
Saat mereka masih berbincang. Rania Kembali mengalami mual. nia segera berlari menuju kamar mandi. sehingga buah yang ia makan tadi Kembali keluar.
Ikhsan segera mengikuti Nia. dan mengusap punggung dan juga tengkuknya dengan lembut. ikhsan menatap Rania dengan iba.
Beginikah sulitnya menjadi seorang ibu? tiba-tiba ikhsan mengingat sang mama yang telah ia tinggalkan. mungkin kini mereka sangat mencemaskan dirinya.
"Masih mual,Sayang?" tanya ikhsan sembari memperbaiki rambut panjang Rania yang berantakan
Nia menggelengkan kepalanya. dan mencuci wajah dan mulutnya. saat Nia ingin kembali keluar,ikhsan segera membopong tubuhnya yang kurus itu.
Ikhsan membaringkan tubuh sang istri di atas kasur Santai yang ada di kamarnya itu. "kamu istirahat, ya. biar mas yang masak. kamu mau makan apa, Sayang?" tanya ikhsan
"Nggak mau apa2 mas. aku ngantuk," jawab Nia.
"Tapi sebentar lagi magrib, Sayang. kamu baring saja ya. jangan tidur, karena tidak baik ibu hamil tidur saat magrib," pesan ikhsan
Nia mengangguk, tetapi dia memindahkan kepalanya di atas paha sang suami, sehingga membuat ikhsan tersenyum
"Yaudah, mas temani kamu ya, nanti kalau sudah adzan kita sholat dulu."
Nia menjawab dengan anggukan.ikhsan membelai rambut Nia,dan juga mengusap perut sang istri dengan lembut.
"Anak Papa jangan rewel ya,nak. kasihan Mama kamu capek,sayang. adek mau makan apa? nanti papa masakin yang enak buat adek dan Mama." ikhsan membawa bayinya bicara
"Mas, kayaknya es krim rasa buah enak deh," ucap Nia
"Kamu mau eskrim,sayang? baiklah, tapi nanti makan sedikit ya sebelum kamu makan eskrim," titah ikhsan
"Baiklah, tapi sedikit ya, mas,"
"Ya, sayang. yasudah, nanti setelah sholat Maghrib aku akan belikan kamu eskrim."
__ADS_1
***
Pagi ini setelah sholat subuh, ikhsan segera membereskan pekerjaan rumah. dari mulai mencuci pakaian hingga membersihkan semua ruangan yang ada di rumah kontrakan itu.
Ikhsan tidak mau membiarkan Rania mengerjakannya, karena Rania masih mabuk berat, Nia belum bisa makan,ia hanya bisa minum susu, itupun terkadang harus keluar lagi, jika rasa mualnya mendera.
Setelah selesai dengan pekerjaannya. ikhsan segera bersiap untuk berangkat ke tempat pekerjaan barunya. ia tidak ingin terlambat di hari pertama bekerja, agar pak Bowo tidak kecewa dan bisa menggunakan jasanya seterusnya.
"Sayang, mas pergi dulu ya. nanti jangan lupa minum susunya. kamu tidak perlu kerja apapun, karena sudah mas bereskan," ikhsan membelai rambut Nia, dan mengecup kening juga bibirnya.
"Mas, maafkan aku ya. seharusnya aku yang menyiapkan semuanya. dan seharusnya aku yang mengurus kamu," ucap Nia merasa bersalah
"Jangan bicara seperti itu,Sayang. Mas mengerti keadaan kamu, dan yang membuat kamu seperti ini adalah aku," jawab ikhsan dengan senyum menggoda sang istri
"Haa.. kamu bisa aja Mas. ini perbuatan kita berdua karena memang suka sama suka." Nia tersenyum malu sembari memeluk suaminya
"Hehehe.. iya dong. apalagi yang minta duluan kamu," kembali ikhsan mengingat awal pertama mereka bercinta, sehingga membuat Rania semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami
"Hahaha... iya, iya. mas minta maaf ya. yasudah sekarang kamu kunci pintu dulu, habis itu baru tidur kembali."
Nia segera bangkit mengantarkan ikhsan berangkat kerja. "Hati2 mengemudinya ya,Mas. jangan lupa makan siang," pesan Nia sembari menyalami tangan suaminya
"Iya, sayang. kamu baik2 dirumah. kalau ada apa-apa. kamu minta tolong telpon sama kak Dewi, hubungi no pak Bowo yang tertera di kartu namanya itu." pesan ikhsan kepada Nia. dan dibalas anggukan oleh sang istri
***
Kini ikhsan sudah sampai di rumah mewah yang hampir sama dengan kediaman orangtunya itu.
Ikhsan segera meminta izin kepada sequrity yang menjaga di gerbang rumah itu.ia menyebutkan namanya, juga tujuan. sequrity itu segera membukakan pintu, mungkin dia sudah diberi tahu oleh pak Bowo jika pagi ini akan ada supir baru yang akan datang.
Setelah sampai di rumah itu. ikhsan segera dipersilahkan masuk oleh Art itu. "Duduk dulu Mas, biar mbak panggilkan Tuan," ucap mbak art itu
__ADS_1
"Ya, Terimakasih Mbak." ikhsan membalas ucapan si mbak dengan senyum ramahnya.
Tidak berapa lama sang majikan keluar bersama istrinya. ikhsan menatap kedua pasangan suami istri itu yang sepertinya tetap mesra dalam usia mereka yang sudah tidak muda lagi.
"Selamat pagi, Pak, Bu," ikhsan menyalami kedua majikannya itu.
"Selamat pagi kembali, San. sudah lama kamu datang?" tanya pak Bowo dengan ramah
"Baru Sepuluh menit, Pak."
"Ayo duduklah."
Ikhsan Kembali duduk. sementara sang ibu majikan masih menatap ikhsan dengan dalam, sehingga membuat ikhsan kurang nyaman.
"Kamu tinggal dimana?" tanya nyonya Bowo itu.
"Saya tinggal di jalan cendrawasih gang Nuri,Bu."
"Kamu baru tinggal di kota ini?" kembali pertanyaan datang
"Iya,Bu.saya perantauan bersama istri saya."
Wanita paruh baya itu masih menatap ikhsan dengan seksama. ikhsan tidak berani menatapnya.
"Kampung halaman kamu dimana, San?" tanya nyonya Bowo itu kembali
"Saya dari Kalimantan, Bu." ikhsan berbohong dengan pernyataannya. dia tidak ingin identitasnya terbuka maka akan memudahkan orangtuanya mengetahui keberadaannya.
"Kalimantan?!"
Bersambung...
__ADS_1
Happy reading 🥰