Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Nia Kembali masuk RS


__ADS_3

Rania melepaskan diri dari pelukan Bu Sarah. dia kembali menatap kedua mertuanya itu. ia harus menceritakan semuanya kepada mereka.


"Pi,Mi. sebenarnya aku dan mas ikhsan dari kota Jakarta. pernikahan aku dan mas ikhsan tidak direstui oleh orangtuanya, itu dikarenakan aku tidak sepadan dengan mas ikhsan.


Mungkin jika Mami dan Papi tahu diriku yang sebenarnya,maka kalian juga tidak akan merestui kami," Nia berhenti dari ucapannya


"Apa itu,Nak? katakan saja?" tanya Mami Sarah penasaran


"Mi,Pi. aku adalah seorang wanita yang Buta huruf. aku juga seorang wanita yang terlahir tidak bernasab. bahkan aku tidak tahu siapa ayahku, karena aku terlahir dari hasil pemerkosaan. ibuku hamil setelah diperkosa beberapa preman mabuk.


Hingga mengakibatkan ibuku gangguan mental dan depresi hingga diakhir hayatnya beliau baru bisa menerima dan mengakui aku sebagai anaknya.


Sedari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang ibuku. karena beliau sangat membenciku. tapi sungguhpun begitu beliau tetap merawatku dan membesarkan aku walaupun dalam amarah.


Hingga suatu hari aku mengetahui kisah ibuku yang sebenarnya. dan saat itulah aku baru sadar kenapa ibu bisa membenciku sedemikian. karena beliau masih trauma dengan masalalunya.


Aku berusaha untuk menyadarkan beliau agar keluar dari masalalu itu. hingga akhirnya aku berhasil membuat ibu tersenyum dan menerima kehadiranku sebagai putrinya.


Aku sangat bahagia dan benar-benar bersyukur atas segala kasih sayang ibu yang sudah aku dapatkan. namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama.


Suatu pagi saat aku dan ibu menuju tempat kerja. seorang pengendara tidak sengaja menabrak ibuku. hingga ibu menghembuskan nafas terakhirnya di RS sakit. namun sebelum beliau meninggal ibu bicara dengan pengemudi yang menabraknya itu.


Ibu meminta pengemudi itu untuk menikahiku. dan pengemudi itu berjanji dan menerima permintaan ibu maka dia menikahiku hari itu juga setelah pemakaman ibuku," jelas Nia


"Apakah pengemudi itu adalah ikhsan?" tanya Papi Bowo


"Ya, dia mas ikhsan. dialah lelaki yang selama ini menjagaku dengan penuh kasih sayang. dialah suami yang begitu penuh tanggung jawab. dialah lelaki yang sangat aku cintai," Kembali Rania menumpahkan air matanya


Mami Sarah Kembali membawa Rania kedalam pelukannya. "Tenanglah,Nak. ikhsan pasti akan kembali pada kita. dia tidak akan mungkin membiarkan istrinya yang cantik ini bersedih,"


"Mi, Pi. apakah Mami dan Papi tidak membenciku? karena aku wanita yang banyak sekali kekurangan untuk bersanding dengan Putra Mami." ucap Rania dengan air mata masih setia jatuh


"Nia, apapun kondisi kamu. Papi dan Mami akan menerimamu, karena kamu adalah pilihan putra kami. kami akan bahagia jika kamu dan ikhsan juga bahagia," ujar Papi Bowo


"Tapi bagaimana ceritanya sehingga kamu dan ikhsan bisa berada di kota ini,Nak?" tanya Mami Sarah yang masih penasaran dengan perjalanan hidup anak dan menantunya itu.


"Kami melarikan diri dari keluarga mas ikhsan. karena mereka tidak bisa menerimaku sebagai menantunya. maka mas ikhsan memutuskan untuk meninggalkan keluarganya. dan melepaskan semua jabatannya yang sebagai seorang direktur,"


"Jadi benar ikhsan seorang direktur?" tanya Papi Bowo


"Iya,Pi."

__ADS_1


"Kalau boleh Papi tahu apa nama perusahaannya?"


Nia menatap Papi Bowo dengan bingung. karena dia tidak bisa membaca maka Nia tidak tahu apa nama perusahaan suaminya itu. tapi Nia masih ingat dengan perusahaan suaminya itu bergerak di bidang apa.


"Pi, aku tidak tahu nama perusahaan mas ikhsan. tapi yang aku tahu, perusahaan itu bergerak di bidang industri pertambangan,"


"Tambang? apakah pertambangan batubara?" tanya Papi Bowo


"Ya,ya,Pi. tambang batubara. mereka juga mempunyai cabang perusahaan di Kalimantan," balas Nia Kembali


Seketika itu juga Papi Bowo dan Mami Sarah saling bertatapan mereka larut dengan pikiran masing-masing.


"Nia, siapakah nama orangtua ikhsan?"


"Papanya bernama, Amarzoni Segaf,Mamanya . Lena Harumi, dan kedua kakaknya, Dewi dan Sinta," jelas Nia Kembali


"Br4ngs4k! berarti dia yang telah menculik Putraku. awas kamu Zoni, aku akan membuat perhitungan denganmu!" ujar Papi Bowo dengan geram


Sehingga membuat Nia heran. "Apakah Papi dan Mami mengenal mereka?"


"Ya, mereka adalah Bos dimana dulu Papimu diangkat sebagai manajer di perusahaan itu. ternyata mereka benar-benar licik!" Mami Sarah tak kalah emosi setelah mengetahui semua itu


"Apakah mungkin mas ikhsan merekalah yang menculik? karena sebelum kami sampai disini mereka juga pernah mencari mas ikhsan,"


"Ya, bisa jadi. kamu tenanglah Papi akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu." namun saat Papi Bowo ingin menelpon seseorang Rania meringis menahan sakit


"Awwh... perutku sakit sekali,Mi." ringis Nia sembari memegang perutnya


"Ya Allah, Nia. kamu kenapa,Nak?" Mami Sarah begitu cemas


"Perutku sakit,Mi."


"Ayo kita bawa Nia ke RS sekarang,Mi."


***


Kini Rania sudah berada di salah satu RS swasta yang ada di kota itu. Rania segera dibawa masuk ke ruang IGD.


"Sebentar lagi Dokter Obgyn masuk. sembari menunggu kami akan berikan obat penghilang nyeri dan pasang infus dulu ya Bu," ujar dokter umum itu


"Baiklah, Dok. tolong berikan perawatan yang terbaik untuk anak kami, Oya, Dok, apakah Dokter Yandra bisa menangani putri kami?" tanya Papi Bowo

__ADS_1


"Oh, bapak ingin dokter Yandra yang menangani?"


"Baiklah kami akan coba menghubungi beliau dulu ya,Pak,"


"Baik, katakan kepada beliau putri dari Bowo Anisman. supplier obat di RS ini," ujar Papi Bowo


"Baik, tunggu sebentar ya,Pak." dokter umum itu segera menghubungi Dr Obgyn sekaligus pemilik RS itu


***


Setelah selesai memberikan obat dan pemasangan infus. Nia sudah lebih tenang. mami Sarah selalu mendampinginya.


"Selamat pagi,Pak," seorang dokter Tampan dan masih cukup muda.


"Selamat Pagi, Dok. ah maaf jika saya mengganggu waktu Dokter," ujar Papi Bowo dan dokter itu bersalaman.


" Ah, tidak apa-apa,Pak? siapa yang sakit?" tanya dokter yang bernama Yandra itu


"Ini menantu kami,Dok. sebelumnya dia sudah pernah mengalami hal yang sama. tapi sekarang Kembali ada rembesan darah yang keluar," jelas mami Sarah


Dr Yandra mendekati Rania. "Maaf, bisa di tekuk lututnya sedikit Bu."


Rania sedikit gugup karena ini kali pertama dia diperiksa oleh dokter laki-laki. Nia masih diam sehingga mami Sarah ikut membantu menantunya itu


"Tidak apa-apa,Nak. ayo tekuk lututnya," ujar mami


"Maaf, sedikit ya." Yandra segera meraba perut Rania yang sudah mulai padat itu.


"Ini kandungan sudah penuh 16 belas minggu ya, tapi memang kandungan Bu, siapa namanya tadi?" tanya dokter tampan yang berkarisma itu bertanya dengan nada sopan ciri khas seorang dokter


"Rania,Dok." jawab Nia


"Ah, ya Bu Rania. gini Bu Rania. karena ibu pernah mengalami hal yang serupa, jadi lebih baik ibu menjalani rawat inap. agar kami bisa memantau dan merawat secara intensif agar anda kembali pulih," terang dokter itu.


Nia menatap Papi Bowo dan Mami Sarah. dia ingin minta pendapat kepada mereka.


"Sudah tidak apa-apa,Nak. kamu dirawat saja ya, nanti biar Mami yang akan selalu menjagamu," ucap mami dan papi.


"Tapi mas ikhsan gimana,Pi?" tanya Nia Kembali air matanya mengalir.


"Kamu jangan pikirkan itu dulu ya, Nak. Papi akan mengurusnya," ujar Papi.

__ADS_1


Bersambung....


Happy reading 🥰🤗


__ADS_2