JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 22.


__ADS_3

kata Danuarta yang masih Takjub akan senjata, yang di milik oleh Ganitri. tapi di samping itu Ganitri menunjukkan sebuah kekuatan Mande Hiyang, pemberian dari Ki Rungkup Bumi.


Ganitri memajukan sepasang tangannya kedepan, pas di depan Ganitri ada Air jernih di dalam Gua itu. walau pun tak sebanyak Danau atau kolam lainnya, tapi Ganitri berhasil mengangkat Air dari Amparan Seperti kobakan itu. hingga naik ke udara, dan Tiba tiba Air itu menggulung menjadi Bundar seperti Bola. lalu Ganitri membuang Air itu melesat jauh entah kemana, Ganitri langsung menarik Nafas panjang. dan menghadap pada Danuarta,


"bagaimana menurutmu Danu? apakah kau Percaya dengan kemampuan yang ku Miliki sekarang?" tanya Ganitri, pada Danuarta.


"hahaha.. luar biasa Nyai, Ilmu dan Tata Gerak yang Nyai Miliki. jelas membuat aku sangat Bangga denganmu Nyai haha," jawab Danuarta sangat Gembira.


"tentu saja Danu, karena hasil jeri payahku sekarang sudah terbukti mengusai Ilmu Mande Hiyang. pemberian dari Ki Rungkup Bumi Hihihi.." kata Ganitri antusias,


sedangkan di sepertiga malam, Bulan Purnama semakin terang. menerangi Semesta, tapi bagi Golongan Hitam, itu tanda Isyarat dari Sesembahannya untuk berbakti diri pada Makhluk Gaib yang mereka Anut. Ki Rungkup Bumi sudah mulai membuka kedua Matanya. sekian lamanya Ki Rungkup Bumi, memejamkan kedua Matanya mengolah Tapa. Akhirnya ia berhasil menyempurnakan Ilmu kanu Ragannya,


Ki Rungkup Bumi pun beranjak berdiri, di sebuah Batu Besar di dalam Sumur Gua Panamping itu. Ki Rungkup Bumi, membagikan Pandangannya ke setiap area Tempat di dalam Gua itu. lalu melompat ke atas, dan berdiri di Dasar Sumur itu.


"Huhuhaha.. Ilmu Sirep Aji Tungku larang sudah ku kuasai, tinggal aku akan mencobanya." ucap Ki Rungkup Bumi pada dirinya sendiri.


Angin terlihat kencang, Suara serigala pun terdengar Nyaring sekali. Ki Rungkup Bumi menyatukan dua telapak tangannya, beradu seperti Posisi menyembah. Pepohonan yang menjajar di depan Ki Rungkup Bumi, Tiba tiba di pusatkan untuk mencoba Ilmu barunya.


"Rubuh..!!" seru Ki Rungkup Bumi, yang agak berteriak. di tujukan pada salah satu Pohon yang berhadapan dengannya,


drok dek!

__ADS_1


suara Pohon itu Rubuh, perlahan dan brug! pohon itu tumbang. "Huhuhaha.. Akhirnya, aku bisa dengan mudah melumpuhkan musuh. tanpa membuang buang keringatku Huhuhaha," kata Ki Rungkup Bumi. seusai mencoba ke saktian barunya itu,


pagi hari pun tiba, Danuarta Akhirnya berpamitan pada Ganitri. ia akan Pulan pada kediaman Muridnya terlebih dulu,


"oh jadi kau sudah mempunyai Murid Danuarta?" tanya Ganitri,


"iya Nyai, walau pun tak banyak. tapi setidaknya aku sudah memberi Ilmuku pada mereka." jawab Danuarta, sebelum pergi melangkah.


"baguslah, tapi kau harus ingat. kita mesti bersatu, untuk menghancurkan jago dan jawara yang menghalangi kita Danu." ucap Ganitri,


"tentu saja Nyai, karena itu juga yang aku harapkan haha.. ya sudah sepertinya aku harus pergi dulu, untuk menemui mereka." kata Danuarta,


Nyai Ganitri memandang ke pergian Danuarta yang sedang melangkah, Danuarta tak menyadari kalau dirinya hanya di manfaatkan oleh Nyai Ganitri. karena target Nyai Ganitri hanya ingin meminta Bantuannya saja, setelah itu Danuarta akan di habisi olehnya.


Marta yang baru saja tiba di Perkampungan Panembong, Marta terlihat senyum. saat melihat pesawahan yang sudah di Tanam oleh Warga setempat, Marta terus melangkah menuju Rumah Ki Langkir. Gurunya sendiri,


setelah tiba di pekarangan Rumah, Marta sudah di sambut oleh Ki Langkara. Adiknya Ki Langkir, Gurunya sendiri.


"Bagja temenan Marta, kamu pulang dengan keadaan selamat." ucap Ki Langkara di Garis Pintu Gerbang depan,


"iya Ki, dan ternyata saya pulang kemari dengan keadaan aman. apa lagi saya tak sengaja melewati Kampung Panembong, dan Warga tersebut sudah bermulai Aktifitas kembali Ki." kata Marta,

__ADS_1


"iya Marta. Beberpa waktu ini, Desa kita sedang mengalami kemenangan dan kebahagiaan Marta. karena tempo lalu, Beberapa hari ke belakang Warga di Gempur lagi. oleh pasukan Karaman, tapi katanya ada Seseorang bercadar Coklat. telah membantu mereka dan berhasil mengalahkan musuh, tapi sesuai mendengar keterangan dari Kuwu Bandi. Jurus yang dia Gunakan sama persis dengan Gerakan yang selalu kita Gunakan Marta," ucap Ki Langkara menjelaskan pada Marta.


"oh, lantas siapa ya Ki sebenarnya dia? aku jadi penasaran, mungkin Aki punya teman seperguruan barang kali?" tanya Marta penasaran,


"itu dia, saya juga belum paham. dan perasaan saya tidak punya teman Seperguruan, selain dari Raka saya Marta. kamu juga pun tahu yang memiliki Gerakan Karang Nunggal, dan Tapak Naga kan hanya kita bertiga. ya sudah nanti kita bahas lagi di dalam, ayo kita masuk saja Marta." jawab Ki langkara melangkah duluan, menuju Rumahnya,


sesudah sampai di dalam Rumah. Marta dan Ki Langkara Duduk di Ruang Tengah, dan Marta dari tadi hanya berdiam diri. sambil memikirkan siapa yang memakai Cadar Cokelat itu,


Ki Langkara pun mengerti apa yang sedang di Fikirkan oleh Marta."hehe.. sudahlah Marta, nanti jika kita ada waktu. kita selidiki Bersama sama, siapa Seseorang itu. karena kamu baru saja sampai, lebih baik kau Istirahat saja dulu." ucap Ki Langkara,


sedangkan yang di bahas dalam perbincangan mereka berdua, si Cadar Cokelat alias Ki Sanggah langit itu. sedang berkeliling ke pemukiman Alas Waringin, dengan menggunakan Topi Samaknya. yang terbuat dari bahan Samak itu, sengaja untuk menutup bagian Wajahnya. agar tak ada yang mengenalinya, Ki Sanggah langit atau si Cadar Cokelat itu. berjalan menuju kampung Dusun, dan terus melangkahkan Kakinya. hingga sampai di sebuah Warung, Ki Sanggah Langit pun Duduk di Bangku Panjang. di depan Warung itu,


"mau pesan apa Tuan?" tanya Otong si pemilik Warung,


"saya ingin numpang Istirahat saja, tapi kalau bisa saya hanya Minta Air Putih saja." jawab Ki Sanggah Langit,


"oh tentu bisa atuh Tuan, tunggu sebentar ya." kata Otong melangkah balik untuk memasuki Warungnya lagi,


lalu si Otong pun menyajikannya, di atas Meja yang berada di depan Warung itu. tentu saja Ki Sanggah Langit pun segera meneguknya,


"maaf ya Tuan, saya mau bertanya? apa Tuan bukan Orang sini ya?" tanya Otong,

__ADS_1


"iyaa nggak Apa apa Ki Sanak, saya benar bukan Warga sini. saya Orang jauh, saya kemari ingin mencari tempat tinggal." jawab Ki Sanggah Langit,


"oh. pantesan atuh saya baru lihat Tuan gitu, memangnya asal Tuan dari mana Tuan?" tanya Otong lagi,


__ADS_2