JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 05.


__ADS_3

si Petir sedang memejamkan kedua matanya. dan membuka Mata Bathinnya, untuk melihat sekitaran Padepokan itu dengan Indra ke Enamnya.


Kiyai Hasbullah penasaran ingin mencobanya, ia loncat menyerang si Petir sedang Duduk Bersila, di dekat Teras Belakang Rumahnya. si Petir mencoba memusatkan tenaga Murni dan Bathinnya, supaya bisa menembus sekitaran Padepokan itu.


begitu serangan Kiyai Hasbullah akan mengenai Dada si Petir, ternyata si Petir seperti sudah mengetahuinya. ia segara menghadangnya dengan tangan kanannya,


gedug... dess!


suara tangan si Petir menangkis tangan Kiyai Hasbullah yang mau mencoba memasukkan pukulan pada area Dadanya si Petir, dan ternyata. si Petir mampuh menahannya. walau pun kedua Matanya, tetap terpejam.


lalu Kiyai Hasbullah loncat ke belakang, dan berdiri tegak menatap si Petir. yang masih menggunakan Indra ke Enamnya itu, lalu Kiyai Hasbullah mencoba mengambil Batu krikil, ukurannya cukup lumayan sedang. dan di sentil mengarah pada si Petir,


si Petir dengan cepat menangkap Batu krikil kecil itu, seet.. gep! suara tangan si Petir menangkap Batunya. dan dengan jahilnya dia, padahal dia pun sudah tahu yang melempar Batu kecil itu, Kiyai Hasbullah. tapi si Petir sengaja mengembalikan Batu itu menggunakan, tenaga dalamnya.


blesurrr.. siuut!


Batu itu di pentangkan lagi oleh si Petir, mengarah pada Anggota badan Kiyai Hasbullah. Kiyai Hasbullah menangkapnya juga,


seet.. gep!!


Kiyai Hasbullah menangkap Batu kecilnya, dan berkata." kau sudah lumayan bagus, menggunakan Indra ke Enamnya. sudah pas banget Petir, tapi hati hati kau jangan perlihatkan pada Teman temanmu dulu." saran Kiyai Hasbullah,


si Petir pun membuka kedua Matanya, dan berdiri." hehe.. iya siap Abah!" seru si Petir Sambil tersenyum, si Petir memang memiliki karakter Orang yang lurus dan tak pernah Sentar menghadapi Musuh. juga selalu Patuh terhadap Gurunya,


di Malam harinya, semua Anggota Padepokan sudah pada mengistirahatkan dirinya Masing masing. tak terkecuali si Petir, ia masih mencoba Indra ke Enamnya di dalam Kamarnya.


tentunya bakal mengetahui apa yang sedang terjadi di luar Benteng Padepokan, saat ini. Untari yang sedang menyelinap bersama, sala satu Anak Buahnya. yang tempo hari, pernah beradu ke kuatan dengan si Petir. saat mendekati Benteng yang sangat tinggi, Untari memerintah Anak Buahnya untuk tunggu di sana, sementara Untari akan meloncat ke atas Benteng itu.


joreelaat... jlig!

__ADS_1


Untari sudah meloncat di atas Benteng, dan tak lupa Untari mengenakan Kain Hitamnya untuk menutup area Wajahnya. seusai memakai Kain Hitamnya, Untari pun langsung turun ke bawah.


Untari menengok kanan dan kiri, ternyata tak ada penjagaan yang ketat. cuma penjaga pentungan, tapi saat ini penjaga itu malah tidur. Untari mencoba berjalan tak bersuara,


dan Untari belum tahu kalau dirinya sudah ketahuan lebih dulu, oleh Ilmu Indra ke Enam milik si Petir. Untari dengan berjalan lambat, Akhirnya sudah sampai di ambang pintu masuk, Rumah Kiyai Hasbullah.


Untari menengok kanan dan kiri lagi, memastikan dirinya betul betul aman. seusai menengok kiri kanan, Untari dengan penuh rasa percaya dirinya, lalu masuk ke dalam Rumah Kiyai Hasbullah.


tapi baru saja Untari akan melangkahkan kakinya ke Garis pintu, si Petir bersuara."hehe.. ternyata ada tamu yang tak bersuara ya, aduhh dasar nggak sopan ya hehe.." kata si Petir yang jelas mengagetkan Untari.


Untari menengok kanan dan kiri di dalam ruangan itu, tapi tak menemukan Siapa siapa."aneh.. siapa barusan yang ngomong ya?" gumam Untari bergumam sendiri di dalam hatinya.


setelah melihat Untari bengong sambil berdiri, si Petir menampakkan dirinya." hehe.. cari saya ya haha.." kata si Petir dengan tenang, malah mengagetkan Untari.


"hah siapa kau?" tanya Untari,


"eehh kebalik, atuh Neng seharusnya teh saya yang bertanya begitu mah. hehe, aduh Ada ada saja hehe..!" seru si Petir. seolah memancing Nafsu Untari,


"hehe.. ahh soal itu mah hak saya dong Neng, mau merem atau nggak juga. lagian ngapain bertamu Malam malam, nggak ketuk pintu dulu lagi, Dasar Perempuan nggak sopan." Ucapan si Petir, tentunya membuat Untari marah padanya.


tanpa Basa basi lagi, Untari melakukan tindakan pada si Petir. belum tahu Untari, kalau si Petir bukanlah Bocah sembarangan. lalu Untari menyerang dengan ingin menangkap Bocah itu, dengan tenang dan Ilmu peringan Badan yang cukup lumayan, si Petir berhasil menghindari Serangan serangan Untari.


gilek.. Plos! gilek.. plos!


Untari ingin menangkap si Petir, tapi sangatlah licin. tapi Untari kaget saat si Petir melakukan serangan balik yang di luar dugaannya.


gedug.. dess!!


"aaa..!" suara Untari yang merasa linu di area Pinggangnya, terkena Pukulan si Petir.

__ADS_1


si Petir kembali berdiri tegak, lalu menatap Untari." hehe.. maaf ya, itu mah nggak sengaja Neng hehe.." kata si Petir sambil garuk kepalanya.


"Dasar Bocah Ed*n.. Rasakan ini, hiyaat!!" seru Untari meloncat dan akan mend*ang si Petir dengan kedua Kakinya.


namun si Petir hanya menggeser sedikit ke samping sebelah kanan. lalu memukul area Pinggangnya Utari,


seet.. jebrod!


suara Pukulan si Petir pada Pinggang Untari, Untari pun tentunya jatuh dengan keadaan tengkurap. lalu Untari mengambil senjata yang di pinjamkan oleh Ratna Anjani. yaitu Gada Trisula. Gada yang lumayan besar, dan banyak Dirinya,


tapi si Petir tetap tenang, dan sangat penuh percaya diri. saat Untari memperlihatkan senjatanya, si Petir malah Mentertawakannya.


"hehe.. ternyata ada tangkai katus Raksasa ya, ngapain bawa kaya gituan, buat cari Upil ya haha.." si Petir meledeknya,


"Tutup mulutmu Bocah, Rasakan saja. hiyaat!!" seru Untari sambil memainkan Gada Trisula itu.


si Petir tak merasa kaget sedikit pun, dan masih tetap tenang menghindari Senjata itu. Untari mulai merasa Geram, dengan Bocah yang bisa dengan mudah menghindari serangannya itu.


powh.. powh!


suara Gada Trisula di mainkan oleh Untari dan di tujukan pada anggota badan si Petir, dan si Petir pun dengan tenang. menghindari Gada Trisula itu, dan membuat Untari semakin kesal. dengan tingkah si Petir yang sangat mahir, menggunakan Ilmu Peringan Badannya, yang sulit di serang oleh Untari.


Akhirnya si Petir melihat, area Perut Untari tak terjaga, dan bisa memasukkan Pukulannya. dua kali geduran mengenai perutnya.


seet.. gedug gedug!!


suara Pukulan tangan si Petir, mengenai Perut Untari. lalu Untari terdorong mundur ke belakang, berdiri tegak, dengan segera mengatur Nafasnya.


"hehe.. apa saya bilang, tak mempan pohon Katus itu sama aku mah hehehe.." kata si Petir, memancing Untari.

__ADS_1


"jangan sombong dulu kau Bocah, itu baru seperempat bagian jurusku. Rasakan ini jurus yang sangat membuat dirimu Bahaya!" seru Untari menyerangnya kembali menggunakan Gada Trisula itu.


__ADS_2