
Setelah mendapatkan uang dari Andre, aku segera menuju ke terminal bus. karena hari sudah sore maka diperkirakan aku sampai malam di kampung istriku itu. yaitu juga kampung nenekku.
Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istriku. aku tersenyum menatap jalanan ke kampung itu, ini kali pertama aku menaiki angkutan umum, ternyata asyik juga.aku menikmati musik yang diputar dalam bus itu, hingga rasa kantukku datang, dan aku tertidur entah berapa lama. sehingga aku dibangunkan oleh seseorang bahwa bus yang aku tumpangi sudah sampai di terminal.
Aku segera turun dan mencari tukang ojek. untuk mengantarkan aku kerumah Bu Asih. yaitu ibu angkat Rania. sebenarnya aku ingin membelikan Rania oleh2 tapi aku tidak tahu dia menyukai apa. maka aku berpikir nanti saja aku belikan setelah bertemu dengannya.
Akhirnya aku sampai diruamah Bu Asih sekitar jam setengah sembilan malam. aku masih ragu untuk mengetuk pintu rumah itu. aku takut jika Nia akan marah kepadaku, karena aku sudah terlalu lama meninggalkan dia. mungkin dia mengira bahwa aku sengaja tidak mencarinya.
Dengan keyakinan yang kuat. aku segera mengetuk pintu rumah itu. walaupun Nia akan marah kepadaku. aku akan meminta maaf kepadanya, aku menyadari kesalahanku karena mempercayai rekayasa orangtuaku.
Entah beberapa kali aku mengetuk pintu itu. namun tidak ada jawaban. aku merasa bahwa Rania sangat marah kepadaku. dengan rasa takut aku mencoba berpikir apa yang harus aku lakukan.
Namun tanpa aku duga. terdengar suara seseorang membukakan pintu. dan dia memanggil namaku. aku segera mencari asal suara itu. jantungku Kembali berdebar saat menatap mata teduh itu. aku tak kuasa menahan rasa rinduku. segera kupeluk tubuh itu. namun aku merasakan bahwa tubuh Rania sangat kurus.
Aku sempat berpikir selama aku pergi Rania mendapatkan perlakuan tidak baik oleh keluargaku.
POV Ikhsan dan Rania END
***
Setelah membuat teh, Rania segera meletakkan teh hangat itu dihadapan suaminya. Nia menatap wajah lelah sang suami. Nia benar2 tidak menyangka bahwa dia akan bertemu kembali dengan Pria yang sangat dia cintai itu. Nia ingin sekali memeluk tubuh yang selama ini ia rindukan.
"Mas, ayo minum tehnya dulu. apakah mas ikhsan sudah makan?" tanya Nia kepada suaminya.
__ADS_1
Ikhsan tidak menjawab pertanyaan Nia. dia menggeser duduknya agar lebih merapat kepada sang istri. dan membuat jantung Rania berdegup tak menentu.ternyata sebulan lebih mereka berpisah membuat dua insan itu kembali jatuh cinta, sehingga jantung mereka saling berdegup tak ber irama.
"Nia, kenapa sekarang kamu terlihat sangat kurus sekali? apa yang mereka lakukan saat aku pergi selama ini. apakah mereka menyakiti kamu?" tanya ikhsan, sembari menggenggam tangan Rania.
"Mereka siapa mas? tidak ada yang menyakiti aku. aku Kurus begini karena selera makanku sedang bermasalah." jawab Nia dengan jujur
"Tapi kenapa kamu pergi tidak berpamitan denganku. apakah Bu Asih memang sakit keras?" tanya ikhsan kembali. dia menatap wajah istrinya dengan dalam dia sangat merindukan wanita yang ada di hadapannya itu. ikhsan ingin sekali mengecup bibir itu. tetapi dia masih tidak mempunyai keberanian. semenjak perpisahan itu terjadi, rasa percaya diri untuk menyentuh Nia, kembali hilang.
Nia hanya diam mendengarkan pertanyaan sang suami. dia bingung harus menjawab apa? haruskah dia mengatakan yang sebenarnya. dan menanyakan kepada suaminya itu bahwa dia memang tidak bahagia menikah dengannya.
"Mas, aku sengaja pergi dari kehidupan kamu, aku tidak mau menghalangi kebahagiaan kamu mas. aku tahu bahwa kamu tidak mencintai aku, jadi mas tidak perlu memikirkan aku lagi. kamu sudah memenuhi permintaan ibu untuk menikahi aku. tapi aku juga tidak bisa hidup bersama orang yang tidak mencintai aku. aku tahu bahwa kebahagiaan kamu ada bersama Sofi. maaf jika aku sudah menjadi penghalang kebahagiaan kamu mas!" jelas Nia kepada ikhsan dia tertunduk, tidak berani menatap mata bening suaminya itu.
"Kenapa kamu semudah itu menyimpulkannya Nia? apakah kamu tidak pernah merasakan bagaimana perasaan aku kepadamu? bahkan aku yang mempunyai pikiran seperti itu. kamu tahu kenapa aku tidak pernah menyentuhmu saat itu? itu karena aku takut jika kamu belum bisa menerima aku. dan aku tidak ingin membuatmu Takut saat tidur satu kamar denganku."
"Apa maksud kamu mas. aku masih belum mengerti?" tanya Nia
"Nia, dari awal pertemuan kita saat aku menolongmu waktu itu. sebenarnya aku sudah jatuh cinta kepadamu. tapi aku segera menyingkirkan perasaan itu, karena saat itu aku sudah menjalin hubungan dengan Sofi. namun takdir menyatukan kita dalam sebuah ikatan pernikahan. kamu Tahu? aku tidak pernah menyesal telah menikahi kamu. bahkan aku sangat bahagia dengan pernikahan itu. tetapi aku takut malah sebaliknya. kamulah orang yang tidak bahagia menikah denganku."
Ikhsan menyatakan perasaannya kepada Rania. dan wanita hamil itu masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. Rania tak kuasa menahan tangisnya. dia segera masuk kedalam pelukan ikhsan. dan suaminya itu membalas pelukan Rania dengan mesra.
"Kenapa kamu menangis Nia. apakah kamu tidak suka mendengarkan ungkapan perasaanku? kalau begitu aku minta maaf ya. tapi aku hanya ingin kamu tahu perasaanku yang sebenarnya." ucap ikhsan sembari mengusap rambut Nia dengan lembut
"Mas, aku menangis bukan karena aku tidak suka dengan ungkapan perasaanmu. tetapi aku sangat bahagia mendengarnya. karena aku juga sangat mencintai kamu mas." akhirnya Rania mengatakan perasaannya kepada ikhsan.
__ADS_1
"Kamu. kamu serius sayang? apakah aku tidak salah mendengarnya? coba katakan sekali lagi Nia. aku ingin mendengarnya kembali!" lirih ikhsan melerai pelukannya dan menatap wajah Rania dengan lekat.
"Aku serius mas. aku juga sangat mencintai kamu. aku juga telah jatuh cinta saat pertemuan pertama kita." jawab Lyra dengan suara manjanya
"Alhamdulillah ya Allah. ternyata engkau benar-benar telah menguji perasaan kami."
"Sayang, aku berjanji akan membahagiakan kamu. walaupun sekarang aku sudah tidak menjadi orang kaya lagi. tapi aku janji akan selalu menyayangi kamu dan bertanggung jawab penuh terhadap kamu. aku akan berusaha untuk sukses dengan jerih payahku sendiri. kamu jangan pernah takut ya!" ujar ikhsan meyakinkan Rania.
Sementara Nia masih mentelaah semua kata2 sang suami. tidak menjadi kaya lagi? akan menjadi sukses dengan jerih payahnya sendiri? apa maksud ikhsan mengatakan hal itu. bukankah dia adalah seorang direktur utama di perusahaan keluarganya?
"Apa maksud kamu mas?" akhirnya Nia menanyakan apa yang sedang menjadi tanda tanya dalam hatinya.
Ikhsan segera menceritakan semuanya kepada Rania. dan akhirnya Nia baru menyadari bahwa cinta suaminya itu begitu besar kepadanya sehingga dia rela meninggalkan kemewahan yang telah diberikan oleh orangtuanya, itu semua dia lakukan Hanya untuk bisa hidup bersama dirinya seorang gadis miskin dan juga tidak berpendidikan.
"Mas, Terimakasih ya atas segala pengorbanannya. kamu telah membuktikan bahwa rasa cinta kamu begitu besar kepadaku. maaf jika aku sudah salah sangka kepadamu. aku janji mas akan ikut kemanapun kamu pergi." Rania kembali memeluk ikhsan dengan erat. dia benar-benar bahagia malam ini
Ikhsan mengecup kening Nia. dan dia memberanikan untuk menyentuh bibir Rania, setelah mengetahui perasaan sang istri maka rasa berani itu kembali ada.
Bersambung....
Jangan lupa dukungannya ya agar Author semangat Update, terimakasih 🙏🥰🤗
Happy reading 🥰
__ADS_1