JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 37.


__ADS_3

"hehe, jangankan Menyerah kami Mati pun saya Rela. asalkan demi kebaikan," ucap Kiyai Hasbullah.


"betul yang Abah saya bilang, mending Binasa sekalian dari pada Bergabung dengan kalian. yang hanya Menguras Harta Warga Penduduk," sahut Bardi.


"hehe.. yang sudah kalau memang kalian mau Menjajal kemampuan kami mah, ayo Maju hehe..!" seru si Petir, di tujukan pada Mereka. pihak Karaman Kampak Merah,


"besar juga Nyalimu Bocah, baiklah jika kau menerima Tantangan kami. mari akan aku buktikan, hiyaaat!!" seru Untari, lalu maju untuk Menyerang si Petir. tapi si Petir tak merasa Getir, malahan ia masih tetap tenang dan berdiri tegak. tak membangun Kuda kudanya satu langkah pun,


Untari sudah semakin Geram, saat melihat tingkah si Petir yang menganggap dirinya Lawan Rendah. tapi si Petir sangat lihat menghadapi Serangan dari Untari, Untari yang sangat cepat Gerakkannya itu. dengan sangat Mudah di hindari oleh si Petir, Untari sudah berusaha sekuat Tenaga meningkatkan Terjangan Jurus jurusnya. dan sudah melakukan Gerakan baru dari Danuarta, tapi tak mempengaruhi Gerakan si Petir yang sangat sigap menghindarinya.


si Petir pun loncat ke lahan yang kosong tak jauh dari mereka semuanya, Untari berdiri sejenak. sambil mengatur Nafasnya dan bergumam sendiri," hah.. hah, Bocah itu sungguh saat luar biasa. kemampuan Tata Geraknya sungguh di luar dugaanku, aku harus mengkombinasikan jurus Tapak Macan dan Jurus Napak Sancang." gumam Untari, sambil menatap Tajam pada si Petir.


"hehe, eeh ko malah Melotot kaya gitu Neng hihi.. Tatut ya, hehe.." kata si Petir, sambil tertawa sekaligus mengejek Untari.


Untari sudah menyiapkan dirinya kembali dan Memasang Kuda kudanya, lalu membentukan telapak tangan Menyembah. dan Memejamkan kedua Matanya. terjadi sesuatu pada diri Untari, dan Tubuhnya pun mulai bergetar. tanda ke Kuatan Ilmu Kombinasi sudah merasuki Sekujur Tubuh Untari,


si Petir dengan penuh Rasa Percaya diri, ia pun tak Sentar sedikit pun. Kiyai Hasbullah memberi Saran pada si Petir,"Hati hati Tir. Untari sudah mengeluarkan kekuatan dalamnya, kamu mesti harus Bener benar Waspada Tir." Saran Kiyai Hasbullah pada si Petir,


"hehehe... tenang saja Bah, Do'akan saja Bah. semoga Petir ada dalam keunggulan Bah, Demi Ambu Petir siap mempertaruhkan Nyawa Bah." kata si Petir dengan Peroman Wajahnya terlihat tenang,


Untari sudah mulai Mementangkan Cahaya Hitam dan Cokelat menuju si Petir yang masih berdiri tanpa roba Langkah sedikit pun, tapi setelah Serangan Cahaya yang di Pentangkan oleh Untari barusan. si Petir dengan sangat Cepat menahan Serangan itu, dengan Gulungan Cahaya Warna Putih menyala.

__ADS_1


terjadi Ledakan di Udara, akibat benturan dua ke Kuatan. yaitu ke kuatan Untari dan si Petir, tapi Untari Mundur terdorong oleh Ledakan barusan. tapi kalau si Petir hanya memundurkan satu Langkah Kakinya saja kebelakang, Danuarta kaget dan Takjub dengan Seorang Bocah yang bernama si Petir itu.


"hem.. sungguh luar biasa Bocah Remaja seusia dia mampuh menahan Serangan Untari, sedangkan Untaru hanya terdorong Mundur Beberapa Langkah. dan si Petir hanya Mundur satu jengkal Kakinya saja kebelakang, Edan.. luar biasa," gumam Danuarta di dalam hatinya.


"hehe.. udah Nyerah sajalah biar cepat kelar," kata si Petir ketus.


"jangan Gegabah kau Bocah, kita bertarung lagi jika berani?" tanya Danuarta,


"biar Abah saja yang menghadapi si Cadar Hitam itu Petir, biar kamu Istirahat dulu bersama Mang Bardi di sini!" seru Kiyai Hasbullah di tujukan pada si Petir,


" biarin Bah, lagiankan dulu Petir pernah ko Berhadapan dengan Orang ini Bah. ya mungkin dia masih Penasaran sama Petir yakan Tua ****** hahaha," kata si Petir meledek Musuh.


"Lancang sekali kau Bocah! koek cih! ayo kita buktikan sekarang siapa paling Bagus dalam Pertarungan ini!" seru Danuarta Marah besar,


"diam kau aku tak sedang berbicara denganmu tahu!" jawab Danuarta sambil berseru marah, pada Kang Bardi.


"ya sudah kalau mau bertarung dengan saya mah, sok aja Tua Bangka hahaha..!" seru si Petir Tertawa Puas,


Danuarta sudah terpancing dengan ucapan si Petir barusan, sehingga ia tak banyak lagi omong. langsung loncat dan sudah berada di hadapan si Petir, yang sedang berdiri sambil Mengorek ngorek Kupingnya seperti biasa.


"Sekarang siapa yang paling Unggul, maka dia adalah Jawara Setatar Sunda ini. namun jika ada yang kalah maka harus bergabung dengan kami, bagaimana menurutmu Bocah!" seru Danuarta sambil memberi Beberapa Tawaran,

__ADS_1


"hehehe... aduh tunggu sebentar ya, tanggung nih lagi enak." jawaban si Petir yang sangat di anggap meremehkan Danuarta,


Danuarta pun langsung Menyerang si Petir dengan kemampuan yang sebenarnya, tapi si Petir Tetap Acuh saja. walau pun Tata Gerak yang di lakukan oleh Danuarta cukup sangat membahayakannya, si Petir hanya mengandalkan Ilmu Peringan Badannya saja. tubuh si Petir mampuh menghindari serangan Lawan, tapi Danuarta masih Penasaran rupanya. sehingga mempercepat Gerakannya, Tetap saja si Petir mampuh menghindarinya.


Kiyai Hasbullah sudah tak risih lagi, melihat kemampuan si Petir semakin meningkat dan Gerakannya. susah di Terjang oleh lawan, Kang Bardi pun sama. sekarang semakin percaya atas kemampuan si Petir yang sudah melebihi dirinya, si Petir dengan sangat rikat menakis Gerakan lawan. sehingga semua Terjangan Danuarta mampuh di Bendungnya,


Danuarta kaget atas kemampuan si Petir di luar dugaannya, Akhirnya Danuarta hanya merenung sejenak. saat si Petir berhasil memasukan Pukulannya pada Dada lawan, Kiyai Hasbullah membisikan sesuatu pada Kang Bardi.


"Kang, ini Waktunya kita menyelamatkan Gayatri Kang. mungpung semua sedang memusatkan pada Pertarungan si Petir," ucap Kiyai Hasbullah berbisik.


"betul Bah, tunggu apa lagi. kita harus segera masuk mencari Nyai Gayatri Bah," kata Kang Bardi.


lalu mereka berdua pun melangkah akan masuk kedalam Rumah para Karaman itu, ingin segera menyelamatkan Gayatri. tapi waktu mau sampai di Ambang Pintu, Ratna Anjani Tiba tiba sudah berada di depan mereka berdua. "mau pergi kemana kalian? Enak saja ya, kalian mau menyelonong masuk kedalam." ucap Ratna Anjani sambil bertanya,


"minggir kamu Perempuan Laknat! jangan halangi kami!" ucap Kiyai Hasbullah, pada Ratna Anjani.


"hahaha, baiklah saya akan menyingkir. jika kalian mampuh menyingkirkannya, hehe..!" seru Ratna Anjani,


"lancang sekali kau Perempuan keparat!!" seru Kang Bardi,


lalu Nafsu Amarah Kang Bardi sudah tak bisa di Bendungnya lagi, langsung mau Menyerang Ratna Anjani." tenang Kang, kita jangan sampai terpancing. kita mesti Tetap tenang Kang," kata Kiyai Hasbullah berhasil menenangkan Kang Bardi. yang pandangannya masih menatap Tajam pada Ratna Anjani,

__ADS_1


"hehehe.. kau Fikir aku takut sama kalian berdua hem, tentu saja tidaklah hahaha..!" seru Ratna Anjani,


__ADS_2