
Nia yang selalu ingin bermanja pada ikhsan. bahkan untuk beranjak ke kamar mandi saja tak ia izinkan. "Sayang,aku ingin ke kamar mandi sebentar," ucap ikhsan
"Aku ikut,Mas..." ucap Nia sembari bergelayut manua di lengan ikhsan
"Ya ampun,Sayang. kamu ini aneh banget deh! ngapain ikut ke kamar mandi. kamu mau nungguin aku BAB?" tanya ikhsan dengan heran
"Iya,nggak masalah.yaudah yuk," ajak Nia yang semakin membuat ikhsan tak mengerti.
"Nggak, kamu nggak boleh ikut. aku hanya buang air sebentar, Sayang! lagipula dokter sudah bilang, kamu tidak boleh banyak bergerak," tolak ikhsan
"Aku ikut... huuuaa....hiks." kembali tangis wanita itu pecah
Pria itu menjadi panik dan berusaha untuk menenangkan sang istri. "Ssht... udah dong sayang. jangan nangis begini,"
"Kamu jahat banget,Mas.pokoknya aku ingin ikut kemana kamu pergi.aku tidak ingin ditinggalkan.aku hanya ikut ke kamar mandi, dokter bilang aku hanya di izinkan ke kamar mandi saja. jadi apa alasannya aku tidak boleh ikut kamu!" ujar Nia masih mode ngambek seperti anak kecil
Ikhsan semakin heran melihat sikap Rania yang mendadak manja dan cengeng seperti itu. mungkin hormonnya sedang tidak stabil.
"Baiklah. tapi ada syaratnya," ucap ikhsan mengalah
"Apa syaratnya,Mas?"
"Tunggu diluar,"
__ADS_1
"Baiklah, tidak masalah. tapi pintu kamar mandinya nggak boleh dikunci!" balas Nia
"Ya,ya.. baiklah." ikhsan menggelengkan kepalanya, segera menuju kamar mandi dengan tangan Rania yang masih bergelayut di lengannya. namun saat ia ingin masuk kamar mandi.
Tok...Tok...!
Terdengar suara ketukan pintu. ikhsan benar2 merasa lega. "ada tamu,Sayang.ayo buka pintunya!" titah ikhsan dengan senyum kelegaan
"Kamu saja,Mas." balas Nia
"Ya ampun,Sayang. aku lagi sakit perut, ayo buka pintunya dengan pelan-pelan. mungkin itu Bu Sarah yang datang," ujar ikhsan
"Hah? kamu serius,Mas?" tanya Nia sembari melepaskan tangannya dari lengan sang suami.
Akhirnya Rania beranjak membukakan pintu.dan ikhsan tersenyum senang serasa buronan lepas dari cengkeraman ibu Kapolda.
"Assalamualaikum...."
"Wa'alaikumsalam... Rania segera membukakan pintu
"Hai, kamu Rania,kan?" tanya seorang wanita paruh baya.walaupun sudah di makan usia tapi kecantikannya masih tercetak sempurna diwajahnya.
"I-iya,Bu." Nia segera menyalami tangan Bu Sarah. "silahkan masuk," ujar Nia dengan ramah sembari menggelar tikar santai untuk tempat duduk nyonya Bowo itu. "maaf,Bu. hanya seperti ini tempat duduknya,"
__ADS_1
"Tidak apa-apa,Nak.ayo bawa sini biar ibu saja yang menggelar tikarnya. kamu jangan banyak bergerak." Bu Sarah mengambil tikar ditangan Nia.
***
Kini Rania dan Bu Sarah sedang ngobrol. wanita paruh baya itu terlihat begitu baik dan sangat perhatian pada Rania.
"Apakah kamu sudah sarapan Nia?" tanya Bu Sarah
"Sudah,Bu. tadi pagi-pagi sekali mas ikhsan sudah memasak," jawab Nia jujur
"Alhamdulillah... ikhsan itu benar-benar suami yang penyayang,dan juga sangat pengertian. sama persis seperti Papinya," ujar Bu Sarah
"Papinya? apakah ibu kenal dengan keluarga mas ikhsan?" tanya Nia penasaran
"Ah, bu-bukan,maksudnya, dia persis seperti suami Ibu, karena kamu dan ikhsan sudah kami anggap anak sendiri." jawab Bu Sarah dengan gugup.
"Iya,Bu. mas ikhsan itu benar-benar suami yang sempurna buat aku,Bu. aku sangat bersyukur memilikinya," balas Nia membenarkan ucapan Bu Sarah
"Syukurlah,Nak. semoga kalian selalu bahagia. Oya, kamu mau makan sesuatu Nia? tadi ibu banyak beli makanan buat kamu, karena biasanya wanita hamil itu suka ngemil. sebentar ya Ibu ambil dulu di mobil,"
Bu Sarah beranjak menuju mobilnya dan meminta supir untuk mengeluarkan semua barang-barang yang ia beli di pusat perbelanjaan tadi.
Bersambung....
__ADS_1
NB:Masih alon-alon ya😊 jangan lupa dukungannya agar Author semangat untuk update. kalau lihat peminatnya masih kurang author jadi melow untuk buat nulis apalagi sedang sibuk sekarang 🙏🙏🤗