
Akhirnya mas ikhsan menceritakan semuanya kepada keluarganya. dan wanita yang bernama Sofi itu mendekati mas ikhsan. dia tidak terima atas segala keputusan yang mas ikhsan ambil yaitu telah menikahi aku tanpa persetujuan darinya.
"Kenapa kamu tega mas?! kenapa semudah ini kamu mengambil keputusan? apakah kamu tidak memikirkan perasaanku? aku minta kamu segera ceraikan wanita ini! aku tahu kamu tidak mencintainya mas! untuk apa kamu menikahi wanita yang tidak kamu cintai? jika kamu ingin bertanggung jawab atas nasibnya. kamu bisa memberikan dia uang untuk memenuhi kebutuhannya!" ujar wanita itu dengan lantang di tengah-tengah keluarga itu.
Hatiku benar2 sakit saat wanita itu mengatakan bahwa mas ikhsan tidak mencintaiku. tapi aku sangat mencintai suamiku ini. apakah aku harus merelakan mas ikhsan untuk Sofi. karena aku tahu jika mereka memang saling cinta.
"Mama, setuju apa yang dikatakan oleh Sofi itu San. jika kamu ingin bertanggung jawab atas segala amanat ibunya. kamu bisa memberikan dia uang setiap bulannya. sampai dia mendapatkan jodohnya kembali."
Tes..
Air mataku menetes saat mendengarkan bahwa orangtua mas ikhsan juga mendukung permintaan Sofi. aku tahu mereka tidak ada yang menginginkan aku. aku tahu, bahwa diriku memang tidak sepadan dengan suamiku.
Ya Allah, aku mohon kuatkan aku dalam menerima keputusan apapun yang diambil oleh suamiku. aku serahkan semuanya kepadamu ya Rabb. aku tidak akan melawan takdirMu.
Mas ikhsan menatapku, aku hanya bisa menundukkan wajahku. aku tidak berani menatap mata bening yang meneduhkan itu. aku tahu dia akan mengambil keputusan. aku harus siap. lagipula untuk apa aku berada di tengah-tengah keluarga yang tak menganggap kehadiranku.
Saat aku masih fokus dengan pikiranku. aku merasakan tanganku digenggam oleh suamiku. dan perasaan haruku semakin menjadi. aku tidak tahu arti dari genggaman ini. apakah dia akan meminta maaf kepadaku bahwa dia akan menceraikan aku saat ini juga. aku memberanikan diri untuk menatap wajah suamiku yang beberapa hari ini telah membersamai aku.
"Maaf untuk semua keluarga yang ada di sini! aku tidak bisa menceraikan istriku. karena prinsipku aku akan menikah hanya satu kali dalam hidupku. dan aku juga tidak bisa melanggar amanat dari almarhumah ibu mertuaku. aku akan menjaga Nia, sampai kapanpun. walaupun saat ini belum ada cinta diantara kami. tapi aku yakin seiring berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh sendirinya. dan untuk Sofi. aku benar-benar minta maaf. mungkin kita memang tidak berjodoh. semoga om, dan Tante. dapat memahami dengan keputusan aku ini."
Aku kembali menatap keseriusan mas ikhsan saat mengutarakan kata2 yang baru saja aku dengar. rasanya aku ingin sekali memeluk suamiku ini. jangan katakan cinta diantara kita belum tumbuh mas. aku sudah sangat mencintai kamu. tapi aku akan selalu sabar dan ikhlas menunggu cintamu ada untukku. terimakasih suamiku. aku sangat bahagia mendengar keputusanmu. sungguh aku sangat bahagia. itulah ungkapan terimakasihku kepada mas ikhsan. walaupun hanya dalam hati.
__ADS_1
"Hahahaha.... kamu bercanda kan mas? kamu bercanda sayang. kamu tidak akan mungkin bisa melupakan aku. karena kita saling mencintai. dan kamu wanita ja**Ng! kamu berani sekali mengambil mas ikhsan dari tanganku..! dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi!!!!"
"Sofi hentikan! lepaskan tanganmu. kamu jangan pernah menyakiti Nia. aku minta kamu mengertilah dan coba untuk menerima kenyataan!"
Mas ikhsan, menahan tangan Sofi saat dia ingin menyakiti aku. mas ikhsan, meminta gadis itu untuk memahami kenyataan yang ada saat ini. aku melihat wanita itu sudah seperti orang kehilangan akal.
"Ayo sekarang kita pulang Sayang!" ucap orangtua Sofi. "Mas, Zoni. aku benar-benar kecewa atas semua kelakuan anak kamu. kalian telah mencoreng malu pada keluargaku. ingat! aku tidak akan tinggal diam segala sakit yang anakku terima atas kelakuan anakmu. aku akan mencabut izin kerjasama perusahaan kita!!" Ujar ayah Sofi kepada papanya mas ikhsan.
Kini Sofi dan keluarganya telah pergi. dan hanya tinggal keluarga suamiku yang masih berada di ruang tamu. mereka masih menatapku dengan tatapan penuh amarah. ternyata mas ikhsan anak lelaki satu-satunya dari tiga bersaudara.
"Siapa tadi namamu?" tanya mama mas ikhsan kepadaku.
"Namaku Rania, Bu." jawab singkat sembari menundukkan wajahku
Deg!
Jantungku rasanya ingin lompat. inilah hal yang paling aku takutkan. keringat dinginku mulai keluar. dan tubuhku bergetar. nafasku terasa sesak. apa yang harus aku jawab. apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya, bahwa aku adalah wanita yang tidak pernah bersekolah dan juga seorang Buta huruf. ah, ya Allah. aku harus bagaimana?
"Dia, tamatan SMA ma."
Tiba-tiba mas ikhsan menjawab pertanyaan sang Mama. dan kembali suamiku menjadi dewa penolong bagiku. tapi kenapa mas ikhsan yang menjawab dan memberikan pernyataan palsu? apakah dia sudah tahu bahwa aku ini wanita bodoh? ah, entahlah. yang jelas aku sudah sangat berterima kasih kepadanya yang telah menyambung lidahku untuk menjawab pertanyaan mama mertuaku yang sebenarnya aku tidak sanggup untuk mengatakannya.
__ADS_1
Setelah mendengar Jawaban dari mas ikhsan. mama mertuaku berdiri dan berjalan menghampiriku. "Dengar ya Nia, kamu disini bagaikan orang asing. dan kamu juga tahu bahwa anakku menikahimu karena amanat orangtuamu, bukan karena dia mencintai kamu. jadi kamu harus bisa menempatkan dirimu. bagiku kamu bukan siapa-siapa." setelah mengucapkan itu mama segera pergi meninggalkan kami
begitu juga dengan Papa. dia meninggalkan aku dan mas ikhsan dengan tatapan kemarahan dan kekecewaan diwajahnya. dan setelah itu disusul oleh kedua kakak2 perempuan mas ikhsan dan suaminya, mereka pergi meninggalkan kami tanpa ada kata sepatah pun
Kini hanya tinggal aku dan mas ikhsan di ruang tamu itu. aku hanya diam dengan air mata yang masih menetes. aku merasakan begitu sakit atas segala kata2 Mama.
"Sudahlah. mas, harap kamu bisa untuk bersabar ya. ini memang tidak mudah bagi mereka menerima semuanya. kamu mau kan, untuk bersabar menghadapi mama dan yang lainnya. mas yakin suatu saat mereka pasti bisa menerima kamu di keluarga ini."
Aku menghela nafas berat. benar yang dikatakan mas ikhsan. bahwa ini tidak mudah bagi mereka. karena aku adalah orang asing yang tiba-tiba Hadir di tengah2 mereka. Ya, aku harus bisa bersabar menghadapi sikap mereka.
"Ya, mas. aku akan berusaha untuk bersabar. aku tahu semua memang tidak mudah."
"Terimakasih ya. kalau begitu ayo kita istirahat di kamar." aku segera mengikuti langkah suamiku.dia membawaku masuk kedalam kamarnya.
Kini aku telah berada dalam kamar sangat mewah yang pernah aku temui. aroma kamar ini begitu wangi dan nuansanya yang klasik. dengan interior design yang begitu mewah dan elegan.
"Istirahatlah. kamu pasti capek. aku ingin keluar sebentar ada perlu." ucap mas ikhsan. dan aku hanya mengangguk. sembari masih memperhatikan kamar mewah itu dari sudut ke sudut.
Bersambung....
jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰🤗
__ADS_1
happy reading
.