
Malam ini ikhsan selalu menjaga Rania.ia tidak bisa tidur nyenyak, rasa takut selalu menjalar di hatinya. ia takut jika sewaktu-waktu Nia kembali merasakan sakit.
"Mas, kamu tidurlah. aku tidak apa-apa,Mas," ucap Nia
Ikhsan menggeser tubuhnya miring menghadap sang istri. "Aku tidak mengantuk,Sayang. sekarang kamu yang tidur.aku akan menemanimu. ayo tidurlah." ikhsan membawa Nia kedalam pelukannya
Nia segera memejamkan matanya. mungkin karena terlalu nyaman tidur dalam dekapan sang suami, maka tidak menunggu lama,Nia sudah berada di alam mimpi.
Ikhsan merenggangkan pelukannya, lalu menatap Rania yang telah tertidur dengan lelap. perlahan ia membelai rambut Nia, mengecup kening, dan bibirnya.
***
Pagi telah menjelang. ikhsan segera bangun, ia segera mandi, dan tak lupa menunaikan ibadah sholat subuh.
Setelah sholat. ikhsan segera mengerjakan tugas dirumah, dan memasak untuk Rania. rencananya ikhsan akan meminta izin pada pak Bowo bahwa hari ini ia tidak masuk kantor.
"Sayang, bangun... minum susunya dulu," ikhsan membangunkan Rania harus dengan hati-hati. ia takut jika nanti bumil itu kembali baperan
"Masih ngantuk,Mas." rengek Rania
__ADS_1
"Yaudah, ini susunya aku taruh disini ya. aku pergi sebentar untuk menemui Pak Bowo,ya Sayang," ujar ikhsan sembari mengecup kening Rania
"Hmm..." Nia mengangguk masih memejamkan matanya
Ikhsan hanya geleng-geleng kepala sembari menyelimuti tubuh sang istri dengan nyaman. lalu ia pergi sebentar untuk menemui Pak Bowo di kediamannya.
***
Setibanya di kediaman Pak Bowo. ikhsan segera menemui bos-nya itu. karena ini masih terlalu pagi maka pak Bowo masih dirumah dan sedang sarapan bersama Bu Sarah.
"Permisi Tuan. diluar ada Mas ikhsan yang ingin bertemu dengan Tuan," ucap art
"Suruh dia masuk Mbak. ambilkan piring satu lagi buat ikhsan!" perintah Bu Sarah
"Assalamualaikum.... selamat Pagi Pak,Bu," ikhsan
"Wa'alaikumsalam.. ayo duduk, Nak," ucap Bu Sarah bersamaan dengan Pak Bowo
"Maaf saya mengganggu. kalau begitu saya menunggu diluar saja Pak, Bu," ikhsan merasa segan telah mengganggu waktu sarapan mereka
__ADS_1
"Tidak. kamu sama sekali tidak menggangu, San.ayo duduklah!" titah Pak Bowo
Dengan berat hati ikhsan duduk dikursi meja bundar itu.
"Ayo sarapan dulu,Nak." Bu Sarah membuka piring, dan mengambilkan sarapan untuk ikhsan
"Terimakasih Bu." kebetulan ia belum sarapan, maka ikhsan menerimanya, dan ikut makan bersama pasangan pasutri yang telah dimakan usia itu.
"Kenapa istri kamu tidak dibawa sekalian saja," ucap Bu Sarah.
"Istri saya kondisinya sedang tidak membaik Bu, Nia hampir keguguran. jadi dokter menyuruh agar bed rest total. kedatangan saya kesini untuk meminta izin kepada bapak, karena saya belum bisa masuk kantor. saya harus menjaga istri saya. Bapak dan ibu juga tahu bahwa kami tidak mempunyai sanak keluarga di kota ini," jelas ikhsan menjeda makannya.
"Ya, Allah.. kapan kejadiannya,San? jadi bagaimana keadaan istri kamu dan janinnya?" tanya Bu Sarah kaget.
"Alhamdulillah.. janinnya masih bisa bertahan Bu," jawab ikhsan
"San, kalau kamu mau. lebih baik istrimu bawa kesini saja. jadi ibu bisa menemaninya," timpal Pak Bowo
"Ibu setuju dengan usulan bapak kamu. lagipula ibu sangat senang sekali ada teman dirumah ini," balas Bu Sarah
__ADS_1
"Maaf Bu, Pak. saya bukan tidak mau. tapi saya rasa ibu dan bapak sudah cukup untuk membantu. saya tidak ingin merepotkan lagi," tolak ikhsan
Bersambung.....