
"Ini tehnya Mas." Nia meletakkan secangkir teh hangat.
"Terimakasih Sayang. ayo duduk sini." ikhsan meminum teh itu.
Nia segera duduk dan bergelayut manja di lengan sang suami.ia mencium aroma tubuh ikhsan yang masih berkeringat. "Mas, peluk," suara Nia begitu manja sembari merentangkan kedua tangannya.
"Tapi aku bau keringat Sayang." tolak ikhsan merasa risih dengan tubuhnya sendiri
"Tapi aku suka bau keringat kamu. mulai sekarang setiap kamu pulang kerja harus peluk aku dulu. soalnya suka banget Mas." jelas Rania yang membuat ikhsan mengerutkan keningnya
"Mas, nggak salah dengar? tapi bau lho Sayang. apa kamu tidak mual?"
"Tidak Mas. aku suka aroma keringat kamu." Rania
"Hmm.. baiklah Sayangku. ayo sini peluk mas sampai kamu puas." ikhsan membawa istrinya itu masuk kedalam pelukannya, dan mengecup seluruh wajah Rania.
"Mas, itu motor siapa yang kamu bawa?" tanya Nia masih dalam dekapan sang suami.
"Sayang, itu motornya Pak Bowo. apakah kamu tahu Sayang? sekarang aku tidak menjadi supir lagi,"
"Jadi kamu sudah di pecat Mas?" potong Nia
"Ya, menjadi supir aku dipecat. tapi aku mempunyai pekerjaan baru. yaitu sebagai staff data entry," jelas ikhsan
"Bagian apa itu Mas?" tanya Nia tidak mengerti
"Bagian input semua data di kantor." jawab ikhsan
"Input itu apa Mas?" tanya Nia Kembali
Ikhsan menatap Rania. dia baru menyadari bahwa istrinya itu adalah seorang buta huruf. istrinya itu tidak pernah bersekolah dari kecil. maka sudah jelas Nia tidak akan mengerti apapun yang ia jelaskan.
"Maaf ya Mas. pasti kamu bingung mau jelasin ke aku, karena aku adalah wanita buta segala pengetahuan," lirih Nia
"Kamu tahu Sayang. bahkan selama kita menikah aku tidak merasa istriku ini adalah seorang buta huruf. karena kamu begitu pintar dalam segala hal. sehingga aku lupa dengan pendidikanmu. kamu sudah cukup sempurna untuk menjadi istriku dan juga calon ibu dari anak-anakku. Terimakasih sayang." ikhsan mengecup bibir Rania dengan lembut
"Apakah Mas, tidak malu membawa istri sepertiku? apalagi saat ke pesta atau ke acara penting manapun."
"Aku tidak akan malu,apapun keadaan kamu. sungguh aku bahagia berada disampingmu," jelas ikhsan sehingga membuat mata Nia berkaca-kaca.
"Terimakasih sudah menerima segala kekuranganku Mas." Nia mengeratkan pelukannya
***
Pagi ini ikhsan sudah siap dengan stelan kantor seadanya. sembari menunggu sang istri membawakan teh, dia mengelap motor matic itu sembari memanaskan mesinnya.
__ADS_1
"Teh nya Mas." Nia
"Ya, Terimakasih Sayang." ikhsan menerima secangkir teh hangat segera menyesapnya, dan menyisakan setengahnya untuk Rania. "Ini buat kamu," ikhsan menyerahkan gelas yang berisi setengah lagi
"Tapi ini buat kamu Mas. aku nanti bisa bikin lagi," tolak Nia
"Sekarang kamu harus minum sisa dariku, agar rumah tangga kita makin awet, dan mesra." senyum ikhsan menyerahkan gelas itu sembari menyambar bibir, dan pipi Nia dengan lembut.
Kamu pintar banget buat aku bahagia Mas." senyum Nia sumringah
"Tentu dong sayang. jika pagi ini aku sudah bisa membuat kamu bahagia, maka beri hadiah suamimu ini dong,"
"Aku kasih hadiah apa mas?" tanya Nia tidak tahu
"Itu," tunjuk ikhsan dengan bibirnya
"Itu apa?" Nia
"Bibir," ikhsan
"Ya ampun Mas. padahal dari tadi kamu cap cup, aja." Nia
"Itu kan aku. tapi aku maunya kamu yang memberiku." ucap ikhsan
"Hehehe... terimakasih Sayang." ikhsan mendekap tubuh Nia. "yaudah mas berangkat sekarang ya. kamu hati-hati dirumah. jangan lupa kunci pintunya." pesan ikhsan
"Iya Mas. tapi tunggu sebentar ya Mas."
Nia segera mengambil bekal yang telah dia persiapan untuk sang suami.
"Mas, ini buat kamu. nanti makannya jangan terlambat," Nia menyerahkan kotak yang sudah berisi bekal
"Kamu sudah masak Sayang?" tanya ikhsan yang heran.
"Iya Mas, tadi setelah sholat subuh aku tidak kembali tidur, mumpung anak kamu tidak rewel maka aku memasak untuk bekal makan siang kamu."
"Terimakasih istriku sayang." ikhsan kembali menghadiahkan kecupan-kecupan hangat,dan setelah itu dia segera berangkat ke kantor.
***
Ini hari pertama ikhsan menduduki posisi sebagai staf data entry. ikhsan mendapatkan banyak ucapan selamat dari para staf-staf yang ada di kantor itu.
Tak bisa dipungkiri wajahnya yang tampan dan berkarisma, banyak membuat para wanita melirik. tetapi ikhsan sama sekali tidak tertarik dan bahkan tidak membalas lirikannya.
ikhsan memulai pekerjaannya dengan mudah, ia mengerjakan segala tugas yang diberikan. bahkan para staf yang lainnya terperangah bagaimana tangan mulus lelaki itu begitu cepat memainkan keyboard dalam mengetik.
__ADS_1
Ikhsan memang sangat mahir dalam mengetik dan juga sangat paham tanpa harus di dikte, sehingga banyak para staf mengagumi keahliannya, apalagi para wanita.
*Jam istirahat*
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga jam istirahat sudah tiba. semua para karyawan yang lainnya telah meninggalkan meja kerja mereka masing-masing.
Ikhsan membuka bekal yang di berikan oleh sang istri. dia tersenyum melihat lauk kesukaannya, yaitu ayam goreng tepung dan sambal terasi lengkap dengan lalapannya.
"Hai Mas, nggak ke kantin?" sapa seorang wanita cantik yang bernama Kiki itu.
"Tidak. saya disini saja. lagipula saya sudah dibekali makanan yang sangat lezat oleh istri saya," jelas ikhsan
"Oh.. jadi mas ikhsan sudah punya istri?" tanya wanita itu kembali.
"Sudah... aku sangat mencintai Istriku. dia adalah wanita sempurna untukku.dia tak bisa lepas dari ingatanku. bahkan rasanya aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dan segera pulang menemuinya." jelas ikhsan kembali dengan panjang lebar
"Baiklah. kalau begitu aku permisi dulu.semoga selalu bahagia." gadis itu pergi dengan wajah di tekuk
Ikhsan tersenyum. ia memang sengaja mengatakan itu. ia tidak ingin memberi celah untuk wanita lain masuk dalam kehidupannya selain Rania istri tercinta.
Ikhsan tidak ingin membuat Rania bersedih.dia juga tidak ingin menyia-nyiakan pengorbanannya. dia rela meninggalkan keluarga demi hidup bahagia bersama Rania.
Ikhsan segera menyantap masakan sang istri. soal masakan Rania tak perlu di ragukan ia sangat pandai memasak segala menu.mungkin karena Nia sudah terbiasa memasak semenjak kecil.
Setelah menghabiskan semua bekal yang diberikan istrinya. ikhsan Kembali memulai pekerjaannya.
***
* di kontrakan*
Rania baru saja selesai belanja sayur di warung terdekat. hari ini ia akan menyambut sang suami dengan menu yang enak walaupun sederhana.
Saat Nia sedang membersihkan sayuran.dia merasakan ada rembesan keluar dari jalan lahirnya. Nia segera melihat ada darah keluar sehingga membuatnya terperanjat.
"Ya Allah. apa yang terjadi padaku? apakah aku keguguran. ya Allah jaga bayiku." Nia segera berjalan dengan pelan dan menuju tempat tidurnya.
Nia mencoba untuk istirahat. dia tidak ingin segera mengabari ikhsan. dia tidak ingin membuat suaminya shock, ini juga hari pertama ikhsan bekerja.
Setelah Nia bawa istirahat. ia merasa tidak ada rembesan lagi yang keluar. tapi dia harus periksa ke dokter. tapi tunggu ikhsan pulang dulu.
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰
Happy reading 🥰
__ADS_1