JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 36.


__ADS_3

Ratna Anjani kembali Menyerang si Petir dengan kecepatan penuh, namun si Petir Tetap tenang di sertai dengan penuh kewaspadaan. tapi Ratna Anjani berkeyakinan dengan Gerkan yang ia gunakan sekarang mampuh merubuhkan Musuh, tapi rupanya tak semudah yang di harapkan Ratna Anjani. karena si Petir mampuh menghindari Serangan Musuh yang bergantian dan di sertai kecepatan itu,


dan Akhirnya Ratna Anjani loncat tinggi, dengan maksud ingin mencari celah dari atas Kepalanya si Petir. si Petir pun mengerti apa yang akan di lakukan oleh lawan, terpaksa si Petir memesat Pedang Kayu Cendananya. lalu menunggu Pergerakan musuh, tapi Ratna Anjani juga tahu apa yang akan di lakukan oleh si Petir kepadanya.


hingga Akhirnya Nyai Ratna Anjani mengganti Posisi cara Tarungnya, dengan menggunakan Ilmu Tapak Sancangnya. Pemberian dari Danuarta, si Petir tak merasa Risih sedikit pun. mesti kecepatan Ratna Anjani sangat tak terkejar oleh Kasat Matanya, tapi si Petir mencoba untuk Tetap tenang dan Waspada.


hingga Akhirnya si Petir melakukan tindakan di luar dugaan Ratna Anjani, si Petir menendang Area Wajah dan Tubuh Ratna Anjani sekaligus. sehingga Ratna Anjani Turun kebawah dengan Posisi sudah mulai Melemah, dan si Petir kembali mundur dan melanjutkan Mengorek ngorek Kupingnya lagi.


"hehe, bagaimana mau di lanjutkan? atau sudahan saja haha.." ucap si Petir sekaligus menangtang Ratna Anjani,


Ratna Anjani baru bisa Bangun lagi secara Perlahan. sambil menatap tajam pada si Petir," ternyata kehebatanmu boleh juga Bocah! tak di sangka kau sangat sigap menghindari Terjangan terjanganku?" tanya Nyai Ratna Anjani,


"hehe.. ahh itu mah cuma sekedar membela diri saja Nyai hehe, sudah di pastikan yang lebih hebat mah Nyai atuh haha.." jawab si Petir dengan nada tenang,


"hem, kamu terlalu merendahkan diri Bocah, kaulah yang sangat kuat. sekarang jika kau mau Masuk menjemput Orang Tuamu silahkan masuklah," kata Ratna Anjani.


tanpa memberi jawaban si Petir pun langsung melangkah masuk menuju Pekarangan Karaman Kampak Merah, sedangkan Kiyai Hasbullah dan Kang Bardi mengikutinya lewat Atas Pepohonan. karena tak mau membuat ke kacauan terlebih dulu,

__ADS_1


si Petir sambil berjalan sangat santai dan Tenang dalam melangkah, Tiba tiba di depan sudah ada dua Orang kembali menghadangnya. si Petir lalu menghentikan langkahnya, dan Kiyai Hasbullah dan Kang Bardi pun sudah sampai di Atas Pohon di dalam Pekarangan Tempat itu.


"hey siapa kau? berani sekali memasuki Wilayah kami?" tanya Sarceng, sala satu Anggota Karaman,


"hehe.. memangnya nggak boleh ya? dan siapa yang sudah melarang saya masuk kemari?" tanya si Petir pada kedua Orang itu,


"Dasar Budeg, memangnya kamu tidak dengar barusan teman saya yang melarangnya tahu! kamu jangan Kurang Ajar ya, jika masih Menyayangi Nyawamu sendiri?'' tanya Barkum, temannya Sarceng.


"hehe..! ahh terserah saya dong, mau masuk atau nggak. ngapain harus dengerin larangan kalian haha," jawab si Petir membuat kedua Orang itu Bedah Amarahnya.


"Kurang Ajar! jangan sok Berani kau ya! Sarceng kita Serang!" seru Barkum di tujukan pada Sarceng, sambil memesat Kampak Merahnya.


Sarceng sudah mulai maju Menyerangnya terlebih dulu. lalu di ikuti Barkum yang sangat garang menggunakan Kampaknya, tapi dengan badan si Petir yang Ringan itu mampuh menghindari Serangan kedua Orang itu.


lalu Sarceng lagi mengarahkan Kampaknya pada Lehernya si Petir, dengan Kampak yang memancarkan Cahaya yang silau itu saking tajamnya antar kedua Sisinya. tak membuat si Petir Sentar, tapi si Petir malah dengan sangat mudahnya melakukan serangan di luar dugaan kedua lawannya. si Petir Menendang Tulang Iga Sarceng, dan menakis Tangan Barkum yang sedang memegang Kampak yang akan di arahkan pada Kepala si Petir. setelah si Petir menakis Tangannya Barkum, si Petir pun segera menghantam Perut Barkum yang tak terjaga itu.


sehingga keduanya pada jatuh ke Tanah, Barkum mulai berdiri kembali dan mengatur Nafasnya. lalu melirik pada Sarceng yang sudah mulai melemah, nampaknya Sarceng Cedera parah Akibat terkena tendangan si Petir barusan. baru saja Barkum akan melangkah Menyerang si Petir lagi, lalu datang Ratna Anjani dari belakang si Petir.

__ADS_1


"sudah Cukup!! kalian percuma melawan Bocah ini tahu? karena Bocah ini bukan Tandingan kita, walaupun kita menggunakan Seribu Jurus pun nggak bakalan Mampu menghadapinya Paham!" seru Ratna Anjani, di tujukan pada Sarceng dan Barkum.


Barkum pun menunduk langsung, karena merasa benar apa yang di katakan oleh Ratna Anjani barusan itu. ke kuatan si Petir Benar benar di luar dugaan mereka berdua, begitulah di dalam Fikirannya Barkum. yang masih berdiri dan menundukkan kepalanya itu,


sedangkan si Petir langsung membalikan badannya, menghadap Ratna Anjani dan lalu berkata." hehe, sekarang cepat tunjukan dimana kau menyimpan Ambuku?" tanya si Petir, sambil mengupil di depan Ratna Anjani.


"hem, tentu saja aku akan mengantarkanmu kesana Bocah." jawab Ratna Anjani,


dan Tiba tiba saja ada yang pada melompat dari Atas Pohon, lalu berdiri di samping si Petir. Ratna Anjani sempat tercengang kaget, lalu berkata." oh rupanya kalian datang kemari juga? aku kira hanya Bocah ini seorang, ternyata kalian juga telah bersembunyi." tanya Ratna Anjani, di tujukan pada Kiyai Hasbullah dan Kang Bardi.


"hehe, iya dari awalnya pun kami bertiga sudah berencana ingin menyelamatkan Istriku. lalu kami sengaja membiarkan si Petir maju kedepan terlebih dulu, tapi ternyata kalian hanya Beberapa Orang tapi tak mampu melumpuhkan satu Orang haha." jawab Kiyai Hasbullah, seolah olah membuat Ratna Anjani Geram. dan mengepalkan kedua tangannya,


"ya sudah sekarang mari ikuti aku," kata Ratna Anjani. sambil berupaya menahan Nafsu dan Amarahnya, lalu berjalan kedepan terlebih dahulu. dan ikuti oleh Kiyai Hasbullah, si Petir juga Kang Bardi.


tak lama kemudian, si Petir dan yang lainnya sudah sampai di sebuah Bangunan Megah. yaitu Markas para Karaman, di sana sudah ada Danuarta dan Untari. sedangkan Ratna Anjani Tiba tiba tertawa,


"Hahaha... ternyata dengan sangat Mudah sekali mengkelabui kalian ya, memangnya kalian Fikir Mudah begitu saja untuk membebaskan Sandera Hem." kata Ratna Anjani, yang berjalan menuju Untari dan Danuarta, yang memakai Cadar Hitamnya,

__ADS_1


"sudahlah jika kalian tak menyerah pada kami, maka kami akan Menjajal kemampuan Kalian Bertiga. dan kalau sebaliknya, kalian Menyerah saja pada kami. Tentunya aku dan para Muridku ini, akan mengangkat kalian sebagai Ketua atau Panglima di Karaman ini." usul Danuarta, di tujukan pada mereka bertiga, dan Tatapan Danuarta tidak lepas dari Serangka Pedang Kayu Cendana yang di bawa si Petir,


__ADS_2