JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 12.


__ADS_3

"baik Raka aku akan mencobanya sekali lagi, dan tolong jangan hukum kami Raka." kata Untari memohon,


"tak usah khawatir Rayi, selama kau bisa secepatnya mengambil Pedang itu. aku takkan pernah menghukummu walau pun melakukan ke salahan, maka jika sebaliknya. kau hanya jadi Seorang Pengecut, jangan harap kamu bisa tinggal di sini lagi, mengerti!" seru Ratna Anjani. malah terus memberi ancaman jika Untari, melakukan ke Gagalan lagi.


itulah sifat Ratna Anjani, seorang Wanita berhati Batu. tak memandang Keluarga, atau Rekan sekali pun, ia akan menghukumnya jika melakukan ke salahan atau ke Gagalan.


sedangkan di kediaman Sanca Dawuk, seorang ketua Perguruan. sedang memikirkan ke sungguhan Singa Maruta, yang akan memberikan Pedang Kayu Cendana padanya. tapi perasaan Was was mulai mendatanginya,


si Weulang sedang memperhatikan Gurunya yang sedang mundar mandir di dalam Ruang tempat kumpulan. lalu si Weulang memberanikan diri menghampirinya,


"ananda kenapa saya lihat, Ananda seperti yang lagi ke bingungan Ananda." kata si Weulang,


Sanca Dawuk sebagai ketua perguruan itu, menghentikan langkahnya. dan membalikkan tubuhnya dan berkata,"iya Rayi, aku sedang memikirkan si Singa Maruta itu. dan aku entah mengapa, ke percayaanku hilang seketika, dan takut akan dia bersusta," jelas dari Sanca Dawuk.


"iya saya juga Akhir akhir ini ada Fikiran ke sana Nanda, bagaimana kita suruh telik sandi untuk mencoba mengekorinya. siapa tahu apa yang kita Fikirkan ternyata itu salah Nanda," usul Sanca Dawuk.


"haah.. baiklah aku setuju Saranmu itu Rayi, baiklah mulai besok suruh telik Sandi untuk mendatangi Alas Waringin. selidiki terus ke beradaanya." ucap Sanca Dawuk,


lalu si Weulang hanca tersenyum senang, karena dari awal si Weulang sudah curiga. sekaligus tak menyukainya,


di Padepokan Girilayang. semua anggota sudah berkumpul di Bale Sewakan, karena Kiyai Hasbullah akan memperketat penjagaan. jangan sampai penyusup bisa masuk,


"nah jadi begitu, kita jangan sampai ke colongan oleh pihak Musuh. kita mesti memperkuat ke Waspadaan, jangan sampai yang kemarin Malam terulang lagi." kata Kiyai Hasbullah,


dan di luar Benteng sudah ada Telik Sandi Suruhannya Untari, ingin memastikan keadaan di dalam Padepokan saat ini. Telik Sandi berhasil mencerna semua Kalimat kalimat perkataan di dalam, lalu ia segera pergi untuk kembali ke Markas Kampak Merah.

__ADS_1


setibanya di tempat Kampak Merah, Telik Sandi langsung menceritakan Susunan yang akan di Rancang di dalam Padepokan. Untari pun sudah mengerti apa yang haru ia lakukan, lalu mengutus si Ableh untuk menyerang atau membikin keonaran Desa.


"naah jadi Sisanya ikut aku untuk menggempur Padepokan Girilayang, yang jelas kita jangan sampai Gagal lagi. kalian mengerti!" seru Untaru pada Anak Buahnya,


"mengerti!!" seru tiga Orang yang akan ikut Untari,


"mengerti!" dan seru lima Orang lainnya, yang akan bikin keonaran Desa Alas Mengker. bersama si Ableh,


"baiklah Susunan ini jangan sampai Gagal, kalian harus ingat itu. biar bagaimanapun kita harus bisa merampas Pedang Kayu Cendana itu, kalian Paham!" seru Untari sambil berdiri di atas Bale bale,


Kampak Senjata ke besaran pun di angkat ke atas oleh semuanya, tanda mereka Antusias akan siap menyerang Padepokan Girilayang.


Malam sudah sangat larut, Padepokan Girilayang sudah menyusun semua rencana dengan sebaik mungkin. Area tempat belakang pun sudah di jaga ketat, lalu Seseorang yang sedang berjalan sempoyongan menghadap Kiyai Hasbullah.


"***..salamu'alaikum.. Kiyai, tolong kami, se..mua Warga Tewas, di binasakan ol,leh pasukan Kampak Merah." kata Seseorang yang sudah berlumuran Darah di sekuju badannya itu,


tapi tak sempat berkata Orang itu, mendadak lemas dan tak sadarkan diri. Kiyai Hasbullah tetap berusaha tenang, lalu memanggil Muridnya.


"Amar.. cepat kau kemari!" seru Kiyai Hasbullah memanggil Muridnya yang bermana Mardi,


"iya Kiyai saya menghadap, cepat Urus Orang ini, aku akan pergi ke Kampung Cihurip. karena ada keonaran di sana." ucap Kiyai Hasbullah,


"baik Kiyai, jangan khawatir." kata Mardi,


tak lama kemudian. Kiyai Hasbullah berangkat, tak lupa ia pun menaiki Kudanya, untuk berangkat ke Kampung Cihurip. Kiyai Hasbullah selama dalam Perjalanan, sambil menunggangi Kudanya. ia terus berdzikir, memohon Pertolongan pada Sang Maha kuasa.

__ADS_1


tak lama kemudian, Kuda yang di tunggangi Kiyai Hasbullah pun terhenti. karena melihat Mayat berserakan di tanah. akibat kekejaman Kampak Merah,


saat Kiyai Hasbullah membagikan pandangannya di ata Punggung Kuda, ia melihat sekelebat Seseorang yang lari ke Arah Utara. ia pun langsung mengejarnya, dengan Kudanya.


kelompok tiga Orang dari Kampak Merah itu berhenti, saat melihat Kuda yang di tunggangi oleh Kiyai Hasbullah,


"mau pergi kemana kalian, Dasar Binatang!! berani sekali kau membinasakan orang yang tak berdosa!" seru Kiyai Hasbullah, sambil menduduki Punggung Kudanya.


"hahaha.. jangan banyak omong kau Kiyai, ayoo turun," kata Sonjaya sala satu ke tiga Orang itu.


Kiyai Hasbullah pun turun dan menatap tajam pada tiga Orang lawan itu, lalu berkata."Bank*ngan seperti kalian, tidak pantas untuk menginjakan Kaki di Dunia ini." kata Kiyai Hasbullah pada mereka bertiga,


"hahaha.. memangnya aku perduli dengan perkataanmu itu, Kiyai Bau Tanah!" seru Sonjaya, membuat yang dua Orangnya lagi ikut Mentertawakannya.


"Yaa Alloh,, tolonglah Hambamu ini. dari serangan Nafsu yang menyeruak pada Bathinku ini. aku tak ingin memperlihatkan Amarahku di hadapan mereka." gumam Kiyai Hasbullah di dalam hatinya.


"Kang Sonjaya, tunggu apa lagi. mari kita habisi saja orang ini!" seru Ocit, yang masih anggota Kampak Merah.


"ya sudah cepat, serang dia!" seru Sonjaya, menyuruh kedua temannya untuk menyerang Kiyai Hasbullah.


Kiyai Hasbullah masih Tetap berdiri di samping Kudanya, sedangkan dua Orang yang membawa Kampak Merah itu. sudah saling Susul, menyerang Kiyai Hasbullah.


dua Orang lawan itu, sudah memainkan Kampaknya mengarah pada bagian penting. di Anggota Badan Kiyai Hasbullah, Kiyai Hasbullah tentunya dengan Mudah bisa menghindari Serangan dua lawan itu, hingga semua terjangan musuh tak mengenai badan Kiyai Hasbullah.


sedangkan di dalam Padepokan, Karsa dan ke Empat temannya. berhasil memporak porandakan seisi Padepokan Girilayang, dan bisa menerobos masuk ke dalam lingkungan Padepokan itu.

__ADS_1


semua para Santri Kiyai Hasbullah, banyak yang terluka dan ada juga yang tewas. akibat serangan atau tebasan Kampak Merah itu, Karsa dan Uding berhasil masuk, tapi tak bisa labas masuk. karena di Garis pintu sudah ada Gayatri, Istri Kiyai Hasbullah.


di ke jauhan Untari sedang mengintipnya, di atas Pepohonan yang tak jauh dari Benteng Padepokan.


__ADS_2