akan menyuruh supir untuk menjemput kamu.


Nia hanya diam sembari menangis sesenggukan. rasa takut mulai menjalar dihatinya.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰🤗

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2