Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Menemui keluarga mas ikhsan


__ADS_3

Kini malam telah menjelang,dan acara yasinan juga sudah selesai. hanya tinggal aku dan mas ikhsan dirumah itu. aku masih duduk di atas tikar yang masih terbentang di ruang tamu.


"Ya, halo.aku masih ada urusan. dua hari lagi aku akan pulang. sudahlah Sofi, aku sedang malas ribut. aku sedang ada urusan kerja."


Aku mendengar mas ikhsan sedang menelepon dengan wanita yang bernama Sofi. siapakah wanita itu? Apakah wanita itu istrinya? atau kekasihnya yang saat itu bertemu denganku bersama mas ikhsan? entahlah aku tidak tahu yang sebenarnya. hanya bisa menebak saja. tapi jika mas ikhsan sudah menikah, apakah aku ini sudah menjadi pelakor? tidak. aku tidak mau jika itu memang benar.


"Nia, tidurlah. ini sudah malam, kamu harus istirahat, atau kamu mau makan sesuatu? biar aku carikan sebentar." ucap mas ikhsan membuyarkan lamunanku


"Ah, tidak mas. aku tidak lapar, aku masih kenyang. apakah mas ikhsan lapar?" tanyaku kembali. mungkin saja dia memang lapar karena tadi sore kami hanya makan makanan pemberian para tetangga saja. karena tradisi disini jika ada yang meninggal, maka keluarga dilarang untuk memasak selama tiga hari.


"Tidak, aku juga masih kenyang. kalau begitu tidurlah, kamu harus istirahat,agar besok kembali segar."


Aku hanya mengangguk mengikuti perintahnya. tapi aku melihat dia membaringkan tubuhnya di ruang tamu saat aku sudah beranjak ke kamar. ada perasaan sakit di batinku. kenapa suamiku tidak mau tidur satu ranjang denganku. mungkin dia tidak mencintai aku. ya, mungkin dia menikahiku hanya karena sebagai tanggung jawab dan melaksanakan amanat ibu.apakah dia terpaksa menikah denganku?


Ah, sudahlah. aku ikuti saja alur cerita hidupku ini. aku ikut maumu saja Ya Allah. karena selama ini hanya engkau yang mengatur takdirku. semoga dibalik cobaan ini, Engkau sematkan kebahagiaan yang tak terkira dalam hidupku kelak.


Aku segera membaringkan tubuhku yang terasa sangat lelah. namun aku kembali mengingat suamiku itu. aku segera mengambil kain dalam lemari. dan juga bantal. aku membawa keluar untukknya, Karena tadi aku lupa memberikannya.


Saat aku keluar kamar, aku melihat mas ikhsan sudah tertidur lelap, dengan dengkuran kecil yang menandakan bahwa dia sangat lelah. tentu saja dia lelah, karena dialah yang mengurus segala sesuatunya, dari mulai ibu masuk RS hingga pemakaman ibu. dialah orang yang berperan besar disana.


Perlahan aku mengangkat kepala mas ikhsan dan kuselipkan sebuah bantal di kepalanya,agar dia tidur dengan nyaman. mungkin tempat ini paling tidak nyaman untuknya karena aku tahu dia orang kaya. tentu saja dia sudah terbiasa tidur di kasur yang empuk dan nyaman.

__ADS_1


Setelah menyelimuti tubuhnya, aku duduk sejenak dan menatap wajah tampan itu. rasanya aku belum percaya jika sekarang aku dan mas ikhsan sudah menjadi pasangan suami istri. tapi kembali bayangan ibu hadir di pelupuk mataku.


Seandainya ibu masih ada. aku yakin ibu akan bahagia, karena pria yang ibu pilihkan untukku adalah orang yang aku cintai.


'Ibu, terimakasih sudah memilihkan aku jodoh Pria baik ini. aku tidak akan pernah menyesal dengan pilihan ibu. pokoknya apapun yang ibu lakukan untukku maka itulah yang terbaik. akan aku jalani takdir hidupku dengan sesuai rencana Allah. walaupun pada akhirnya nasibku tidak beruntung. maka tidak apa-apa Bu. aku tidak akan menyalahkan Ibu.' gumamku dalam hati


Aku kembali masuk kedalam kamarku. dan segera ku istirahatkan tubuhku yang sudah begitu lelah, sehingga tidak perlu waktu lama aku sudah berada di alam mimpi.


***


Tiga hari sudah kepergian ibu untuk menghadap sang khalik. kini waktunya mas ikhsan membawaku untuk bertemu dengan keluarganya di kota.


Pagi ini aku sudah bersiap. aku hanya membawa beberapa helai baju saja sesuai permintaan suamiku. dia melarang ku untuk membawa banyak pakaian. dan aku hanya mengikuti saja keinginannya.


"Bu, aku pergi dulu ya. aku janji akan datang kembali untuk menjenguk ibu disini. ibu baik2 ya." ujarku pada Bu Asih. aku sebenarnya sedih harus meninggalkan dia sendiri. karena Bu Asih seorang wanita mandul tak mempunyai anak. suaminya sudah meninggal tiga tahun yang lalu. maka dia hanya tinggal sendiri. di begitu menyayangi aku. dan aku juga sangat menyayanginya,dia sudah seperti ibuku sendiri.


"Bu, aku dan Nia,pamit ya. terimakasih ibu Sudah banyak membantu." ujar mas Ikhsan kepada Bu Asih. dan disambut dengan Isak tangis wanita itu.


"ikhsan, ibu mohon tolong jaga Nia dengan baik. sayangilah dia. jangan sesekali menyakitinya, karena ibu sangat tidak rela." pesan Bu Asih kepada mas ikhsan.


"Ibu, tenang saja. aku janji akan menjaga Nia dengan baik. ibu tidak perlu cemas ya."

__ADS_1


Aku segera memeluk Bu Asih. hanya Isak tangis kami yang terdengar. setelah cukup tenang aku kembali berpamitan dan segera meninggalkan wanita itu yang masih menghapus air matanya saat melepaskan kepergianku dan mas ikhsan.


***


Kini mobil yang dikendarai mas ikhsan telah sampai pada sebuah rumah yang ukurannya sangat luas. dengan bangunan dua lantai itu.


Mas ikhsan segera membawaku masuk kedalam rumah mewah itu. aku hanya diam mengikuti langkahnya. hingga langkah itu berhenti di sebuah ruangan yang cukup besar dan aku melihat cukup banyak orang yang berada diruang tamu itu.


Tanpa sengaja netraku bertemu dengan wanita yang saat itu bersepeda bersama mas ikhsan. kembali jantungku berdegup kencang. apakah aku memang sudah menjadi pelakor? apakah dia memang istri mas ikhsan? segala pertanyaan berkecamuk dalam hatiku


Mas, ikhsan membawaku untuk duduk. walaupun aku tahu semua mata menatapku dengan tatapan yang begitu sinis. aku semakin takut. tapi aku kembali menguatkan hatiku. tenanglah Nia, ini belum dimulai.jangan cengeng, karena kamu sekarang hidup sendiri. jadi harus bisa tahan banting.


"Ma, Pa. aku sengaja mengumpulkan keluarga disini dan juga keluarga Sofi. karena ada yang ingin aku bicarakan." mas ikhsan membuka percakapan dari aura dingin di ruangan itu


"Apa yang ingin kamu bicarakan ikhsan?" tanya seorang Pria yang kira2 Sudah berumur enam puluh tahun itu. aku sudah bisa menebak bahwa pria itu adalah ayahnya mas ikhsan.yaitu ayah mertuaku. ah tapi itu pengakuanku. tapi aku tidak tahu apakah dia Sudi mengakui aku sebagai menantunya?


"Pa, dia Rania istriku." akhirnya mas ikhsan memperkenalkan aku sebagai istrinya kepada seluruh keluarga yang ada disana. tentu saja pengakuan itu sontak membuat semua orang terperanjat mendengarnya.


"Apa maksud kamu ikhsan? bukankah kamu dan Sofi sebentar lagi akan bertunangan? tapi kenapa sekarang kamu mengatakan sudah menikahi wanita ini?" balas mamanya,mas ikhsan dengan nada bicara yang tinggi


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya, terimakasih 🙏🤗🥰


__ADS_2