
Kini remang-remang pagi sudah menjelang. suara kicauan burung terdengar silih berganti. ikhsan membuka matanya. ia melihat Rania masih tertidur pulas di atas pahanya. ikhsan membelai rambut Nia dengan sayang,dan memberi kecupan hangat di bibir sang istri.
"Sayang,ayo bangun.kita harus ke terminal pagi ini. kita harus secepatnya pergi dari desa ini sebelum orang suruhan papa datang menemui kita," jelas ikhsan
Nia segera duduk dan memperbaiki rambutnya. "Ngantuk banget,Mas," ucap Nia dengan suara berat
"Iya. nanti sambung tidurnya di dalam bus, ya," ujar ikhsan membantu merapikan rambut panjang Rania.
Kini pasangan suami istri itu kembali mencari jalan keluar dari perkebunan Tebu. setelah menemukan jalan keluar.
Nia membawa ikhsan untuk ke pangkalan ojek.
Mereka harus secepatnya tiba di terminal Bus dengan menggunakan jasa ojek.
***
Kini mereka sudah berada di terminal bus. ikhsan segera membeli tiket yang bertujuan ke Sumatra.
Nia bingung saat ikhsan memilih tujuan Sumatra. "Kenapa kita jauh sekali ke Sumatra,Mas?"
"Biar aman,Sayang. mas takut jika kita masih di kota yang sama. maka mereka akan menemukan kita," jelas ikhsan
Nia hanya mengikuti kemana ikhsan akan membawanya. yang penting dia akan selalu bersama dengan Pria yang sangat dicintainya itu.
Tidak berapa lama pemberitahuan bahwa bus yang akan membawa mereka itu, sepuluh menit lagi akan berangkat. maka ikhsan segera membawa Nia naik. namun tidak lupa ia membeli beberapa cemilan ringan dan air mineral.
Kini mereka sudah menduduki bangku yang tertera di tiket bus itu. ikhsan meletakkan Nia di pinggir dekat jendela.agar mendapatkan angin karena kondisi Nia sedang mabuk agar tak mencium aroma pengap di dalam bus.
"Sayang, kamu makan roti ini sedikit ya. biar perut kamu terisi. soalnya kita perginya jauh sayang, mungkin bisa memakan waktu dua atau tiga hari kita di dalam Bus ini. seandainya mas, ada uang. mungkin kita akan naik pesawat saja."
__ADS_1
"Tidak apa-apa,mas. berapa lama pun kita di dalam bus ini. asalkan aku selalu bersama kamu," ucap Nia
"Terimakasih ya,Sayang. tetaplah selalu bersamaku. aku berjanji akan membahagiakan kamu dan juga calon anak kita.
Nia menatap ikhsan penuh dengan rasa bersalah. ia merasa telah memisahkan sang suami dengan keluarganya.
"Mas, maafkan aku.ini semua gara2 aku sehingga kamu harus berpisah dengan keluarga kamu,mas."
"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu? ini semua keputusanku. aku memang sengaja untuk lepas dari hidup yang selalu dalam aturan orangtuaku. aku ingin membuktikan bahwa aku bisa sukses bersama istri dan anakku kelak."
Nia meneteskan air matanya. dia memeluk ikhsan dengan erat. Nia sangat bahagia mendapatkan suami seperti ikhsan.
"Sudah, kamu jangan pikirkan soal itu ya. kita akan tetap bersama untuk selamanya. aku tidak akan meninggalkan kamu. kemanapun aku pergi, kamu akan selalu ada di sampingku," ikhsan mengecup kening istrinya.
***
Kini mereka sudah sampai di kota yang dituju. ikhsan dan Nia, segera mencari rumah kontrakan dikota itu.
"Silahkan dilihat dulu rumahnya bang, kak. kalau cocok nanti kasih tahu saya di sebelah," ucap ibu kontrakan itu.
"Baiklah,kak. saya akan lihat dulu rumahnya," ikhsan segera membawa Rania masuk untuk melihat kondisi rumah itu.
"Bagaimana Sayang? apakah kamu cocok dengan rumah ini?" tanya ikhsan
"InsyaAllah cocok,mas. yasudah kita ambil saja ya mas."
"Baiklah, mas temui kakak itu dulu ya. kamu istirahatlah disini," khsan segera menemui kakak yang mempunyai kontrakan itu untuk pembayaran uang sewa di awal.
"Saya cocok rumahnya,kak. kira2 berapa sewanya ya?" tanya ikhsan
__ADS_1
"Syukurlah kalau sesuai dengan Abang dan akak. kalau sewanya 600 ribu/bulan, bang," jelas kakak yang bernama Dewi itu.
"Baiklah, sebentar ya kak. saya bilang ke istri dulu."
Ikhsan segera kembali masuk kedalam rumah kontrakan itu. dia melihat Nia sedang membersihkan ruangan.
"Sayang, kamu kenapa membersihkan ruangan ini. kan aku sudah bilang. nanti biar aku saja yang mengerjakannya."
"Tidak apa-apa, mas. lagian ini tidak berat. Oya, kamu sudah membayar uang sewanya,mas?" tanya Nia
"Belum, sayang. karena uangnya tidak cukup."
"Terus... bagaimana mana, mas? apakah kita cari sewa yang lebih murah saja ya?" tanya Nia Kembali
"Tidak usah,sayang. begini saja. kita jual salah satu cincin kawin kita ya. mas, janji besok setelah kita mempunyai uang,kita akan tebus lagi."
Nia tidak rela harus menjual cincin pengikat cinta diantara dia dan ikhsan itu.Nia mengambil dompet kecil yang ada di dalam tas pakaiannya.
"Mas, ini aku ada gelang hasil tabungan upahku saat memetik Teh. kita jual gelang ini saja ya. soalnya aku nggak rela harus menjual cincin kawin kita."
"Tapi, Sayang?"
"Tidak apa-apa,mas. udah sekarang ayo kita cari toko perhiasan. sekalian aku mau membeli perlengkapan untuk alat2 dapur, perlengkapan mandi. dan juga cari pakaian buat kamu,mas. kan kamu nggak ada pakaian selain yang kamu gunakan ini," jelas Nia
Akhirnya ikhsan mengikuti kata2 sang isteri. ikhsan segera menanyakan dimana toko perhiasan terdekat di kota itu. setelah mendapat petunjuk. ikhsan dan Nia segera pergi untuk menjual gelang dan membeli kebutuhan mereka.
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya. agar perjalanan kisah cinta ikhsan dan Rania terus berlangsung 🙏🤗🥰
__ADS_1
Happy reading 🥰