JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 35.


__ADS_3

"loh ko pada kemana ya Mang Bardi sama si Abah? ko belum pada muncul," baru saja si Petir berucap dan melihat ke belakang, yang maksudnya, mencari keberadaan Kang Bardi dan Kiyai Hasbullah. tapi di depan si Petir sudah ada dua Orang yang berdiri sambil menatap si Petir.


"hey Bocah ngapain kamu diam di sini!" seru Barjah sala satu dari mereka berdua,


"hehe.. ya Bebaslah terserah saya dong apa hubungannya dengan Anda anda," ketus jawaban dari si Petir.


"jangan lancang kau Bocah, cepat katakan mau apa kau datang kemari?" tanya Sarpa, temannya Barjah.


"hehe.. ihh jangan Galak galak gitu atuh Tuan, pan saya mah Orang Baik baik." jawab si Petir sambil Ngupil,


"koek cih!! Kurang Ajar berani sekali kau meledek kami ya, Sarpa kita Tangkap saja Bocah Sialan ini." seru Barjah mulai Marah, lalu mengajak Sarpa untuk menangkap si Petir.


sedangkan si Petir merasa Tenang tenang saja Duduk di Punggung Kudanya, tapi Dua Orang itu sudah mendekatinya. lalu memesat Kampak Merah Senjata Khas Karaman itu,


"cepat turun kau Bocah!" seru Barjah sambil menodongkan Kampak Merahnya,


"hehe.. iya tunggu sebentar dong Tuan, ini juga akan Turun ko." kata si Petir yang sudah mulai Turun dari atas Kudanya,

__ADS_1


lalu kedua Orang itu sudah mulai menyerang si Petir terlebih dulu, si Petir dengan Gerakan yang sangat tenang berhasil menghindari Kampak Merah itu. tentunya kedua Orang itu agak kaget saat si Petir, dengan mudah sekali bisa menghindari dua Kampak itu sekaligus.


tapi kedua Orang itu tak Henti hentinya Menyerang si Petir dengan ke kuatan penuhnya. sami sekali tak membuat si Petir merasa kewalahan, bahkan sebaliknya si Petir dengan sangat mudah melihat ada bagian Tubuh Barjah yang tak terjaga. dengan sigapnya si Petir memukul area Dada lawan yang tak terjaga itu, Barja ke Sakitan lalu Mundur kebelakang. dan segera mengatur Nafasnya karena merasa Sesak,


sedangkan Sarpa masih terus mengejar Gerakan si Petir yang cepat seperti Bayangan itu, membuat si Petir semakin tenang saja menghadapi si Sarpa itu. tapi Sarpa pun juga sama telah kecolongan Gerak oleh si Petir, saat Sarpa akan Menebaskan Kampaknya pada Ubun ubun si Petir. si Petir dengan sangat Ringan sekali mengelak dengan Menjongkokkan badannya, sehingga Tebasan Kampak itu tak mengenainya. si Petir langsung Menghantam Tulang Rusuk lawan, dengan sepasang Tangannya.


"Aaaa..!! aduh, aduh. sakit, Kurang Ajar Dasar Bocah Edan! jangan asal merasa menang dulu kau, tunggu di sini. aku akan panggilkan Beberapa Temanku untuk datang kemari," kata Sarpa sangat ketus pada si Petir.


"hehe.. ya Maaf maaf saja Kawan, salah sendiri Tiba tiba menyerang. ya silahkan saya tungguin hehe," ucap si Petir Sambil Mengorek ngorek Kupingnya.


tapi di balik Ririmbunan ada Kiyai Hasbullah dan Kang Bardi yang memperhatikan si Petir dari tadi. Kiyai Hasbullah melirik pada Kang Bardi lalu berkata," coba kau lihat Kang. ke tenangan yang di miliki oleh si Petir memang cukup lumayan Hebatkan? Alhamdulillaah si Petir sudah sepenuhnya menguasai Ilmu ke Tenangannya," tanya Kiyai Hasbullah pada Kang Bardi.


"iya betul Kang, bukan hanya itu. sekarang Ilmu si Petir semakin meningkat lagi, apa lagi ketika si Petir menggunakan jurus Peringan tubuhnya barusan. sudah tidak di Perkirakan lagi, Insyaa Alloh si Petir agak menggetarkan Dunia Persilatan." kata Kiyai Hasbullah menjelaskan,


lalu di hadapan Kuda si Petir sudah ada Beberapa Gerombolan yang akan menyerangnya, tentu saja Ratna Anjani pun ikut serta.


"oh rupanya kau lagi Bocah? karena kau yang datang maka jangan harap kau bisa lepas dariku Bocah," kata Ratna Anjani mengancam.

__ADS_1


"hehe.. memang mudah di ucapkan mah Nyai, tapi apakah Ucapan Nyai itu bisa berbuat Hasil tergantung kaliannya saja hehe..!" seru si Petir menyinggung perasaan Nyai Ratna Anjani,


"baiklah kalau begitu, Serang Dia!!!" seru Ratna Anjani menyuruh para Anggotanya menyerang si Petir yang sedang berdiri tegak, tanpa merasa Risih.


para Anggota sudah Maju Berbarengan ingin menghajar si Petir, namun si Petir masih tetap Berdiri tak Siap siap sedikit pun. ketika ketiga Orang di Antara Karaman itu menyerang Tubuh si Petir menggunakan Kampaknya, si Petir dengan sangat tenang menghindari Serangan tiga Kampak itu. tapi ketiga Orang itu pun segera mencoba merubah cara Bertarungnya, dan semakin mempercepat Tata Geraknya.


untung si Petir sudah Matang dari Gerakan Ilmu Peringan Badannya, jadi bisa dengan mudah sekali mengelak dari Terjangan Beberapa Lawan itu. semua Kampak Bergantian menyerang si Petir hingga hampir Mengenai Batang Hidung si Petir, tapi si Petir sangat Gesit menghindari Kampak Merah itu. Musuh musuh yang menggunakan Kampak itu sudah mulai pada terkuras Tenaganya, sehingga Gerakannya mulai Melemah.


kesempatan si Petir rupanya sudah di depan Mata, segera mengambil Tindakan dengan meninju Dada dan Perut Lawan Masing masing.. para Karaman pada Menjerit ke Sakitan saat si Petir melakukan Tindakannya barusan.


Ratna Anjani pun maju menghadapi si Petir lagi, dengan ke kuatan yang dia punya semua di kerahkan untuk melawan si Petir. Ratna Anjani segera mengambil Gada Trisulanya dari Balik Baju belakangnya, dan menyerang si Petir dengan Tenaga sepenuhnya. si Petir Memang bukan Bocah sembarangan, Daya Tahan Tubuhnya juga ke Kuatannya dapat mengimbangi Lawan.


Ratna Anjani sudah semakin Geram saja, karena semua Terjangan yang ia gunakan sulit untuk mengenai Anggota Tubuh Lawan. Ratna Anjani sudah mencoba Mengkombinasikan Ilmu Napak Sancang dan Ilmu Gagak Layung, tapi tak berpengaruh Apa apa pada si Petir.


justru sebaliknya si Petir berhasil menghantam Aliaran Urat Penting di bagian Tubuh Lawan, menjadikan Ratna Anjani kewalahan. karena Terjangan itu, Ratna Anjani Mundur Beberapa Langkah terdorong oleh Pukulan si Petir. karena si Petir Berhasil Menghantam Dada dan Perutnya Ratna Anjani Sekali sekali, dan Akibatnya membuat Ratna Anjani kecolongan Gerak.


Ratna Anjani memegang Area yang Sakit dan menatap pada si Petir,"Bocah ini luar biasa juga, mampuh menahan dan mengimbangi Terjanganku. baru Pertama aku melihat kekuatan Seorang Bocah dengan kecepatan dia bisa meningkatkan Ilmunya," ucap Ratna Anjani di dalam hatinya.

__ADS_1


"hehe, ayo sok kita mulai lagi. kan awalnya juga kalian bukan mau membinasakan saya hem hehe.." kata si Petir sambil Garuk kepalanya,


"hem. kau Fikir aku sudah kalah, jangan Mimpi kau Bocah. kali ini aku berjanji akan mengalahkanmu!" seru Ratna Anjani.


__ADS_2