JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 21.


__ADS_3

"Salam Guru, maafkan saya jika kiranya kedatangan saya mengganggu. karena saya ingin meminta tolong pada Guru," ucap Singa Maruta. agak memelas,


"heem.. hehe, memangnya kau membutuhkan pertolongan apa Maruta?" tanya Ki Sanca,


"aku membutuhkan tenaga Murni Guru, untuk menyembuhkan luka teman saya Guru." jawab Singa Maruta,


"hehe.. Dasar tidak tahu malu, setelah berkhianat. kau malah meminta tenaga Murniku untuk menolong Temanmu hehe," kata Ki Sanca. membuat Singa Maruta yang tadinya sedang menunduk memberi Hormat, jadi menengadah kaget.


"maksud Guru apa ya?" tanya Singa Maruta tak mengerti,


"kau sudah berani membohongiku Maruta, ternyata Adat dan Tabi'atmu memang masih saja seperti hewan. membuat keonaran Desa, dan yang lebih menyakitkan lagi kau belum menepati Janjimu. untuk memberi Pedang Pusaka itu," jawab Ki Sanca sangat Pedas. bagi Singa Maruta,


"tapi.." ternyata Singa Maruta, tak di beri kesempatan untuk berucap.


"sudah cukup Maruta, aku sudah tahu tentangmu semuanya. sekarang karena ke bodohanmu itu, dan menghinaku. maka kau aku Hukum Maruta!" seru Ki Sanca, dan membuat Singa Maruta, Nafsunya memuncak.


"koek Cuh! baiklah aku akan berterus terang padamu, sebetulnya aku ingin berguru padamu. karena sebatas ingin meminta perlindungan saja. sebab aku adalah aku, tak bisa mudah untuk berubah. dan Pedang yang aku Janjikan pun tak sudi aku berikan padamu, haha!" seru Singa Maruta, membuat Ki Sanca semakin kesal.


"Tutup Mulutmu Maruta, dengan terpaksa aku akan memberimu Pelajaran. dan aku akan nenghukummu," ucap Ki Sanca. bersiap diri membangun Kuda kudanya,


Singa Maruta pun sama, segera bersiap diri. untuk melawan Ki Sanca. tapi Singa Maruta tidak tahu kalau dirinya sedang di Jebak, Singa Maruta lalu berkata.


"Sanca Dawuk, perguruan yang memiliki Ilmu Ular saja. aku tak Sentar untuk menghadapimu," kata Singa Maruta.

__ADS_1


"Kurang Ajar kau, Hiyaat!" seru Ki Sanca sangat marah pada Singa Maruta.


Singa Maruta telah berhasil menghindari Tata Gerak Ilmu Silat yang di gunakan oleh Ki Sanca, sehingga Ki Sanca makin membuktikan semua Ilmu Silat yang di Milikinya. Ki Sanca mempercepat Gerakannya, sehingga Singa Maruta. hampir saja kewalahan, kalau tidak memakai jurus Andalannya. Ilmu Cakar Manda,


semua Gerakan yang di Gunakan oleh Ki Sanca, dapat di Tangkisnya. dan belum ada yang mengenai bagian tubuhnya itu, Ki Sanca melemparkan Batu kecil ke belakang. memberi Isyarat pada Muridnya yang sedang bersembunyi,


Tiba tiba ada Serangan yang merupakan pisau kecil, yang terbagi menjadi Beberapa bagian. Singa Maruta dengan sigap. mempercepat Gerakan tubuhnya, supaya dapat menghindari serangan itu. tapi Serangan Ki Sanca yang merupakan patokan Ularnya, tak sempat Singa Maruta hindari. hingga akhirnya pas mengenai ***********,


seet.. berret!


jurus Patokan Ular Ki Sanca berhasil mengenai kelemahan Singa Maruta.


"uwaaa.. Aa, sakit!" Singa Marut merintih di atas tanah. ke sakitan yang luar biasa di Rasakannya,


"haha.. bagaimana Rasanya Maruta, ternyata kemampuan peringan Badanmu hanya segitu hahaha..!" seru Ki Sanca, sambil melangkah mendekati Singa Maruta. yang sedang meringis menahan Rasa Sakit, di bagian intimnya.


"haha, karena itu pantas kau dapatkan Maruta. salah sendiri kau malah Membohongi kami hem," ucap Ki Sanca.


"Aaaaa.. tolong aku Ki Sanca, baiklah aku mengakui kemampuanmu sangatlah hebat. dan tolong sembuhkan Anuku," kata Singa Maruta memohon Akhirnya pada Ki Sanca.


"tak semudah itu Maruta, kau harus di Hukum dulu. di dalam Jeruji di Hutan Hanjuang, maka aku akan mengampunimu." ucap Ki Sanca, membuat Singa Maruta. hanya bisa Pasrah saja, apa lagi ada luka yang sangat mengilukan di area Intimnya. sehingga Singa Maruta mesti menyerahkan dirinya,


sedangkan di dalam Gua Hayungkung, Nyai Ganitri sedang berbincang dengan Danuarta. sambil menyalakan Api Unggun di dalam Gua itu,

__ADS_1


"ternyata kau sama sekali belum pernah Menikah Danuarta?" tanya Ganitri,


"ya, karena aku ingin menguasai Dunia Persilatan terlebih dahulu. supaya aku dapat di segani dan di Hormati oleh para Jago atau Jawara Setatar Sunda ini." jawab Danuarta,


"hem. jangan bermimpi kau Danuarta, dengan kemampuanmu seperti ini. sangat Sulit mengusai Dunia Persilatan, karena ada satu Jago lagi. yang belum bisa kita tandingi," jelas Ganitri.


"hah? memangnya siapa? si Langkara maksudmu itu?" tanya Danuarta Penasaran,


"bukan, karena Laki laki itu tak mungkin bisa menghalangi kita. tapi yang aku maksud itu adalah Ki Rungkup Bumi, yang sekarang sedang bersembunyi sambil olah Tapa. di Gua Legok Sumur Panamping," jawab Ganitri.


"apa? jadi Ki Rungkup Bumi itu masih hidup, lantas sekarang beliau sedang olah tapa begitu?" tanya Danuarta,


"iya.. karena aku juga sempat berguru padanya, hingga memiliki Ilmu Mande hiyang, aku juga sangat Bersyukur. bisa menuntaskan olah Tapaku di Gua ini, tapi aku juga sangat senang bisa berjumpa denganmu lagi Danu." jawab Ganitri dengan senyum leluasa,


"waah.. berarti kita harus bisa meningkatkan Ilmu kita lagi Nyai, jangan sampai Dunia Persilatan ini jatuh ke tangan orang lain. apa lagi Para Jago dan Jawara tingkat Dasar pun harus kita singkirkan Nyai. Haha, baguslah ternyata Nyai sudah meningkatkan Ilmu Nyai dengan Olah tapa di sini. berarti bisa membentuk Ilmu, untuk menghancurkan penghalang kita Nyai haha.." kata Danuarta panjang lebar,


"tentu saja Danu. selama aku ada di Dunia ini, takkan Sudi, Seseorang yang menghalangi kemauanku untuk mengusai Dunia Persilatan. apa lagi kemampuan Pedangku belum ada yang menandinginya haha.." seru Ganitri, sambil beranjak berdiri. dan mengambil Pedang Setan itu, yang ia senderkan di Batu Besar di dalam Gua itu. Pedang berbentuk seperti Keris, tapi Agak Besar dan Panjang. dan Tentunya mengandung tuah ke Saktian yang luar biasa, tak ada Seseorang pun yang bisa memegangnya.


Ganitri Memesatkan Pedangnya dari Serangkanya, betapa terkejutnya Danuarta. saat melihat Pedang Setan itu, di keluarkan dari Serangkanya. bergetar hati Danuarta, melihat sekaligus merasakan geteran ke Kuatan dari Pedang itu. Angin di luar pun Tiba tiba Kencang dan masuk ke dalam Gua itu, Danuarta menelan ludahnya sambil melotot. akan kaget dengan kemampuan Pedang Setan yang di milik oleh Ganitri,


Ganitri mengeluarkan Pedangnya itu. hingga labas dari Serangkanya, betapa Hebatnya Bentuk Pedang itu. dan menimbulkan Cahaya Merah Api, sangat memanaskan sekujur tubuh Danuarta. lalu Ganitri menggerakkan Pedang itu, dan baru saja Ganitri menggibaskan Pedang itu. Batu yang berjajar di dalam Gua itu pun, hancur hingga menjadi Abu.


prok! prok!

__ADS_1


suara Danuarta menepuk tangan, karena saking merasa takjub dengan ke Saktian itu Pedang.


"baru pertama kali ini, aku melihat ke Dahsyatan Pedang Setan itu. sungguh luar biasa Nyai,"


__ADS_2