JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 19.


__ADS_3

kata Untari menjelaskan pada Danuarta. tapi Danuarta Tetap penasaran pada Bocah yang di ceritakan oleh Untari dan Ratna Anjani, seberapa Hebat ke mampuan Bocah itu. begitulah yang ada dalam Benaknya Danuarta,


di siang harinya Danuarta pamit pada Untari. dan akan pergi Padepokan Girilayang, untuk membuktikan sehebat apa Bocah itu. Danuarta langsung pergi menaiki Kudanya untuk mendatangi Padepokan Girilayang.


sedangkan yang sedang di bicarakan tadi oleh Danuarta dengan Untari, si Bocah Sakti alias si Petir sedang berlatih menggunakan senjata. yang sedang melatihnya siapa lagi, kalau bukan Kiyai Hasbullah. tapi sekarang ia di bantu oleh Marta, untuk menunjukkan bagaimana cara menggunakan Pedang Kayu Cendana itu dengan benar.


si Petir pun Akhirnya dapat meniru semua Gerakan yang sudah di tunjukkan oleh Marta barusan. dan bisa menggunakan Gerakan Pedang Kayu Cendana dengan sangat tepat, dan Benar.


seusai berlatih cara menggunakan Pedang Pusaka itu, lalu si Petir pun mengatur Nafasnya dan berkata " hehehe.. bagaimana Paman, apakah sama dengan Gerakan Paman sebelumnya?" tanya si Petir. di tujukan pada Marta,


"hehem.. bagus, sangat tepat dan pas. bahkan kamu hampir melebihi kemampuanku Petir hehe," jawab Marta sambil mengelus Bahunya si Petir.


"Alhamdulillaah, Abah juga merasa kagum atas kecerdasanmu Nak. dan Abah sangat Bangga jika kamu dapat mengusai Gerakan Pedang Pusaka itu," sambung lidah dari Kiyai Hasbullah.


"betul. apa yang di katakan oleh Abah Tir, kamu sebentar lagi akan membawa Pedang itu kemana mana. karena kamu sudah bisa mengendalikan jurusnya." kata Marta di tujukan pada si Petir.


"hehehe... Asyik atuh Paman, Abah kalau Petir bisa membawa Pedang yang sangat Harum ini hehe.." ucap si Petir, yang sedang sangat Gembira. karena Akhirnya bisa membawa Pedang Pusaka, meninggalan Ayahnya itu.


tapi setelah si Petir terhenti dari ketawanya, Tiba tiba Kuping si Petir mendengar langkah Seseorang yang sedang menaiki Kudanya. raut muka si Petir sudah terlihat seperti menegangkan.


"waah gawat Paman, Abah. ada Seseorang yang akan menuju kemari Bah," kata si Petir.


"oh berarti kita harus segera menyambutnya," ucap Marta.

__ADS_1


"tapi tunggu dulu, barangkali Orang itue mempunyai tujuan buruk. karena Tiba tiba saja firasatku menggambarkan akan terjadi Pertarungan," kata Kiyai Hasbullah.


"Ssst, dia sudah mendekat Bah. Paman," ucap si Petir lirih.


ternyata benar apa yang di dengar dan di katakan oleh si Petir, Seseorang itu memakai Cadar Hitam. dan melompat lalu berdiri di hadapan mereka, "Hahahaha... oh ternyata kebetulan kalian sedang berkumpul di sini, sungguh penghirmatan yang luar biasa. haha," kata Danuarta. yang sedang memakai Cadar Hitam itu,


"hem. ada apa Ki Sanak Bertamu tapi sangat tidak Sopan seperti begini?" tanya Kiyai Hasbullah,


."itu tidak penting, Sopan tidak Sopan. itu bukan Urusanku Haha." kata si Cadar Hitam itu sangatlah lancang,


"hehe, kenapa Kudanya nggak di bawa masuk Tuan." ucap si Petir, membuat Danuarta agak kaget ternyata Bocah yang berdiri di hadapannya itu, jelas bukan Bocah sembarangan. begitu yang di fikir oleh Danuarta.


"Hahaha.. itu bukan urusanmu Bocah, hey kalian kalau kalian ingin tahu siapa saya. inilah Gurunya Ratna Anjani yang pernah kalian kalahkan," ucap Danuarta, yang padahal. dirinya masih penasaran pada si Petir, yang dari tadi terlihat Tenang tenang saja.


"itu bukan urusanmu, aku juga tahu bahwa kamu bukan Orang sini. maka dari itu kamu tak berhak ikut Campur," jawab Danuarta sangat Ketus. tentunya Danuarta tahu pada Seseorang itu, karena dia juga bukan Asli Desa Alas Mengker.


"hahaha.. ya bebas dong tuan, walau pun dia teh bukan Orang sini. tapi kan tamu kami Tuan, memangnya Tuan bertamu tapi tidak Sopan." ucapan si Petir cukup membuat Danuarta merasa terhina.


"hey Bocah, jaga omonganmu ya. kau belum tahu siapa aku!" seru Danuarta marah terhadap si Petir.


"haha, yang jelas belum tahulah orang memakai topeng kaya gitu. yang pastinya nggak bakalan tahu dong hehe.." ucapan si Petir, Akhirnya membuat Danuarta marah besar. dia pun langsung menyerang si Petir,


Marta baru saja mau melangkah akan membantu si Petir, tapi di hadang oleh Kiyai Hasbullah. karena Kiyai Hasbullah sangatlah yakin, si Petir dapat mengimbangi ke Kuatan lawannya.

__ADS_1


ternyata benar, apa yang di fikirkan oleh Kiyai Hasbullah. si Petir sangat licin untuk di tangkap oleh Danuarta, sehingga tubuhnya cepat seperti Bayangan. menghindari gerakan Ilmu Silat Danuarta, si Petir tak lupa menggunakan jurus andalannya yaitu Jurus Peringan badan. maka dari itu Danuarta sudah merasa geram, dengan gerakan yang di lakukan oleh si Petir.


Danuarta mencoba menggunakan ke cepatan dalam gerakkannya, biar dapat mengimbangi jurus peringan badan si Petir. tapi tak semudah dugaannya, si Petir sangat Mudah menghindari terjangan terjangan Danuarta.


setelah sangat jelas terlihat oleh si Petir, ada bagian tubuh Danuarta yang tidak terjaga. dengan sigap si Petir melakukan pukulan tanpa ketahuan oleh lawan. sehingga membuat Danuarta terlambat untuk menangkis terjangan atau pukulan si Petir itu,


...Gedug dess!!...


suara kepalan tangan si Petir meninju area Dada lawan, tentunya Danuarta terdorong mundur Beberapa langkah. dan terengah engah mengatur Nafasnya,


"sialan. ternyata Benar benar di luar dugaan. Bocah itu sangat licin sekali, dan Pukulannya juga cukup lumayan.. Aa," ucap Danuarta di dalam hatinya. serta merasakan Ngilu di bagian Dadanya itu,


"ayo mau di lanjutkan lagi tidak?" tanya si Petir, sekaligus menghinanya.


"jangan merasa sudah menang dulu kau Bocah, karena aku masih berdiri di tempat ini. berarti aku belum merasa kalah olehmu," jawab Danuarta.


"hehehe... ya sudah ayo serang lagi!" seru si Petir, membuat Danuarta jadi bringas. Danuarta sudah kembali membangun Kuda kudanya, serta membentuk kedua tangannya seperti menyembah. dan nemejamkan kedua Matanya, dan menengadahkan kepalanya ke udara.


Awan menjadi hitam, gelap seperti akan turun Hujan lebat. Angin mendadak jadi Kencang, suara Petir terlihat jelas menggema dan kilatnya. rupanya Danuarta menggunakan Ajian Pamungkasnya, yang di sebut Ajian Badai Sagara.


si Petir tenang saja, tak terlihat panik atau pun Cemas. karena ia sudah Paham, Masing masing Jurus pasti ada Ilmu Pamungkasnya. si Petir memperhatikan Badan Danuarta, Tiba tiba bergetar dan mengeluarkan Asap Putih. Angin Semakin Kencang, Hujan lebat pun sudah turun dan hampir, menghancurkan bangunan yang berada di Padepokan itu.


si Petir hanya memejamkan kedua Matanya saja, memohon perlindungan pada Yang Maha Kuasa. Tangan si Petir mengeluarkan Cahaya listrik, dan di pentangkan pada musuh.

__ADS_1


"hiyaat!!" seru si Petir Menyerang duluan menggunakan Ilmunya, tapi Danuarta pun menghadangnya menggunakan Gulungan Air dan Angin.


__ADS_2