
"Iya, Bu. saya tinggal di kampung kecil yang ada di Kalimantan."
"Maaf, Nak. jika ibu boleh tahu lagi. siapakah nama orangtuamu?" kembali nyonya Bowo itu bertanya sehingga membuat ikhsan sedikit curiga
"Nama ayah saya Rusdi, dan ibu saya Rusmi." kembali ikhsan harus berbohong tentang identitasnya.
"Sudahlah Mi. mungkin itu hanya kebetulan saja. sudah jangan beri pertanyaan lagi. nanti membuat ikhsan tidak nyaman untuk bekerja dengan kita," ucap Pak Bowo kepada istrinya
"Tapi alamat KTP kamu tinggal di Jakarta?" nyonya Bowo kembali bertanya sehingga membuat ikhsan sedikit terperanjat
"Itu alamat KTP saat lajang, saya merantau di Jakarta Bu. dan kebetulan majikan saya yang membuatkan saya KTP." jelas ikhsan berbohong lagi.
"Maaf jika ibu sudah banyak sekali bertanya ya San."
"Iya, tidak apa-apa, Bu." ikhsan mengukir senyum tipis kepada wanita yang sudah di makan usia itu
"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang. apakah kamu sudah sarapan San?" tanya pak Bowo
"Sudah, Pak."
"Yasudah, ayo kita berangkat sekarang." pak Bowo memberikan kunci mobilnya kepada ikhsan.dan mereka segera berangkat.
***
Setelah sampai di kantor. Pak Bowo membawa ikhsan untuk masuk ke kantor bersamanya. ikhsan sedikit heran untuk apa pak Bowo membawanya masuk kedalam?
Setelah masuk kedalam ruangan direktur utama. ikhsan di persilahkan untuk duduk oleh pak Bowo.
"San, saya ingin minta tolong dengan kamu untuk menginput data2 perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan saya. kamu bisa menggunakan komputer kan?" tanya pak Bowo
Ikhsan ragu untuk mengatakannya, tetapi dia juga tidak bisa menolak. "Bisa,Pak. tapi tidak terlalu mahir. apakah bapak bisa menunjukkan saya caranya?" ikhsan berusaha untuk tidak terlihat ahli di bidang itu.
"Baiklah, mari ikut saya."
Ikhsan mengikuti langkah pak Bowo masuk ke salah satu ruang kerja yang telah lengkap dengan fasilitasnya.
Pak Bowo segera menyalakan komputer yang ada di atas meja kerja yang bertuliskan staff data entry. banyak para karyawan yang menatap kedekatan ikhsan dan pak Bowo, ditambah lagi yang mengajarkan ikhsan secara langsung oleh direktur utama perusahaan yang bergerak di bidang industri ritel itu.
Ikhsan merundukan tubuhnya sehingga hampir sejajar oleh pak Bowo yang sedang memberitahukan sistem kerjanya. ikhsan memahami apa yang di terangkan oleh pak Bowo.
"Apakah kamu paham dengan apa yang saya maksud?" tanya Pak Bowo
"Paham Pak.tapi saya tidak bisa terlalu cepat dalam mengetik," jawab ikhsan
__ADS_1
"Tidak apa-apa. santai saja. jika ada yang kamu tidak bisa, kamu bisa tanyakan pada sekertaris saya," jelas Pak Bowo
"Baik Pak." ikhsan segera mengambil alih tempat duduk Pak Bowo setelah direktur itu berdiri.
Setelah Pak Bowo pergi. kini hanya ikhsan yang berada di ruangan kecil itu.ikhsan berpikir kenapa pak Bowo bisa memberikan dia pekerjaan itu. kenapa Pria itu mempercayainya, padahal ia tidak mempunyai surat pengalaman kerja apapun dan juga berkas yang lainnya.
Ikhsan segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh pak Bowo. walaupun itu bukanlah bidangnya tetapi ia yang pernah menjabat sebagai seorang direktur utama di perusahaan. tentu saja itu sangat mudah ia pahami.
Dengan teliti ikhsan menginput data2 perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Pak Bowo. ikhsan membuat sebuah dokumen untuk penyimpanan data baru dan yang lama.
***
Waktu begitu cepat berlalu. hingga jam pulang kantorpun sudah tiba. ikhsan segera bergegas untuk menyelesaikan semua tugasnya hari ini. yang jelas ia mensyukuri pekerjaan apapun yang ia lakukan.
Walau cukup membuat dia heran. padahal dirinya hanya seorang supir tapi kenapa pak Bowo mempercayainya untuk menjadi staf data entry. entah itu untuk hari ini atau seterusnya, yang jelas ia akan mengerjakan pekerjaan itu dengan senang hati.
Setelah selesai dengan pekerjaannya.ikhsan segera menghampiri Pak Bowo untuk menyampaikan bahwa ia akan menunggu di mobil
Cklekk!
"Permisi, selamat sore Pak," ucap ikhsan
"Ya, Sore. ayo duduklah San!" titah pak Bowo
"Duduklah sebentar. saya ingin bicara denganmu!"
Ikhsan segera duduk. dan menunggu Pak Bowo yang sedang merapikan semua berkas yang ada di mejanya.
"Begini San. dari hasil kerja kamu, saya sangat puas. karena saya memang butuh staff data entry, maka saya akan menempatkan posisi kamu disana," jelas Pak Bowo
"Maksud Bapak, saya diterima sebagai staff data entry di kantor ini?" tanya ikhsan belum percaya
"Ya, mulai besok kamu sudah bisa bekerja."
"Alhamdulillah ya Allah... terimakasih banyak Pak. saya sangat senang sekali," ucap ikhsan kegirangan
"Iya, mulai besok kamu tidak perlu datang kerumah untuk menjemput saya. kamu langsung datang ke kantor saja," balas Pak Bowo
"Baik Pak. sekali lagi saya ucapkan terimakasih."
"Yasudah, ayo sekarang kita pulang."
***
__ADS_1
Setelah mengantarkan pak Bowo. ikhsan segera memberikan kunci mobil itu dan pamit untuk pulang.
"Ikhsan tunggu sebentar!" panggil pak Bowo
"Ya, ada yang bisa saya bantu Pak?" balas ikhsan
"Ini kunci motor. kamu bawalah motor yang ada di garasi itu. karena motor itu juga sudah lama tidak kami gunakan. anggap saja itu transportasi dari kantor untuk kamu, agar kamu datang tidak terlambat," ucap Pak Bowo sembari menyerahkan kunci motor matic kepada ikhsan
"Tapi Pak. ini sudah terlalu berlebihan. saya merasa sangat tidak enak. saya jadi banyak merepotkan Bapak, padahal saya baru bekerja satu hari." ikhsan merasa sangat sungkan atas segala kebaikan majikannya itu
"Tidak apa-apa,Nak. kamu pakai saja. daripada motor itu hanya nganggur di garasi," timpal ibu Sarah, yaitu nyonya Bowo.
"Baiklah kalau begitu. sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak atas segala kebaikan Bapak dan Ibu," ucap ikhsan tulus
"Yasudah pulanglah, pasti istri kamu sudah menunggu. besok jika ada waktu senggang, bawalah istrimu main kesini. karena ibu dirumah hanya sendiri, cuma ditemani oleh Art."
"Baik Bu." ikhsan segera mengambil motor matic yang ada di garasi. ia segera memacu sepeda motor itu untuk pulang. kembali lagi bahagia menyelimuti perasaannya.
Alhamdulillah ya Allah, atas rezeki yang engkau berikan kepadaku dan juga istriku. semoga berkah ya Rabb. Do'a ikhsan dalam hati.
***
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..."
Rania segera membuka pintu. "Mas, kamu pakai motor siapa?" tanya Nia sembari menyalami tangan ikhsan
"Ayo masuk. nanti mas ceritakan." ikhsan mengecup kening istrinya dan merangkul bahunya untuk masuk kedalam.
"Duduklah Mas, aku akan buatkan kamu minum. Mas mau apa. kopi, teh?" tanya Nia
"Tidak usah sayang. kamu duduklah, biar mas yang membuatnya,nanti kamu mual Kembali mencium aroma gas." larang ikhsan
"Tidak Mas, hari ini anak kamu anteng banget, tidak rewel sama sekali. bahkan tadi aku bisa masak untuk makan kita malam ini," ucap Nia sembari mengusap perutnya
"Benarkah? Alhamdulillah... pintar banget anak Papa. sini Papa sayang dulu. Muuuach... sehat-sehat ya,Nak." ikhsan mengecup perut Nia dengan lembut
"Yaudah sekarang Mas duduk dulu ya." Nia segera beranjak untuk membuatkan ikhsan minum.
Bersambung...
NB:Maaf lambat update. soalnya tidak terkejar🥺sempat terpikir untuk pending dulu novel ini. tapi mengingat masih ada peminatnya maka diusahakan untuk tetap update☺️ jangan lupa terus dukungannya agar Author tetap semangat Update. terimakasih 🙏🤗
__ADS_1