Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Mendapatkan pekerjaan


__ADS_3

Pagi ini ikhsan sudah bersiap untuk mencari kerja. dia bertekad harus mendapatkan pekerjaan agar bisa memenuhi kebutuhan istri dan juga calon anaknya.


"Sayang, kamu minum susunya dulu ya. nanti saat mas pulang, kamu mau di beliin apa?" tanya ikhsan yang menyodorkan segelas susu hamil kepada Rania.


"Aku tidak ingin dibelikan apa2 mas. aku hanya ingin kamu pulang dengan selamat, walau berapapun rezeki yang kamu dapat," jawab Nia sembari menerima gelas susu yang diberikan oleh sang suami.


Ikhsan segera duduk disamping Rania yang beralaskan kasur Santai yang mereka beli semalam.


"Terimakasih ya, sayang. kamu adalah istriku yang terbaik. aku sangat mencintai kamu. semoga Do'a kamu dan juga anak kita, memudahkan aku dapat pekerjaan."


"Aamiin, Ya Allah. aku selalu mendo'akan kamu mas."


Ikhsan mengecup kening,dan bibir Rania. "Kalau begitu mas, pergi dulu ya. kamu baik2 dirumah jangan terlalu banyak bergerak, karena kandungan kamu masih rentan,"


"Iya mas. kamu hati2 ya,jangan lupa makan siang." Nia memeluk ikhsan dan menyalami tangan suaminya itu.


***


Kini ikhsan mulai memasuki setiap perusahaan-perusahaan besar yang ada di kota itu, walau tidak ada berkas lamaran yang dia bawa, tetapi ia berharap mendapatkan pekerjaan walaupun hanya sebagai CS ataupun yang lainnya asalkan ada pekerjaan tetap.


Namun kembali lagi. tak ada yang mau menerima jika tak mempunyai ijazah sarjana. atau paling minim untuk menjadi cs yaitu ijazah SMA sederajat.


Tidak terasa waktu berjalan. kini sudah jam setengah lima sore. ikhsan belum makan apapun dari tadi siang. dia duduk di bawah pohon rindang yang ada di depan sebuah gedung.


Ikhsan tersenyum getir mengingat perjalanan hidupnya. dia yang seorang direktur utama di semua perusahaan Amarzoni Energi group. kini dia tak dihargai, bahkan untuk meminta pekerjaan yang paling rendah saja tak ia dapatkan.


Saat dia masih larut dalam lamunan. ada seseorang yang meminta tolong, karena dijambret. ikhsan segera berlari mengejar jambret itu.


Saat dia berhasil menangkap jambret itu. namun si jambret mengeluarkan sebuah benda tajam dan mengarahkan kepadanya.


Ikhsan terkesiap, dan berusaha untuk mengambil tas kantor yang ada di tangan jambret itu. namun dia lengah hingga tangannya mengenai benda tajam itu.


Walaupun tangannya sudah terluka, tetapi ikhsan masih berusaha untuk merebut dan melawan, hingga akhirnya jambret itu mampu ia kalahkan, dan menyerahkan tas itu kepadanya


Ikhsan segera mengembalikan tas kantor itu kepada pemiliknya. "Ini tasnya, Pak."


"Waduh Terimakasih banyak, dek. dan itu, tangan kamu berdarah. ayo masuk ke kantor dulu biar di obati."


Ikhsan mengikuti langkah Pria yang diperkirakan sudah berumur lima puluh tahun itu. setelah masuk ke dalam kantor pria itu membawa ikhsan menuju sebuah ruangan yang tertulis Klinik.

__ADS_1


Setelah selesai mengobati lukanya, ikhsan segera pamit kepada pria tua yang masih setia mendampinginya sedari tadi. pria itu juga sangat dihormati oleh semua karyawan di perusahaan. apakah dia pemilik perusahaan itu?


"Pak, Terimakasih untuk pengobatannya. kalau begitu saya pamit dulu," ucap ikhsan


"Tunggu dulu, Nak. ini ada sedikit uang untuk pengobatan luka kamu itu," Pria itu memberikan ikhsan uang.


"Tidak. terimakasih,Pak. saya tidak minta imbalan apapun. jika karena luka ini, saya rasa sudah tidak apa-apa. kalau begitu saya pamit dulu." ikhsan segera melangkah keluar dari kantor itu.


"Tunggu dulu,Nak!" suara pria itu menghentikan langkah ikhsan


"Ya, ada apa, Pak?"


"Jika kamu tidak ingin saya beri uang. apakah ada yang bisa saya bantu untuk kamu?" tanya pria tua itu kembali.


Ikhsan segera mendekat. "Pak, saya hanya butuh pekerjaan. jika bapak mempunyai pekerjaan untuk saya, maka saya sangat berterima kasih."


"Apakah kamu mempunyai surat lamaran? atau ijazah pendidikan terakhir?" tanya bapak itu kembali


"Saya tidak mempunyai berkas lamaran apapun,pak. karena surat2 pendidikan saya tertinggal di kampung."


Bapak itu terdiam sejenak. "Apakah kamu mempunyai kartu tanda penduduk."


Seketika kening bapak itu berkerut, dan menatap ikhsan dengan seksama, dia memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung rambut. setelah ia melihat KTP ikhsan


"Apakah kamu seorang direktur?" tanya bapak itu, sehingga membuat ikhsan terkesiap. dia juga melupakan status pekerjaannya yang tertera di kartu tanda penduduk miliknya itu.


"Bu-bukan. itu hanya salah ketik saat pembuatannya, Pak. rencananya mau saya perbarui, karena saya juga ingin membuat kartu keluarga, maka sekalian akan saya ubah status pekerjaan dan juga status perkawinan." jelas ikhsan meyakinkan bapak itu.


"Baiklah, apakah kamu bisa nyetir?"


"Bisa, Pak, bisa." jawab ikhsan dengan semangat


"Baiklah, mulai besok kamu menjadi supir pribadi saya. ini kartu nama saya, datanglah besok sebelum jam delapan pagi." Pria itu menyerahkan sebuah kartu namanya.


"Alhamdulillah... terimakasih banyak,Pak. saya akan datang besok pagi. kalau begitu saya permisi untuk pulang dulu, Pak." ucap ikhsan dan diikuti anggukkan oleh bapak yang bernama Wibowo itu.


***


Ikhsan sangat senang. di tengah perjalanan pulang ia selalu mengukir senyum. ia sudah tidak sabar ingin menyampaikan kabar bahagia ini kepada istri tercintanya.

__ADS_1


Sebelum ikhsan mencari angkot.dia terlebih dahulu membelikan Rania buah2an dengan bekal uang makan siangnya tadi.


Ikhsan sudah tidak merasakan lapar lagi. dia begitu senang dan bahagia karena mendapatkan pekerjaan itu. ia baru merasakan, ternyata beginilah rasanya menjadi orang kecil saat mendapatkan pekerjaan yang sangat dia butuhkan.


***


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..." Rania bergegas membuka pintu saat mendengar suara yang sangat dia rindukan itu. padahal baru beberapa jam dia tak menatap wajah tampan suaminya itu. rasanya Nia sudah rindu berat.


"Mas, kamu sudah pulang." Nia menyalami tangan sang suami. tetapi matanya membulat sempurna karena melihat tangan ikhsan sudah berperban.


"Ya Allah, mas. kamu kenapa? apa yang terjadi? apakah ada luka yang lain?" tanya Rania memberondong, sembari membalikkan tubuh sang suami untuk mencari jika ada luka yang lain di tubuh itu.


Ikhsan menutup pintu rumah kontrakan itu. lalu mendekap tubuh Rania dengan dalam. ternyata apa yang dirasakan Rania sama dengan dirinya. ikhsan sangat merindukan istri polosnya itu.


"Tenanglah,Sayang.aku tidak apa-apa. ini hanya luka kecil biasa." ucapnya


"Tapi apa yang terjadi, Mas?" tanya Nia


Ikhsan membawa Nia untuk duduk. lalu dia menceritakan kejadian insiden kecil yang melukai tangannya.


"Dan apakah kamu tahu sayang? ada hal yang membuat aku bahagia sehingga luka kecil ini tak aku rasakan."


"Apa itu, Mas?"


"Aku diterima bekerja sebagai supir pribadi seorang direktur yang tadi aku bantu."


"Alhamdulillah... aku seneng banget, Mas. semoga ini adalah awal yang baik untuk kita. semoga rezeki kamu selalu lancar ya, Mas," Nia memeluk ikhsan Kembali


"Aamiin... ini semua berkat Do'a istriku dan juga anakku." ikhsan mengusap perut datar Rania.


"Apakah kamu sudah makan? ini mas, bawain kamu buah,kamu pasti suka," ikhsan menyerah kantong plastik yang berisi buah2an itu.


"Ya ampun. kamu beliin aku buah manggis,mas? aku seneng banget, karena aku sudah lama pengen buah manggis, Terimakasih ya, Mas."


"Sama2 sayang. aku tahu dengan keinginan kamu, karena hati kita sama." Ikhsan kembali memeluk dan mencium Rania dengan penuh kasih sayang


Bersambung...

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2