JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 13.


__ADS_3

Untari melihat Karsa dan Uding sedang berhadapan dengan Gayatri, karena siasat Untari pada Karsa yang menggunakan Aji pameling di tujukan pada Karsa, dan tentunya hanya Karsa dan Untari yang bisa mendengar dan berkomunikasi.


Karsa, alihkan perhatian Perempuan itu pada Korban di luar pekarangan cepat!


kata Untari pada Karsa, yang tentu saja hanya Karsa seorang. yang bisa mendengarnya. Karsa hanya memberi Isyarat pada Untari, mengangkat Kampaknya ke atas. tanda yang mengerti dengan perintah Untari,


Gayatri sedang bersiap diri, jika Karsa dan Uding menyerang. karena Gayatri tidak tahu kalau Karsa sedang berkomunikasi dengan Untari, menggunakan Aji pameling. alias suara jarak jauh.


tapi Uding yang terpancing oleh Tata gerak Gayatri Akhirnya, maju melawan Gayatri. sedangkan Karsa lompat kearah Pekarangan, saat Uding memasukan Beberapa Serangan menggunakan Kampak Merahnya, ia pun sempat melirik ke samping dimana tadi Karsa berdiri. lalu ia pun kaget karena Karsa sudah tak ada di tempatnya,


Gayatri tak menyia nyiakan ke sempatan, karena melihat musuh sedang lengah. Akhirnya Gayatri memasukan Pukulannya pada Dada dan Perut lawan.. Uding pun tak sempat untuk membendungnya, yang Akhirnya terkena Pukulan itu.


Uding mundur ke belakang akibat terkena Pukulan Gayatri, sedangkan Untari sudah Geram melihat ke Bod*han si Uding. Untari segera memakai Cadar Hitamnya, lalu kemudian melesat ke dalam melewati Benteng Padepokan itu.


sedangkan para Santri, yang sedang Bertarung melawan kawanan yang lainnya. Akhirnya kewalahan, sehingga banyak korban berjatuhan. Gayatri melihat Seseorang yang memakai Cadar berdiri Kokoh di hadapannya.


"Haha.. ternyata ada Seorang Wanita yang berlagak jagoan rupanya," kata Untari,


"cih! jangan banyak bicara kau Kurang Ajar, mari kita bertarung saja." ucap Gayatri yang sudah tak bisa menahan Amarahnya,


Gayatri maju lebih dulu menyerang Untari, Untari mencoba mengimbangi Tata Gerak Gayatri. ternyata tak sesulit yang di Bayangkan Untari, karena dengan Mudahnya. Untari mampuh mengimbangi Tata gerak lawan.


Gayatri pun takjub dengan Gerakan Untari bisa membaca semua terjangannya, dan Untari pun demikian. walau pun Tata gerak Gayatri tak Seberapa, tapi mampuh mengelak dari serangannya.

__ADS_1


para Santri sudah pada terbaring semuanya, Gayatri kaget pas begitu melihat para kawanan Perampok Kampak Merah sudah berkumpul akan mengeroyok Gayatri. Gayatri yang sedang bertarung melawan Untari jadi lengah, saat melihat para Kawanan itu sudah mendekatinya.


Gayatri berhasil di serang oleh Untari, dari mulai bagian Perut dan Iganya terkena Pukulan Untari. membuat dirinya terdorong Beberapa langkah ke belakang, dan mengusahakan diri supaya tetap tegak.


"Yaa Alloh yaa Rob, bagaimana ini. semuanya sudah berkumpul, sepertinya akan mengeroyok Hamba." ucap Gayatri di dalam hatinya, sambil membagikan pandangannya. karena para Kawanan Perampok itu sudah semakin dekat, melihat mereka semua sudah menunjukkan Kampaknya.


Gayatri dengan terpaksa ia melarikan diri, tapi belum juga sempat berlari. Untari sambil meloncatkan badannya, menotok area bagian penting pada diri Gayatri. lalu Gayatri pun menjadi tak punya tenaga lagi, lemes dan pingsan.


semuanya pun Sorak Gembira, karena Untari berhasil melumpuhkan Gayatri. dan sekarang Untari baru saja mau melangkah masuk Tiba tiba, ada sebatang Ranting kecil melesat menuju pada Untari. setalah Ranting itu mengenai Punggungnya, Untari tak bisa bergerak Kaku.


dan Tiba tiba ada yang loncat, lalu berdiri di hadapan mereka. ternyata yang baru saja datang itu jelas Kiyai Hasbullah, Kiyai Hasbullah membagikan pandangannya ke semua yang ada di sana lalu berkata." Dasar Pengecut kalian, beraninya malah memancing kami untuk keluar. dan malah bikin keributan di wilayahku." kata Kiyai Hasbullah,


"terus memangnya kenapa kalau aku pengecut, itu juga semuanya karenamu Kiyai! karena kau tak mau menyerahkan Pusaka itu pada kami!" seru sala satu kawanan Perampok itu.


"hehe.. jangan mimpi kalian bisa dengan mudah mengusai Pusaka itu Hem, sayang sekali aku takkan menyerahkannya pada Orang yang salah. seperti kalian," kata Kiyai Hasbullah.


sementara Untari masih berdiri Kaku tak bisa menggerakkan sekujur Badannya, oleh karena itu ia menggunakan Telepati. menghubungi Ratna Anjani,


"Raka tolong aku, aku kewalahan lagi. ternyata semuanya hampir Gagal Raka," kata Untari berkomunikasi melalui suara Bathinnya.


Ratna Anjani yang sedang berlatih Ilmu kanu Ragannya menjadi terganggu. dengan Suara Bathin Untari Adiknya,"Untari! kau itu memang sangat Bod*h Untari, dan bagaimana Nasib Anak Buahmu?" tanya Bathin Ratna Anjani,


"mereka pun sedang pada kewalahan, menghadapi Kiyai Hasbullah Raka." jawab dari Untari,

__ADS_1


"baiklah aku akan segera ke sana! dan akan melawan Situa Bangka itu!" seru Ratna Anjani, dan mengakhiri komunikasinya lewat Telepatinya,


Kiyai Hasbullah berhasil merubuhkan ke Empat Kawanan Perampok itu, dan tak ada lagi yang bisa melanjutkan Pertarungannya lagi." sekarang kalian tinggal Pilih, Menyerah atau Berdarah? karena yang kalian inginkan takkan ku penuhi," ucap Kiyai Hasbullah.


mereka hanya terdiam, tak ada yang mau berkata. sedangkan Gayatri langsung menghampiri Suaminya, yang sedang berdiri memandangi para Kawanan Perampok itu.


"sudahlah Abah, lebih baik kita serahkan saja pada Tetua Desa Alas Mengker saja. biar mereka yang menghukumnya," ujar Gayatri.


"iya Gayatri. aku pun punya pendapat seperti itu, lalu si Cadar Hitam itu biarkan saja di sini. karena yang akan memberi dia Hukuman," kata Kiyai Hasbullah.


tapi saat Kiyai Hasbullah akan mendekati Untari, ada Suara dari ke Jauhan."hentikan! hey Kiyai Sekarang lawanmu adalah aku, maka dari itu mari kita beradu ke Kuatan Kiyai." ucap Ratna Anjani, yang melayang dari atas Benteng Besar itu.


dengan Ilmu peringan Badan yang lumayan Ampuh, suara Kaki Ratna Anjani yang menempel telapak Kakinya pun tak bersuara sedikit pun.


Kiyai Hasbullah menatap Ratna Anjani yang baru saja muncul, dan tak jauh dari keberadaan Untari. yang masih berdiri Kaku itu,


Ratna Anjani pun langsung melepaskan Totokan pada Untari, jelas Untari sangat senang sekali karena Akhirnya ia pun bisa terbebas. dari pengaruh Totokan Kiyai Hasbullah,


Untari menatap sinis pada Kiyai Hasbullah juga pada Gayatri, sebagai Istrinya Kiyai Hasbullah. dan berkata, "kalian jangan merasa menang Angin dulu. karena tak semudah yang kalian kira, menangkapku begitu saja haha..!" seru Untari tertawa senang.


"Hem, terus kalian sebenarnya mau apa datang kemari heh? tetap bersikeras mau Pedang Pusaka itu hem, jangan bermimpi di siang Bolong kalian." kata Kiyai Hasbullah,


"Untari kamu hadapi saja Perempuan ini, biar aku yang akan menghadapi Kiyai ini!" seru Ratna Anjani, membagi tugas.

__ADS_1


Untari pun melirikan Wajahnya pada Gayatri yang masih menatap Untari. Untari pun langsung melawannya,


Gayatri tetap bersikap tenang dan Pasrah, semua Tata gerak lawan mampu dia Imbangi. dan Gayatri tetap waspada, tak mau kecolongan Gerak.


__ADS_2