Istriku Seorang Buta Huruf

Istriku Seorang Buta Huruf
Menerima tawaran


__ADS_3

Hingga pada suatu pagi ada hal yang tak terduga, yaitu Rania menyalami tanganku saat aku hendak ke kantor. aku sangat gugup dan bahagia, karena ini pertama kalinya aku merasa menjadi suami yang sesungguhnya. aku melihat dia begitu sangat menghormati aku. maka saat aku keluar dari kamar itu. aku merasa tidak membalas perlakuannya yang sudah begitu hormat dan juga sangat manis sekali. aku mencoba meminta izin untuk mengecup keningnya,


Walaupun dia akan menolakku mentah-mentah, tapi tidak apa. yang jelas aku sudah mencobanya. semoga saja dia tidak takut dan beranggapan aneh-aneh dengan sikapku ini. dan ternyata dia mengizinkan aku. pagi itu adalah pagi yang mengesankan. dengan senyum bahagia aku keluar dari rumah untuk berangkat ke kantor. ini rasanya benar-benar mood booster buat aku.


Setelah aku sampai di kantor. aku melihat Sofi sudah berada di dalam ruanganku. ya, dia memang sudah terbiasa datang ke kantorku. tapi entah kenapa sekarang aku merasa risih dengan kehadirannya. aku sudah tidak berharap lagi dia datang menemui aku. yang aku harapkan adalah Rania lah yang akan selalu datang untuk menemani aku dan membawakan aku bekal makan siang, ah rasanya itu sangat bahagia bagiku. tapi itu tidak mungkin. karena aku belum bisa mendapatkan hati wanita yang sudah menjadi istriku itu.


"Mas ikhsan. maaf ya jika aku datang tidak mengabarimu. aku ingin bicara dengan kamu mas!" ujarnya yang berjalan mendekati aku dan tangannya bergelayut manja di leherku. aku terkesiap saat mendapatkan perlakuan itu


"Sofi, apa yang kamu lakukan? tolong jaga sikap kamu! ingatlah kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. dan aku sekarang sudah menikah!" ucapku sembari melepaskan rangkulannya dan mendorong tubuhnya agar menjauh.


"Ya, aku tahu kamu sudah menikah mas. tapi aku juga tahu bahwa kamu tidak mencintai wanita desa itu! karena kamu hanya cinta kepadaku!" ujarnya


"Mungkin kemaren2 aku memang mencintai kamu Sof, tapi sekarang aku sudah menikah. dan aku berusaha untuk mencintai istriku. aku yakin suatu saat perasaan cintaku akan tumbuh untuknya. jadi aku harap mulai sekarang kamu jangan pernah datang lagi untuk menemui aku!" jelasku kepadanya.aku sengaja mengatakan hal itu agar dia tidak merasa telah aku khianati semenjak aku bertemu dengan istriku itu yang telah membuat aku jatuh cinta saat pandangan pertama.


"Tidak Mas. aku tidak rela kamu melupakan aku begitu saja. aku ingin kita menikah. aku tidak apa-apa jika harus menjadi istri kedua kamu. karena aku tidak mau kehilangan kamu mas!" ujar Sofi yang membuat aku terkejut dengan keinginannya itu. aku mengira bahwa itu adalah permintaan yang konyol bagiku. mana mungkin aku mau menyakiti perasaan wanita yang sangat aku cintai itu.

__ADS_1


"Maaf Sof. aku tidak bisa, aku tidak ingin menyakiti perasaan istriku. dan sekali lagi aku katakan kepadamu, tolong jangan datang lagi dalam kehidupan aku dan Rania. aku yakin kamu masih bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku. mengertilah. tolong sekarang pergi dari ruanganku!" aku menolak keinginan gadis itu dengan tegas.


"Tidak! aku tidak akan pergi mas, sebelum kamu menyetujui permintaan aku. aku ingin kita menikah mas!" ujarnya tidak terima, dan aku segera memanggil sequrity untuk mengusirnya keluar


"Ingat mas! aku tidak terima kamu perlakukan seperti ini! aku akan buat perhitungan dengan kamu, aku benci kamu mas! aku benci!!" ucapan wanita itu di sela-sela digiring oleh sequrity keluar dari ruanganku


***


Malam ini aku sedikit terlambat pulang dari kantor. karena ada meeting mendadak dari klien yang datang dari luar kota. rencananya malam ini aku akan menyatakan perasaanku yang sebenarnya kepada Rania. sepertinya sudah saatnya aku mengatakan jika aku sudah jatuh cinta kepadanya saat awal pertama aku berjumpa dengannya.


Setelah sampai di kamar aku melihat istriku sudah menantiku. namun tiba-tiba telepon datang dari orangtua Sofi bahwa Sofi ingin melakukan bunuh diri. mereka meminta pertanggungjawaban apa yang sudah aku lakukan kepada wanita itu tadi saat dia pulang dari kantorku.dan wanita itu depresi dia tidak terima dengan segala penolakanku.


Aku tidak ingin menyakiti perasaan Rania. aku harus menegaskan kepada mereka semua. agar mereka tidak menyalahkan aku. aku tidak akan pernah mau menerima permintaan itu.


Ya, benar saja saat aku tiba di kediaman keluarga Sofi. aku melihat kedua orangtuaku sudah berada disana. aku sebenarnya sangat kesal melihat sikap mereka. tetapi aku berusaha untuk tetap tenang

__ADS_1


Kembali mereka memaksa aku untuk menikahi Sofi. sehingga membuat amarahku semakin memuncak. aku sebenarnya tidak ingin menyakiti perasaan orangtuaku. tetapi aku merasa sabarku sudah sampai batasnya. dan akhirnya dengan suara lantang aku menolak keinginan mereka.


"Sekali lagi aku tegaskan disini!! aku tidak akan pernah mau menduakan Rania. aku tidak mau menyakiti perasaan istriku! jadi aku minta kepada kalian semua! tolong jangan pernah untuk memaksaku lagi. Karena itu akan sia2 saja. aku akan tetap dengan pendirianku.


"Aku tahu, Pa,Ma. kalian tidak bisa menerima Rania sebagai menantu. tapi aku tidak akan pernah menyakiti perasaan istriku.sampai kapanpun aku akan tetap melindungi dia dan menjaganya. aku tidak peduli jika kalian tidak menerimanya!"


Papa yang tersulut emosi. dia begitu marah kepadaku. dia memberiku pilihan.


"Baiklah. jika kamu tidak mau memenuhi permintaan Papa dan Mama. maka aku akan memberimu tugas. kamu harus berangkat besok pagi ke Kalimantan untuk mengurus cabang perusahaan yang kini sedang ada masalah. jika kamu berhasil mengatasi masalah disana maka Papa berjanji akan merestui hubungan kamu dan Rania! bagaimana? apakah kamu siap dengan tantanganku?!" ujar papa dengan lantang


Tanpa pikir panjang aku menerima tawaran itu. aku lebih baik menyelesaikan masalah perusahaan daripada aku harus menyakiti perasaan wanita yang aku cintai. dan ada sedikit lega dihatiku,jika aku mampu menyelesaikan masalah cabang perusahaan yang ada di Kalimantan. maka orangtuaku akan menerima Rania.


"Baiklah, aku akan berangkat ke Kalimantan besok pagi. dan aku harap papa dan mama bisa menjaga perasaan istriku selama aku pergi. jangan pernah menyakitinya." jelasku kepada kedua orangtuaku. dan aku segera pergi meninggalkan mereka dikediaman Sofi. aku juga melihat Sofi tidak seperti orang yang sedang depresi. entahlah, aku tidak tahu mungkin saja ini adalah bagian dari skenario orangtuaku dan orangtuanya Sofi.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰🤗


Happy reading 🥰


__ADS_2