
tak lama kemudian, si Petir pun di gendong oleh Kan
Bardi. karena kondisi si Petir saat ini butuh pengobatan yang lumayan ampuh, pertama tenaga si Petir agak terkuras. akibat mengeluarkan Ilmu pancer manunggali Alam salah satu Ilmu pamungkas Perguruan Girilayang.
tak di ceritakan di perjalannya akhirnya Kang Bardi sampai kedalam Padepokan. Kiyai Hasbullah kaget saat melihat kondisi si Petir sangat lemah, Kang Bardi pun membawa si Petir kedalam kamarnya.
Gayatri yang melihat langsung keadaan si Petir, jadi merasa lemas. dan tak tahan menahan Air Matanya. karena Gayatri adalah Seorang Wanita yang mengurus dan membesarkan si Petir dari Bayi, hingga menjadi Sosok Pria Remaja dan lumayan kuat. tapi setelah melihat kondisinya saat ini Bathin Gayatri pun terasa terpukul,
Kang Bardi menceritakan ke jadian yang sebenarnya, pada Kiyai Hasbullah. Kiyai Hasbullah pun kaget saat mendengar Orang yang sudah Bertarung melawan si Petir itu. adalah Jago Wanita,
"nah begitulah Bah kejadiannya, saya juga kaget melihat si Petir mengeluarkan Ajian pamungkasnya Bah." jelas Bardi,
"Astagfirulloh.. sebetulnya saya curiga bahwa Seorang Wanita yang melawan si Petir itu adalah Ganitri, yang sekian lama pernah menghilang di Dunia Persilatan." kata Kiyai Hasbullah menjelaskan juga,
"yaa Alloh.. saya juga sempat mendengar si Ganitri itu mah Bah, tapi kalau ketemu Orangnya sih belum kitu." kata Bardi,
"haah.. aku harus segera mengirim Surat pada Saudaraku yang berada di Tatar Wetan, untuk mengobati si Petir. dia adalah Syekh Nurjaman, tolong nanti Kang Bardi urus ya," kata Kiyai Hasbullah. memerintahkan Kang Bardi untuk pergi ke Cirebon,
"Insyaa Alloh saya siap mengemban tugas Bah." ucap Kang Bardi antusias,
kita tinggalkan dulu keadaan di Padepokan Girilayang, kita sekarang menceritakan Nasib Ganitri yang sangat terluka di sekujur tubuhnya. ternyata Badan Ganitri jatuh pingsan di tepian Danau,
__ADS_1
ternyata di samping Ganitri ada Seseorang yang melangkah mendekati Ganitri yang terbaring lemah, ternyata Seseorang itu adalah pria yang baru turun Gunung. karena baru membereskan latihan Aji Dharma, Pria itu adalah mantan Muridnya Ki Sanggah langit yang membelot. yang bernama Jayadi Praja,
"aku sepertinya mengenali Perempuan ini. dan aku juga sangat tak asing melihat Senjatanya," Gumam Jayadi Praja. sambil berfikir,
setelah selesai berpikirnya, Akhirnya Jayadi Praja. mengingat Wanita yang ada di hadapannya itu, "tidak salah lagi. pasti ini Ganitri, iya betul pasti ini dia!" seru Jayadi Praja, lalu melangkah mendekatinya. seusai mendekatinya Jayadi Praja memeriksa Bagian Urat urat penting Ganitri, untuk memastikan apakah masih bisa di selamatkan.
"ternyata kau masih hidup Ganitri, cuma lukamu lumayan parah juga. aku harus membawa ke kediamanku," gumam Jayadi Praja. lalu memegang Telapak tangannya, dan menghilang bersama tubuh Ganitri.
akhirnya Ganitri sudah di tidurkan di sebuah Rumah yang sederhana, semuanya terbuat dari bahan Anyaman Bambu. sedangkan Jayadi Praja sedang menembuk Ramuan untuk mengobati luka Ganitri si Pedang Setan, tentunya Ramuan itu terbuat dari Tetumbuhan khusus dari Hutan belantara Gunung kembar,
seusai Jayadi Praja beres menembuknya, lalu mengoleskan sisa tumbukan itu pada area Badan Ganitri. tentunya Ganitri belum sempat sadar dari Pingsannya, lalu seusai mengoles tubuh Ganitri Jayadi Praja. memeras ampas Ramuan itu untuk mengobati luka dalamnya Ganitri,
lalu Jayadi Praja beranjak berdiri. lalu pergi keluar dari Rumahnya, dan Duduk di Bale bale tempat ia sedang merenung.
tak berapa lama setelah Ganitri berucap seperti itu,
Jayadi Praja pun melangkah masuk kedalam Rumahnya, " ternyata kau sudah bangun Ganitri?" tanya Jayadi Praja,
"ahh.. Si, siapa kau? mengapa kau tahu Namaku?" tanya balik Ganitri, sambil memegang kepalanya karena masih merasa puyeng.
"hehe, tenang dulu Ganitri. masa kamu tak mengenaliku? kita Sama sama Pelarian dari Perguruan Banjar Wulung, coba kau Ingat ingat dulu." kata Jayadi Praja, membantu ingatan Ganitri.
__ADS_1
lalu Ganitri pun mencoba mengingatnya dan memperhatikan sekujur Badan Jayadi Praja, seusai Ganitri jelas mengingatnya. lalu berkata," kau.. Jayadi Praja kah?" tanya Ganitri setelah mengingatnya,
"benar Ganitri, itu aku hehe.. lama sekali kita tak berjumpa Ganitri." jawab Jayadi Praja, membenarkan ingatan Ganitri.
"ahh.. ternyata kau masih hidup Jayadi, kita memang sudah lama tak berjumpa. akibat kabur dari Banjar Wulung, tapi kau semakin Gagah saja." ucap Ganitri,
"hehehe... tentu saja aku bisa bertahan hidup Ganitri, kau sendiri kemana saja. saat waktu pelarian kala itu, kau juga semakin Cantik juga hehe..." kata Jayadi Praja,
"hem, jiwa tenangmu masih tak berubah ya. ternyata kau tinggal di gubuk ini rupanya,aku kala itu pergi ke perguruan Serigala Bayangan. dan berguru di sana, hingga di beri Pedang Pusaka Buatan Guruku." jelas Ganitri,
"oh begitu rupanya, aku juga sama Berguru pada perguruan Sopala Braja tunggal. saat aku terpisah dengan yang lainnya, dan di Warisi Ilmu 8 tapak Dewa." kata Jayadi Praja menjelaskan,
"oh begitu ya. bagaimana jika kita menunjukkan ke kuatan kita di luar," ucap Ganitri.
"hehe, tak usah terburu buru Ganitri. lebih baik kau Minum dulu Air Ramuan yang aku buatkan untuk menyembuhkan lukamu." kata Jayadi Praja sambil memberikan Cangkir yang terbuat dari Bambu, yang berisikan Air Ramuan.
Ganitri pun meminumnya hingga abis tak tersisa, dan merebahkan tubuhnya kembali. lalu Jayadi Praja menyelimutinya dengan Kain Tebal khususnya. yang berada tak jauh dari Rajang kayu itu,
Jayadi Praja pun menggeleng gelengkan kepalanya. lalu segera melangkah kembali keluar Rumah, akan mencari Makanan.
sedangkan di tempat lain, di waktu sorenya Ki Sanca bertemu dengan Seorang Tabib dari Sebrang. yang bernama Ahmad Si bolga, ternya berasal dari pulau Sumatera. Ahmad si Bolga sudah lama tinggal di Tatar Sunda, ia membuka klinik kalau kata Bahasa modernnya. di Daerah Kampung Citepus,
__ADS_1
Ki Sanca pun sedang memulihkan dirinya, dengan di suruh oleh Ahmad si Bolga. untuk bermeditasi di Batu Wulung khususnya, karena untuk menetralisir luka dalamnya. Ahmad si Bolga memperhatikan Ki Sanca dari jarak agak jauh dari Batu Wulung itu.
"hem, ternyata seorang Pendekar yang berpengalaman juga itu Orang. dan mempunyai kemampuan yang cukup lumayan," gumam Ahmad si Bolga. Tabib dari Sebrang,