
Gayatri hanya bisa Pasrah saja saat ini, dengan kondisinya sekarang masih di Ikat di atas Ranjang. dengan mengikat di sertai kekuatan Gaib pada pengikatnya di dan Gayatri berharap kalau Kiyai Hasbullah menolongnya,
sedangkan di pagi harinya di Padepokan Girilayang, si Petir dan yang lainnya akan segera pergi ke kediaman Karaman Kampak Merah. tapi Kiyai Hasbullah hanya bisa menyusul, karena ia akan Sholat Dua Rokaat dulu meminta Petunjuk pada Yang Maha Kuasa. karena Kiyai Hasbullah tak ingin membuat di antara mereka terluka.
si Petir yang di temani Kang Bardi sudah pada berangkat, sedang Anggota yang lainnya mengikutinya dari belakang. saat si Petir sedang Fokus mengendarai Kudanya, Tiba tiba ada Seseorang menghadangnya di depan Kudanya,
"hehe.. ternya ada gangguin sedikit Mang," kata si Petir di tujukan pada Kang Bardi.
"Hati hati Tir, sepertinya Wanita ini yang tempo lalu kamu hadapi Tir." ucap Kang Bardi mengingatkan si Petir,
"Haha.. ketemu lagi Bocah, hey sekarang pasti mau menuju Karaman Kampak Merahkan?" tanya Ganitri si Pedang Setan, di tujukan pada mereka.
"oh rupanya kau masih sekomplot dengan mereka ya?" tanya balik Kang Bardi,
"ahh sekarang kita mesti gimana Mang, apa kita gelitikin saja nih Orang hehe.." seru si Petir, sekaligus meledek Ganitri.
"lancang kalian.. jangan harap kau bisa menang lagi Bocah!" seru Ganitri, sambil maju menyerang si Petir.
Ganitri loncat dan menyerang si Petir yang masih Duduk di punggung Kudanya, si Petir dengan sangat kuat menakis Gerakan Ganitri. dan si Petir pun sama loncat ke atas dari punggung Kudanya.
Ganitri pun mencepatkan Gerakannya, tapi si Petir tentunya dapat mengimbangi Gerakan itu. dan keduanya sudah pada turun kebawah, Ganitri menatap tajam pada si Petir.
__ADS_1
si Petir cuma berdiri tegak dan Mengorek ngorek lubang Kupingnya dengan Kelingkingnya, Ganitri pun jadi sangat Marah. karena di anggap Enteng oleh si Petir,
"hey Bocah. jangan pura pura tenang kau ya, aku juga tahu kau merasa sentar di dalam hatinya iyakan!" seru Ganitri yang sudah mulai Geram,
"hehe.. ahh sok tahu kamu mah, siapa juga yang meresa Sentar sama kamu hehe." kata si Petir menjawabnya dengan sangat tenang,
"kalau begitu, kita teruskan Pertarungan kita tempo lalu." ucap Ganitri, yang sudah Memasang Kuda kudanya.
si Petir justru belum berbuat Apa apa, hanya Tetap berdiri tegak dan memperhatikan Ganitri. jelas Ganitri sangat Geram dengan tingkah si Petir yang Seolah olah menganggap Enteng padanya,
Ganitri maju melakukan serangan pada si Petir, tapi si Petir tidak merasa kaget sedikit pun. bahkan bisa mengimbangi Gerakan lawan, Ganitri pun mempercepat Gerakannya supaya tak mampuh di Imbangi oleh lawan. tapi kenyataannya setiap Terjangan yang di Gunakan oleh Ganitri, masih mampu di Imbangi si Petir.
saat si Petir melakukan Gerak Tipuan, yang tadinya mau menakis tangan Ganitri. ternyata bisa berubah Gerakan, jadi bisa memasukkan pukulannya pada Iga Ganitri. tentunya Ganitri tak bisa menahan Terjangan si Petir, menjadikan Ganitri Mundur Beberapa Langkah ke belakang.
"hehe.. bagaimana kita udahan sampai di sini, apa mau di lanjutkan?" tanya si Petir sambil tersenyum,
"koek cih! jangan merasa kau bisa memukul bagian badanku kau unggul Bocah, aku akan Menyerangmu sekaligus membinasakan mu." jawab Ganitri mengadung Amarah, lalu Ganitri sudah menentukan sikapnya. segera memesat Pedang Setannya,
Cahaya Merah keluar dari Selah selah Serangka Pedang itu, yang masih menempel di punggungnya Ganitri. setelah Pedang itu di keluarkan, si Petir pun sangat takjub dengan ke Saktian yang ada di dalam Pedang itu.
Ganitri mengibaskan Pedangnya itu, membuat semua yang melihat ke jadian itu pasti langsung kaget. karena setiap Angin Samberan Pedang itu menjadikan Batu Besar pun bisa terbelah menjadi dua bagian, Pohon pohon yang berdiri di sekitar itu pun mendadak Tumbang.
__ADS_1
Pedang Ganitri yang berbentuk Panjang dan Besar, dan bentuknya juga seperti Keris cuma besar. Ganitri menatap si Petir sambil berucap," bagiamana kemampuan Pedang milikku Bocah, haha.. apa kau merasa kaget hah?" tanya Ganitri,
Kang Bardi merasa gemetaran, melihat kejadian yang di luar dugaannya. serta sangat membahayakan pada dirinya dan si Petir, "Masyaa Alloh, gila Pedangnya bukan Pedang sembarangan sepertinya. aduhh bahaya kalau si Petir jika menghadapi Perempuan itu, aduh Yaa Alloh tolong Hambamu ini ya Alloh.. jangan sampai hal buruk menimpa kami Yaa Alloh," gumam Kang Bardi di dalam hatinya.
sedangkan si Petir yang di khawatirkan oleh Kang Bardi, malah Memesat Pedang Kayu Cendananya. dan berucap kembali," hehe.. ya cuma kaget sedikitlah, ternyata kau mengusai Pedang yang luar bisa juga ya hehehe.. tapi sayangnya aku nggak takut ya haha," ucap si Petir sambil tertawa.
dan membuat Ganitri merasa kesal atas ucapannya si Petir. lalu Ganitri maju sambil menggerakkan Pedang Setan yang sedang di Genggamnya, si Petir mencoba untuk menenangkan dirinya. dengan mencoba memasrahkan dirinya pada Sang Maha Pencipta, dan tak lupa memohon Perlindungannya.
Ganitri pun sudah datang dan menyerang Badan si Petir dengan Pedangnya, si Petir segera menahan Gerakan Pedang itu dengan Pedang Kayu Cendananya, Ganitri malah kaget ketika Pedangnya beradu dengan Pedang si Petir. bisa menimbulkan suara Nyaring seperti Besi, dan yang membuat kagetnya lagi. Pedang yang di gunakan oleh si Petir tidah Patah,
si Petir pun juga sama merasakan Hawa Panas, saat Pedang Kayu Cendananya berbenturan dengan Pedang Ganitri. tapi si Petir segera mengabaikannya, lalu menunggu Ganitri datang menyerang lagi.
Ganitri pun lari sambil mau menebaskan Pedang Setan itu dengan kecepatan yang dia miliki, si Petir dengan terpaksa menggunakan Ilmu Peringan Tubuh sepenuhnya. sehingga Gerakan Ganitri mampuh di Imbanginya,
Kiyai Hasbullah melihat Pertarungan yang membahayakan itu dari ke Jauhan, sambil Menunggangi Kudanya. "yaa Alloh, bukankah itu Pedang Setan yang di Miliki oleh Ganitri. aku harus segera menghentikannya," gumam Kiyai Hasbullah. dan langsung menarik kedali Kudanya. lalu Kudanya pun mulai Maju menuju tempat si Petir bertarung,
Kiyai Hasbullah langsung loncat dari Kudanya, saat sudah sampai di tempat itu. dan mencoba Menendang bagian Betis Ganitri, Ganitri pun langsung kaget dan menatap Kiyai Hasbullah.
"siapa kau, beraninya menyerangku dari belakang?" tanya Ganitri,
"kau rupanya Seorang Jago Wanita yang pengecut. beraninya pada Seorang Bocah," jawab Kiyai Hasbullah.
__ADS_1
"hahaha.. ternyata kau berpihak padanya ya, berarti mau ikut Mati juga," kata Ganitri. yang langsung menyerang Kiyai Hasbullah.