Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Mengetahui yang sebenarnya


__ADS_3

Kini pagi sudah menjelang. Ikhsan yang sedari malam tidak bisa tidur. ia duduk sembari mengempal tangannya dengan kaki menjuntai ke bawah dari ranjangnya. matanya tak lepas dari pintu kamar itu.


Cklekk!


Pintu kamar itu terbuka. ikhsan segera berdiri ia melihat tuan Amarzoni masuk bersama istrinya, dan beberapa orang bodyguard di belakangnya.


"Apa yang Papa lakukan? kenapa kalian mengurungku disini?" tanya ikhsan dengan tidak sabar


"Ikhsan, Papa harus lakukan ini. karena kami tidak ingin kamu masih bersama wanita itu. kamu benar-benar membuat malu orangtuamu. bagaimana bisa kamu seorang direktur utama hidup tidak jelas diluaran sana!"


"Hahahaha..... malu? hei, apa yang kalian malukan?aku tidak membawa nama kalian dalam identitasku. aku hanya menjadi diriku sendiri. sudahlah Pa,Ma. aku minta biarkan aku pergi sekarang. aku tidak mau istriku merasa cemas, aku harus menemuinya sekarang!"


"Tidak! kamu tidak akan pergi kemana-mana. mulai sekarang kamu harus bisa melupakan wanita kampung yang tidak berpendidikan itu!"


Ucapan Amarzoni membuat darah ikhsan mendidih. matanya sudah memerah. dengan rahang mengeras


Buugg! Buuugh!


Ikhsan menghantam tembok kamar itu dengan keras "Dengar Pa! jangan pernah menghina Istriku. dia adalah wanita yang aku cintai. apapun keadaannya aku akan tetap mencintainya!!"


Teriakkan ikhsan kepada sang Papa. manik matanya terlihat begitu menakutkan, andai saja yang bicara bukanlah Papanya maka saat itu juga dia akan melenyapkan orang itu


"Ikhsan. buka mata kamu,Nak. dia tidak pantas untuk kamu. mulai sekarang kamu harus bisa melupakan wanita itu!" kini giliran Mama Lena yang berbicara


"Apa! melupakannya? hahahaha..... permintaan yang sangat lucu sekali. Hahaha... ini benar-benar lucu. apakah aku tidak salah dengar? coba ulangi lagi Ma. hahaha..." ikhsan tertawa seperti orang hilang akal


"Dengar ikhsan! kamu tidak akan bisa keluar dari kamar ini. lebih baik kami mengurungmu disini daripada kami membiarkan kamu bertemu lagi dengan wanita itu!" ujar Papa Zoni dengan tegas


Ikhsan tersenyum sinis.dia segera keluar dari kamar, namun para bodyguard itu sudah menghadang di depan pintu. ikhsan memberi Bogeman mentah di wajah salah satu Pria bertubuh tinggi itu sehingga tubuh itu oleng


Namun karena mereka terlalu banyak tidak sebanding dengan dirinya maka ikhsan mudah dikalahkan dengan cara pengeroyokan. kini ikhsan di seret masuk kembali di dalam kamar dengan kedua tangannya dipegangi oleh orang suruhan Amarzoni itu


"Dengar ikhsan. sekali lagi Papa peringatkan!kamu lupakan wanita itu. mulailah dengan kehidupan barumu," tegas Zoni pada putranya


"Apa maksud Papa?" tanya ikhsan tidak mengerti


"Kamu lupakan wanita itu,dan menikahlah dengan Sofi!"

__ADS_1


"Fuih.. jangan mimpi,Pa. aku tidak akan pernah menikahi Sofi!"


"Baik, kalau begitu nikmati saja hari-harimu di dalam kamar ini. ayo Ma, kita keluar!"


Amarzoni membawa istrinya keluar. dan memerintahkan orang suruhannya itu menjaga di depan pintu kamar dari luar.


"Hei, dengar! sampai matipun aku dikamar ini, aku tidak akan pernah mau menikah dengan siapapun. aku akan tetap mencintai Rania. ya, hanya dia Istriku satu-satunya, tidak akan pernah ada yang lain...!" teriak ikhsan dari dalam kamar itu.


***


Sementara itu di kediaman pak Bowo.


Pagi ini Rania masih menangis. dia belum makan apapun dari semalam. pikirannya benar-benar kacau. rasa takut,cemas, menghantuinya.


"Nak, kamu harus makan sekarang. kamu harus memikirkan bayimu. dia harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup,kamu jangan stress. itu akan berakibat buruk padanya. kalau seperti ini,ikhsan akan sedih melihat kondisi kamu," ucap Bu Sarah juga tak kuasa menahan air matanya


"Mi, aku takut terjadi hal buruk pada,Mas Ikhsan. aku sangat merindukannya. hiks..."


"Tenanglah,Nak. kita akan terus mencarinya. Mami juga sangat takut kehilangannya. kamu juga sudah tahu bahwa dia adalah putra kami satu-satunya." Mami Sarah memeluk Rania. tangis mereka pecah


Flashback


Dulu mereka hidup dalam kesederhanaan. namun suaminya yang begitu tekun dan rajin dalam bekerja. maka dia diangkat sebagai manajer lapangan di salah satu perusahaan tambang batubara.


Setelah menjabat sebagai manajer lapangan maka ekonomi mereka sudah mulai membaik. Sarah dan Bowo punya keinginan untuk melakukan program hamil. karena mereka sudah lima tahun menikah belum diberikan keturunan.


Waktu begitu cepat berlalu. sudah dua tahun lamanya mereka melakukan program hamil namun belum juga membuahkan hasil. Sarah belum juga hamil. hingga akhirnya mereka memutuskan untuk program bayi tabung.


Tepat enam bulan mereka berproses bayi tabung. akhirnya Sarah dinyatakan hamil oleh dokter. itu benar-benar hal yang sangat membahagiakan oleh kedua pasangan suami istri itu.


Namun saat kandungan Sarah menginjak usia dua bulan. Sarah sering merasakan sakit luar biasa. dan akhirnya dari hasil pemeriksaan Sarah mengidap kista ovarium. yaitu tumor jinak, namun tumor itu bisa berkembang pesat jika bayi dirahim Sarah tidak bertahan.


Karena tumor dan bayi sama-sama tumbuh. maka sang bayi dikalahkan oleh tumor itu. kehamilan Sarah baru tiga bulan tapi perutnya membesar sudah seperti sembilan bulan. maka Sarah harus melakukan operasi pengangkatan tumor jinak itu.


Dengan segala Do'a mereka panjatkan untuk keselamatan Sarah dan janin yang ada dalam rahimnya, karena dokter bilang jika janin itu kuat maka dia akan bertahan. namun jika lemah janin akan keluar. maka bersamaan akan di angkat bersama tumor itu.


Alhamdulillah janin itu bertahan dirahim Sarah. dan operasi juga berjalan dengan lancar. akhirnya bayi itu berhasil menempati rahim sang ibu dengan bebas. hingga di usia kehamilan Sarah memasuki delapan bulan.

__ADS_1


Mereka kembali diberikan cobaan. yaitu tumor itu tumbuh kembali. namun kali ini bayi sudah lebih besar darinya. tetapi Sarah selalu merasakan sakit yang luar biasa. hingga pada akhirnya dokter memutuskan agar Sarah melahirkan prematur dengan cara operasi Caesar. dengan sekaligus pengangkatan kedua indung telur rahim Sarah.


Karena Sarah melahirkan prematur. maka bayi harus dirawat di inkubator selama beberapa Minggu. saat itulah mereka lengah. ada seseorang mengambil bayi mereka di RS. dari rekaman cctv orang itu menggunakan masker wajahnya tidak kelihatan.


Namun Bowo dan Sarah masih mengenali putra mereka dengan tanda yang ada di siku sebelah kanan. dan tahi lalat di dagu sebelah kanan.


Saat itu Sarah benar-benar depresi. sehingga kejiwaannya terguncang. Sarah selalu larut dalam halusinasinya. maka Bowo memutuskan untuk pergi membawa sarah dari kota itu agar Sarah bisa pulih kembali. karena sudah beberapa bulan polisi melakukan pencarian tetapi tidak membuahkan hasil.


Dan akhirnya Bowo memutuskan untuk membawa sarah ke Sumatra. disanalah mereka merintis usaha dari nol. dan lambat laun kejiwaan Sarah sudah mulai stabil dengan perawatan khusus dari dokter.


Hingga akhirnya usaha Bowo berkembang pesat dan mendirikan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang ritel di kota itu. Bowo ingin sekali mengangkat seorang anak. tetapi istrinya menolak. dia masih berharap sang putra akan kembali pada mereka.


Hingga suatu hari Bowo bertemu dengan seorang pemuda yang membantunya saat dia dijambret. saat pertama Bowo menatap wajah ikhsan. darahnya berdesir ia merasakan ada ikatan batin diantara mereka, apalagi saat Bowo melihat tahi lalat di dagu ikhsan.


Namun dia masih ragu maka Bowo sengaja membawa ikhsan ke klinik kantornya untuk mengobati luka ditangan Pria itu. dan Lagi-lagi Bowo dikejutkan dengan kenyataan saat baju ikhsan di gulung hingga siku dan terlihat jelas tanda lahir itu.


Maka Bowo meminta pada dokter klinik itu untuk menyimpan sampel darah yang ada di kapas pembersih luka ikhsan untuk dilakukan tes DNA.


Dan disanalah Bowo dan Sarah mengetahui yang sebenarnya. namun mereka masih menyembunyikan dari ikhsan. mereka ingin mencari tahu siapa orangtua ikhsan yang sebenarnya.


Dari KTP. mereka juga curiga melihat pekerjaan ikhsan yang menjabat sebagai direktur. maka mereka akan mencari tahu sendiri siapa orang yang telah menculik ikhsan dari mereka. Bowo benar-benar sakit hati dia akan memenjarakan orang itu.


Flashback off


"Nia, boleh Papi tanya sesuatu padamu?" tanya Bowo pada Rania yang masih dalam pelukan Mami Sarah


"Apa,Pi?"


"Apakah kamu tidak ingin menceritakan semua tentang kehidupan kamu dan ikhsan pada kami? karena sampai sekarang Papi belum tahu yang sebenarnya identitas ikhsan," ujar Papi Bowo


Nia menatap Mami Sarah dan Papi Bowo. namun dia teringat dengan ucapan sang suami untuk menyembunyikan identitas mereka. tetapi Nia berpikir tidak ada salahnya dia menceritakan semuanya pada kedua orangtua kandung suaminya itu.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya ya 🙏🤗


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2