JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 31.


__ADS_3

ucap si si Petir,


"mungkin kayaknya begitu Tur.. tapi Abah serta yang lainnya akan segera melihat ke sana, gimana kamu mau ikut?" tanya Kiyai Hasbullah pada si Petir,


"tentu saja Bah, Petir mau ikut." kata si Petir antusias,


lalu mereka berdua pun segera melangkahkan Kiki menuju keluar, tapi di setengah perjalanan menuju Pintu, Gayatri datang." tunggu kalian berdua akan pergi kemana?" tanya Gayatri,


"ehhm.. kalau Petir mau membantu Abah Ambu, karena ada Pengacau di wilayah Penduduk Ambu." jawab si Petir,


"baiklah Ambu juga akan ikut," kata Gayatri.


"jangan Ambu ini sangat berbahaya, walaupun aku sudah membekali kamu Ilmu Silat. tapi ini sangat membahayakanmu Ambu," ucap Kiyai Hasbullah.


"jangan khawatir Bah, Insyaa Alloh aku bisa lebih waspada." kata Gayatri.


"baiklah kalau begitu, tapi ingat kamu jangan Gegabah ya." ucap Kiyai Hasbullah,


Gayatri pun hanya memanggut sambil tersenyum senang, Akhirnya dirinya bisa ikut dengan mereka.


sedangkan di halaman Penduduk semua menjadi berantakan, Korban pun berserakan karena mereka semua berani membangkang pada Karaman Kampak Merah. tak sedikit Warga tumpur karena tebasan dari Kampak mereka. banyak Wanita wanita yang di Nodai oleh di antara mereka,


"Hahaha.. kerja kalian luar biasa bagus sekali, cepat Ranjah lagi tiap Rumah Penduduk!!" seru Ratna Anjani sambil memberi Perintah,


saat para Karaman memasuki sala satu Rumah Warga, Kiyai Hasbullah dan juga Kang Bardi tiba.


"hentikan!! berani sekali kalian memporak porandakan Wilayah kami, jika kalian masih tak mau menghentikan Aksi kalian. jangan salahkan aku jika melakukan Kekerasan," kata Kiyai Hasbullah berseru keras.

__ADS_1


"Haha, Peduli Setan. aku tak takut sama kamu Tua Bangka Haha," kata sala satu komplotan.


"oh baiklah kalau begitu, kemari maju hadapi aku." ucap Kiyai Hasbullah,


lalu empat Komplotan Kampak Merah pun maju Bersamaan, dengan menggunakan Kampaknya mereka berani mendekati Bardi dan Kiyai Hasbullah,


Kiyai Hasbullah sudah paham apa yang akan di lakukan oleh mereka berempat, sedangkan Kang Bardi hanya menunggu perintah Kiyai Hasbullah saja.


si Petir dan Gayatri sedang berada di atas Pohon, untuk melihat ketua dari mereka.. si Petir melihat Dua Kuda yang sedang di tunggangi oleh Ratna Anjani dan Untari.


"Ambu Sekarang ada Dua Wanita di sana, Ambu pilih aku untuk melawan yang Mana?" tanya si Petir pada Ambunya, yaitu Gayatri.


"Ambu akan melawan Wanita yang Berkuda dekat Warga yang berserakan itu." jawab Ambu Gayatri,


"baik biar aku melawan yang itu," kata si Petir.


setelah sepakat untuk melawan Dua Perempuan itu, si Petir loncat duluan. sampai telapak Kakinya nyampe di Bawah sekaligus tak menimbulkan Suara, membuat Untari kaget Tiba tiba si Petir sudah ada di Sampingnya.


"hehe.. aduh kacian kirain Seorang Jago Wanita tak bisa kaget," ucap si Petir meledeknya.


"Tutup Mulutmu Bocah, kau jangan merasa bakal menang berhadapan denganku sekarang.." kata Untari sambil loncat dari Kudanya,


dua Tatapan saling beradu.. si Petir tetap tenang, sedangkan Untari Tiba tiba merasa Sambil. karena melihat ketenangan si Petir,


sedangkan Kang Bardi dan Kiyai Hasbullah sedang menghadapi Empat Karaman itu, Kang Bardi berusaha untuk mengimbangi ke Kuatan Lawan. tapi Kang Bardi agak sedikit kaget, saat terjangkan yang di lakukan oleh Lawan sekarang jadi sangat membahayakan.


sedangkan Kiyai Hasbullah berupaya sekuat Tenaga, untuk memasukan semua Pukulannya. akan Tetapi pihak lawan rupanya punya Gerakan agak cepat dan lumayan ada Peningkatan.

__ADS_1


juga sama halnya dengan si Petir saat melawan Untari, karena Untari sudah mendapat Tata Gerak baru dari Gurunya Danuarta. menjadikan dirinya bisa licin sama dengan si Petir dan bisa Berpindah pindah tempat saat mau di terjang oleh si Petir.


sedangkan Gayatri yang sedang berhadapan langsung dengan Ratna Anjani, ia merasa kaget dengan daya tahan Ratna Anjani bisa dengan Mudah menakis semua gerakan Gayatri.


Kiyai Hasbullah segera menyimpulkan sikapnya untuk menggunakan ke kuatan Tenaga dalamnya, yang hanya tiga seperempat bagian. Kiyai Hasbullah Pura pura Mundur kebelakang, maksudnya mau mengambil ke sempatan untuk menggunakan Tenaga dalamnya. Kiyai Hasbullah mengacungkan Tangannya ke atas hampir setara dengan kepalanya. seusai tangannya ke atas Petir keluar dari telapak tangannya. dan para Karaman pun sudah mulai sentar melihat apa yang akan di lakukan oleh Kiyai Hasbullah,


Petir itu sudah menjalar pada bagian tubuh lawan.. para keempat Karaman itu sudah mulai ke Sakitan Satu persatu di antara mereka,


"aaa... Sakit!!" seru sala seorang Karaman itu sudah terdengar ada yang menjerit,


langsung di ikuti juga oleh yang lainnya. dalam dirinya Tiba tiba ada Energi yang merambah pada sekujur Tubuhnya, yang Akhirnya berantakan dan pada lemas.


sedangkan si Petir masih berupaya mencari celah untuk memasukan terjangan pada Tubuhnya Untari, tetapi cukup lumayan sulit juga. semenjak Untari di Ajari Ilmu Tapak Sancang oleh Danuarta, si Petir berupaya sekuat Tenaganya. tapi si Petir dengan sangat terpaksa mengeluarkan Pedang Kayu Cendana, dari balik Baju belakangnya juga Serangkanya.


Harum Pedang Kayu Cendana mulai tercium oleh lubang Hidung Untari, Tiba tiba Untari menghentikan Gerakannya. semenjak mencium Aroma Harumnya Kayu Cendana, yang di Pegang oleh si Petir.


kesempatan yang sangat Mahal, si Petir tak Menyia nyiakan kesempatan itu. lalu segera memasukan Tendangan ke Pinggang sebelah Kiri Untari, tentunya Untari pun tak sempat menahan hantaman Kaki si Petir. sehingga tubuhnya terdorong kebelakang sambil menjerit ke Sakitan,"Aaa..!! Kurang Ajar, Dasar licik beraninya kau mengambil kesempatan ini saatku lengah," seru Untari sambil menjerit dan menahan rasa Sakit. di bagian Pinggang sebelah Kirinya,


"hehe.. oh Bebas Dong, itu mah sebagian dari kelengahanmu hehe.." ucap si Petir,


"koek cih!! Kurang Ajar.. awas saja kau Bocah, akan ku Serang Bertubi tubi kau." kata Untari sangat marah saat di tertawaan oleh si Petir,


Untari mencabut Kampaknya dari Pinggang sebelah kanannya, dan langsung maju lagi melawan si Petir.


tapi si Petir dengan cepat menahan samberan Kampak Untari dengan Pedang Kayu Cendana. Untari tentunya kembali mencium Aromanya lagi, dan terhenti kembali. si Petir langsung dengan cepat menotok Urat urat Peting di bagian Badannya Untari,


Untari pun kaget dan langsung lemes tak bertenaga lagi, dan langsung menjatuhkan badannya. si Petir langsung melihat ke Belakang, melihat Ambunya sedang kewalahan menghadapi Ratna Anjani.

__ADS_1


Gayatri pun sudah mulai terkuras Tenaganya, sehingga Gerakannya sudah mulai melemah. Ratna Anjani sudah mengerti apa yang harus di lakukannya sekarang, tentunya Ratna Anjani akan melumpuhkan Gayatri. tapi Ratna Anjani terlambat,


karena si Petir sudah duluan menendang Bokong Ratna Anjani..


__ADS_2