Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Hari pertama sebagai pemimpin perusahaan


__ADS_3

Sudah satu minggu Rania dirawat secara intensif, dan telah dinyatakan sembuh hanya tinggal pemulihan saja. sekarang mereka sudah kembali ke kediaman keluarga Bowo.


Pagi ini ikhsan sudah bersiap untuk memulai tugas baru yang akan ia emban untuk menggantikan Papi Bowo, menjabat sebagai direktur utama. di perusahaan yang bergerak di bidang retil itu.


"Sayang, kamu benaran nggak papa. mas tinggal kerja?" tanya ikhsan sembari memperbaiki dasinya.


"Tidak apa-apa,Mas. kan dirumah ada Mami," jawab Nia yang ingin membantu sang suami merapikan kancing bajunya.


"Awh..." ringis Nia menahan sakit pada bahunya


"Sayang, udah kamu duduk saja. kamu jangan banyak bergerak karena bahu kamu masih luka!" ikhsan membawa Nia untuk duduk di sofa


"Mas, aku ingin tahu tulis baca. aku ingin belajar boleh nggak?" tiba-tiba wanita itu mengutarakan keinginannya.


"Tentu saja boleh, Sayang. aku senang sekali mendengarnya. nanti aku carikan kamu guru privat ya?" balas ikhsan


"Nggak usah, Mas!"


"Loh kenapa, Sayang? katanya kamu ingin belajar?" tanya ikhsan tak mengerti


"Aku ingin belajar sama kamu saja,Mas. aku ingin kamu menjadi guruku. apakah Mas ikhsan tidak mau berbagi ilmu denganku? aku rasa meminta ilmu sedikit dari suamiku seorang sarjana ekonomi tidak ada masalah 'kan?" ujar wanita itu yang membuat suaminya sedikit tercengang


"Kamu serius mau belajar sama suamimu, Sayang?"


"Hmm, iya. kenapa Mas keberatan?"


"Bukan keberatan, Sayang. sebenarnya aku sudah lama ingin mengajarimu tetapi aku hanya tidak enak takut kamu mengira yang aneh-aneh."


"Kok begitu,Mas? tentu saja aku senang dan bahagia bisa belajar dengan suami sendiri. jadi tidak ada orang yang tahu atas segala kekuranganku."


"Baiklah,Sayang. nanti pulang kerja aku akan membeli kebutuhan belajar untuk kamu. tapi ingat kamu harus cepat pintar, jika sering melakukan kesalahan maka aku akan menghukummu!" ancam ikhsan


"Hukum? apa hukumannya,Mas?" tanya Nia penasaran


"Kalau salah sekali, mas akan cium kamu disini," ikhsan menunjuk kening Nia. "Salah dua kali, ciumannya disini, tiga kali salah, disini!" ikhsan menunjuk bibir dan dada sang istri


"Ihh... apaan hukumannya begitu! mesum banget kamu,Mas?" protes Nia

__ADS_1


"Eh nggak boleh protes hukuman dari seorang guru! itu untuk tiga kesalahan jika lebih dari itu maka hukumnya di atas ranjang!"


"Ya Allah, kenapa suami aku ini mesum sekali! gemes deh,Mas!" geram Nia menggigit bahu sang suami


"Aawh... sakit, Sayang. kenapa suka gigit sekarang? untung saja kamu lagi sakit, kalau nggak udah aku makan kamu!"


"Abisnya aku geram sama kamu,Mas. mesum!" sewot Nia


"Mesum tapi kamu suka, 'kan?" goda ikhsan kembali


"Ish... apaan sih. sana sarapan, Mas.udah ditungguin Mami dan Papi tuh!" usir Nia


"Yasudah ayo kita sarapan. kamu bisa jalan nggak? kalo nggak bisa biar aku gendong,"


"Bisa Mas. nggak usah terlalu memanjakan aku," jawab Nia sembari berdiri dibantu oleh sang suami.


"Biarin, agar kamu semakin sayang sama aku!"


"Ya ampun,Mas. aku sangat menyayangi kamu. bahkan dengan sikap kamu yang selalu memanjakan aku begini. nanti aku akan menjadi wanita manja. aku takut suatu saat kamu akan bosan dengan kemanjaan diriku," jelas Nia panjang lebar.


Ikhsan menatap Rania dengan dalam. dengan lembut ia mengecup bibir ranumnya. sembari berbisik. "Sayang, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bosan. aku sangat mencintai kamu, selagi aku masih hidup maka aku akan selalu membahagiakan kamu."


***


Pagi ini semua staff diminta untuk berkumpul di ruang rapat. ikhsan sudah berada di perusahaan bersama Papi Bowo.


Semua berkumpul. Papi segera mengumumkan bahwa Ikhsan Mahendra Anisman, adalah yang akan menggantikan dirinya yang menjabat sebagai direktur utama di perusahaan itu.


"Mulai hari ini semua tanggung jawab perusahaan. saya serahkan kepada Putra saya. jadi saya harap semua staf dan karyawan bisa patuh pada aturan dan ketentuan yang berlaku!"


Papi Bowo menyerahkan tanggung jawabnya pada ikhsan sepenuhnya. dan ikhsan juga memperkenalkan diri. Pria itu menyapa para staf dan karyawan dengan ramah. sehingga membuat mereka banyak yang begitu kagum. selain sikapnya yang ramah, wajahnya yang tampan juga banyak menarik perhatian. terkhusus bagi staf wanita.


Ikhsan bicara ramah tapi tak lepas dari sikap tegas. karena dia sudah pernah berada diposisi itu maka jiwa kepemimpinannya masih terpampang jelas.


***


Setelah selesai rapat pengalihan jabatan. ikhsan dan Papi menuju ruangannya.

__ADS_1


"San, sekarang semua perusahaan sudah menjadi tanggung jawabmu. semoga kamu mampu mengemban tugas baru ini. jika ada hal yang belum kamu mengerti maka tanyakan pada Papi,"


"Baik, Pi. aku pasti akan banyak belajar terlebih dahulu. Papi juga pasti tahu, aku baru masuk di bidang retil. karena aku terbiasa bidang industri. jadi mohon bantuan Papi untuk mengajariku," balas ikhsan


"Baiklah, Nak. Papi akan mengajarimu. ayo kita mulai sekarang!" Papi segera mengajari ikhsan tentang strategi dan visi perusahaan agar dapat berkembang lebih baik lagi.


Setelah ikhsan merasa cukup paham. Papi Bowo pamit untuk pulang. ia membiarkan ikhsan untuk mengerjakan tugas hari pertamanya menjadi pemimpin di perusahaan itu.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. ikhsan yang masih sibuk berkutat oleh tumpukan berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya, untuk memahami tentang perusahaan itu, ia dikejutkan oleh ketukan pintu ruangannya.


Tok...tok...


"Masuk!"


"Permisi Pak! ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani!" seorang sekretaris cantik nan seksi masuk kedalam ruangannya


Ikhsan membaca terlebih dahulu berkas itu sebelum ia tanda tangani. "Baiklah, saya pelajari terlebih dahulu kamu boleh keluar!" perintah ikhsan


Wanita itu seperti tidak mendengarkan ucapan ikhsan. dia termangu menatap pemimpin barunya itu.


"Maaf, apa Anda mendengar apa yang saya katakan?" tanya ikhsan kembali


"Ah, ya. a-apa tadi,Pak?" tanya wanita itu kikuk


Ikhsan menatap wanita yang bernama ildha. ia tahu bahwa sekertarisnya itu sepertinya mempunyai ketertarikan pada dirinya, karena sedari tadi sejak diruang rapat dia selalu memperhatikan dirinya.


"Keluarlah!" usir Pria itu dengan tegas


"Ba-baik,Pak. permisi!"


Ikhsan geleng-geleng kepala melihat kelakuan sekertarisnya itu. sepertinya ia harus menempatkan posisi wanita itu diluar kota, untuk menghindari hal-hal yang buruk.


Ikhsan bukan tega tetapi ia tidak ingin suatu saat wanita itu akan menjadi pengacau dalam rumah tangganya. karena sekuat apapun iman seorang lelaki jika terus digoda oleh wanita cantik dan seksi pasti akan goyah. maka lebih baik menghindari sebelum hal buruk itu terjadi.


Setelah semua tugas selesai. ikhsan segera merapikan berkas-berkas yang sedikit berantakan. ia ingin pulang dan tidak lupa janjinya pada sang istri untuk membelikan alat belajar. karena mulai nanti malam ia akan menjadi guru privat untuk istri tercintanya. ikhsan tersenyum membayangkan bagaimana ia akan memberikan hukuman pada Rania.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2