JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 32.


__ADS_3

Ratna Anjani terguling guling ke belakang akibat terkena Tendangan dari si Petir, Ratna Anjani langsung secepatnya berdiri dan menatap si Petir.


"rupanya kau lagi Bocah!! hem, kau ternyata berani Menendang Bokongku ya!" seru Ratna Anjani, tapi setelah melihat Adiknya terbaring di Tanah. Ratna Anjani kaget dan langsung menentukan sikap untu menyerang si Petir,


tapi si Petir Tetap tenang tak terpengaruhi oleh Ratna Anjani yang sudah memasang Kuda kudanya.


"hey Bocah, jangan Pura pura tenang dirimu hah! aku juga tahu kau sedang bingung bagaimana cara menghadapiku ya haha," ucap Ratna Anjani. sambil tertawa,


"hehe.. sudahlah jangan banyak omong kalau mau menyerang mah hehe," kata si Petir menangtangnya.


"Kurang Ajar, Dasar Bocah Edan. Rasakan Yaa hiyaaat..!" seru Ratna Anjani, sambil lari untuk menyerang si Petir. Ratna Anjani sambil berlari tangan kanannya segera mengambil Gada Trisula di balik punggungnya,


si Petir hanya tenang tak melakukan gerakan apa pun juga, membangun Kuda kudanya pun tidak. Ratna Anjani menjadi semakin kesal, karena merasa di Remehkan oleh si Petir.


Ratna Anjani mencoba menghantam si Petir dengan Gada Trisulanya, si Petir dengan sangat Cekatan bisa menghindari Gada Trisula itu. dan Ratna Anjani menyerang lagi dari Posisi Alih tempat, tapi tetap saja si Petir sangat licin untuk di terjang olehnya. namun Ratna Anjani baru keingetan kalau dirinya punya gerakan baru dari Danuarta, Ratna Anjani mencoba Ilmu Silat Tata Gerak barunya. ternyata ke cepatan Gerakan Anjani cepat seperti Bayangan, si Petir pun sama dengan sigam ia pun menggulungkan Ilmu Peringan tubuh sepenuhnya.


dan berhasil mengimbangi ke Kuatan Lawan, dan si Petir mencoba menguras dulu Tenaga Musuh. maka dari itu si Petir sengaja main Kucing kucingan dulu dengan Musuh, Tata Gerak Ratna Anjani tak bisa di anggap enteng.


karena setiap terjangannya mengandung hawa Panas, Gada Trisula pun bisa di lapisi dengan Tenaga dalamnya Ratna Anjani. tapi si Petir kaget saat serangan Ratna Anjani berpindah tempat jadi mengambil dari jalan atas. si Petir sangat rikat segera membalikan badannya ke pinggir, jika kalau tidak si Petir bakal hancur akibat terjangan Gada Trisula itu.


Kiyai Hasbullah dan Kang Bardi sedang memperhatikan Pertarungan si Petir menghadapi Ratna Anjani, dan Kang Bardi melihat keadaan Gayatri seperti membutuhkan pertolongan.

__ADS_1


"Abah cobah lihat ke sana, Ambu rupanya sedang membutuhkan Pertolongan kita Bah." kata Kang Bardi,


"benar Bardi. sebaiknya kamu Tunggu di sini biar aku mengambil Istriku dulu," ucap Kiyai Hasbullah.


tapi setelah Kiyai Hasbullah akan melompat, ada gerakan di luar dugaan Kiyai Hasbullah. ternyata ada Seseorang yang mendahului Kiyai Hasbullah untuk menjemput Gayatri, Gayatri rupanya telah di culik oleh Danuarta.


Kiyai Hasbullah segera menghentikan langkahnya, karena merasa kaget saat melihat Gayatri sudah tak berada di tempat. "siapa.. siapa yang melakukan semua ini," kata Kiyai Hasbullah saat melihat Gayatri sudah tak berada di tempatnya,


lalu Kiyai Hasbullah membagikan Pandangannya, pada setiap arah tempat di sana. tapi tetap jejak Musuh tak terkejar oleh kasat Matanya, dan melihat si Petir yang masih Bertarung dengan Ratna Anjani.


si Petir pun tak sengaja melihat Kiyai Hasbullah yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya bertarung, si Petir melihat Kiyai Hasbullah sedang kebingungan.


lalu Ratna Anjani melihat si Petir sedang mengurangi ke fokusannya, maka dari itu Ratna Anjani takkan menyia nyiakan kesempatan itu. lalu maju menyerang si Petir dan menambahkan lagi kecepatannya, si Petir mengerti apa yang di lakukan Ratna Anjani. yang sekarang malah meningkatkan Tata Geraknya, rupanya Ratna Anjani melihat dirinya sedang lengah barusan.


dan merasakan agak Sakit di bagian Dadanya, lalu Ratna Anjani meliri ke tempat Untari berbaring tadi. ternyata Untari sudah tak ada di tempatnya, Ratna Anjani segera menaiki Kudanya dan menarik kedali Kudanya. dan pergi meninggalkan tempat itu.


sedangkan si Petir dan Kang Bardi datang melangkah mendekati Kiyai Hasbullah.. lalu si Petir menatapnya dan bertanya,"mengapa Abah seperti kebingungan Bah? terus dimana Ambu, bukannya ia barusan bersamaku?" tanya si Petir Bertubi tubi,


"itu dia yang sedang Abah lamuni Tir, Ambumu di bawa Seseorang yang Gerakan cukup lumayan mumpuni. sehingga Abah tak sempat mengejarnya," jelas Kiyai Hasbullah di tujukan pada si Petir.


"Astagfirulloh.. terus apa yang harus kita lakukan Bah?" tanya Bardi,

__ADS_1


"iya Bah apa kita langsung mencarinya saja Bah?" sahut si Petir yang kemudian bertanya pendapat Kiyai Hasbullah,


"tak usah dulu Tir, lebih baik kita Istirahat dulu saja. karena hari semakin Gelap dan sebentar lagi Subuh," jawab Kiyai Hasbullah.


dengan terpaksa si Petir pun mengikuti apa di katakan Kiyai Hasbullah, Kang Bardi pun sama mengikuti langkah Kiyai Hasbullah dan si Petir. sedangkan Warga yang sudah Tewas sudah di Bereskan oleh para Tetua di Kampung tersebut.


tidak di ceritakan di perjalannya Akhirnya anggota Perguruan Girilayang sampai di tempatnya, si Petir berusah untuk Tetap tenang. dan langsung memasuki Kamarnya.


sedangkan Gayatri yang sudah di Ikat di dalam Kamar Khusus oleh pihak Karaman Kampak Merah, Gayatri di Ikat dalam Posisi terlentang di atas Ranjang. Danuarta dan Ratna Anjani pun masuk kedalam Kamar dimana Gayatri di Ikat,


Gayatri meronta ingin melepaskan Ikatan tersebut. Tetapi Ikatan itu sudah di kasih Mantra mantra Khusus oleh Danuarta, sehingga Gayatri pun tak mampuh melepaskannya dengan mudah.


Ratna Anjani dan Danuarta sudah mendekati Gayatri," haha.. ternyata Wanita yang berlagak Jagoan ini tak ada Apa apanya, melepaskan Ikatan pun sepertinya kau kewalahan Haha..!" seru Danuarta sambil tertawa,


"betul Guru. sebentar lagi aku akan memberinya Pelajaran, karena sudah berani Ikut campur dengan Karaman kita Guru." sambung Ratna Anjani, sambil menatap tubuh Gayatri,


"koek cih! untuk apa kalian diam saja kalau memang akan menaniayaku Hem, ayo cepat lakukan jika kalian mau." kata Gayatri kesal,


"haha.. tenang dulu Nyai Geli, aku tidak akan Buru buru. bukan begitu Ratn?" tanya Danuarta di tujukan pada Ratna Anjani,


"iya Guru, lebih kita tinggalkan saja dulu. tapi nanti saat Matahari terbit baru aku akan memulainya haha," ucap Ratna Anjani sambil membalikan badannya lalu pergi meninggalkan Gayatri sendiri.

__ADS_1


lalu di ikuti oleh Danuarta Sama sama meninggalkan Gayatri di dalam kamar itu, Gayatri pun menangis dan hanya bisa Pasrah dengan apa yang terjadi terhadap dirinya. Gayatri baru sadar jika ia menurut sama perkataan si Petir dan Kiyai Hasbullah mungkin tak akan begini ke jadiannya.


__ADS_2