JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 43.


__ADS_3

akhirnya Bangbang jatuh ke belakang akibat terkena Pukulan Gusti Prabu Jaya Giri, entah kenapa Tiba tiba Uyu dan Badru lalu pergi meninggalkan mereka berdua. karena di dalam Fikirnya Uyu, meyakini jika Gusti Prabu Jaya Giri bukan Orang sembarangan, maka dari itu Uyu dan Badrun segera meninggalkan tempat itu.


sedangkan Sonjaya sedang berhadapan langsung dengan Gusti Prabu Jaya Giri, sudah sekian lama dia Mejajal para jago sewilayah Sumedang dan Cirebon. baru kali ini Sonjaya mendapatkan lawan yang sangat tenang dan juga sangat cepat dalam menghindari Serangannya.


Sonjaya dengan sangat terpaksa mengekuarkan Jurus Pamungkasnya, yang di sebut Jurus Tigas Papas. dengan menggunakan Golok yang di lapisi tenaga dalamnya, ternyata kekuatan Golok itu jadi seperti Bayangan. saking Cepatnya Gerakan Jurus Tigas Papas,


Gusti Prabu Jaya Giri juga sama mengeluarkan Ilmu Pamungkasnya, yang di Namakan Banyu Panglumpuh. mengandalkan Tenaga dalam sepenuhnya dan mengkombinasikan dengan Ilmu Alam, yang pernah di Ajarkan oleh Syekh Nurjaman.


Sonjaya menggertak kembali dengan menggerakan Goloknya lagi, tentunya Gerkan Sonjaya semakin Cepat dan Mahir sekali. saat mendekat Gusti Prabu Jaya Giri, Sonjaya kaget saat Gusti Prabu Jaya Giri mementangkan ke Kuatan Kombinasinya. Cahaya Putih yang agak keabuan menyerang Sonjaya, saat Goloknya di Gerakan kembali. yang di maksud Sonjaya akan menebas Lehernya Gusti Prabu Jaya Giri, namun terlambat. karena Cahaya Putih yang agak keabuan itu sudah menyerang Badan Sonjaya terlebih dahulu,


Sonjaya tak sempat menghindar rupanya. sehingga Dadanya terkena serangan itu, Sonjaya terpental sangat jauh. dan malah tersangkut di Dahan Pepohonan, sambil memuntahkan Darah dingin dari Mulut dan lubang Hidungnya.


Gusti Prabu Jaya Giri menarik Nafasnya, lalu memperhatikan ke atas Pohon. dan melihat Sonjaya yang sedang tersangkut itu, sudah tak sadarkan diri lagi. setelah itu Gusti Prabu Jaya Giri melangkah dan membalikan badannya, melihat Paman Patih yang sedang terluka Parah.


Paman Patih yang sedang bersandar dengan Kakinya terlentang karena tak kuat menahan luka dalamnya, lalu Gusti Prabu Jaya Giri segera menghampirinya. "Paman Patih, Masyaa Alloh.. Paman tidak Apa apa?" tanya Gusti Prabu Jaya Giri, sambil bertekuk di samping Paman Patih.

__ADS_1


"Alhamdulillaah Gusti, saya nggak Apa apa. cuman bagian Dadaku sangat terasa Sesak Gusti," ucap Paman Patih. sambil Tangan sebelah kanannya memegangi Dadanya,


"bertahanlah Paman, aku akan menyembuhkan lukamu dulu. semoga ada izin dari Alloh," kata Gusti Prabu Jaya Giri. sambil mengeluarkan Ramuan khusus Luka,


Paman Patih hanya memanggutkan kepalanya sambil tersenyum pasrah. lalu Gusti Prabu memberikan satu Butir Ramuan tersebut untuk segera di telan oleh Paman Patih, Paman Patih pun mengambil Pil Ramuan itu. dengan Tangan gemetar karena menahan rasa Sakit, Paman Patih segera memasukan Pil itu ke dalam Mulutnya.


Gusti Prabu Jaya Giri memanggut juga, tanda dia merasa senang akhirnya Paman Patih berhasil menelan Ramuan itu. lalu Gusti Prabu Jaya Giri membopong Paman Patih untuk Naik ke Kereta Kencananya, setelah itu mereka pun Pergi meninggalkan tempat tersebut. yang di tuju adalah ke Pasisir Cirebon,


sedangkan Ki Rungkup Bumi sedang melatih Singa Maruta. agar bisa memegang sebuah Pusaka milik Ganitri itu, yang terbilang bukan Pusaka sembarangan. Ki Rungkup Bumi memberi tugas untuk Singa Maruta agar bersedia untuk Olah Tapa di Guha Sumur Panamping, selama lima Tahun ke depan.


demi Pusaka itu, Singa Maruta pun menyanggupinya. demi memiliki Pusaka Hebat itu juga menguasai Dunia Persilatan, waktu terus berlalu Lima Bulan kemudian Singa Maruta sudah pergi meninggalkan Gurunya lagi. untuk berolah tapa di Gua Sumur Panamping,


saat waktu Senja tiba. si Petir ingin menghabiskan rasa penasarannya, sehingga dalam waktu itu juga si Petir masih berlatih gerakan Ilmu Karang Nunggal. tak memerlukan Beberapa hari, waktu Malam itu juga si Petir dapat menguasai Ilmu itu.


di Pagi harinya, seusai melaksanakan sholat Subuh. si Petir penasaran ingin mencoba hasil dari Latihannya Beberapa hari ini. lalu menyuruh Paman Marta untuk mengetes dirinya, Marta pun tersenyum mendengar dan melihat ke seriusan si Petir dalam menimba Ilmunya sangat luar biasa. begitulah yang ada di Fikiran Marta, sambil memperhatikan si Petir.

__ADS_1


"baiklah Petir Paman akan mencoba ke hebatanmu!" seru Marta sambil memasang Kuda kudanya,


si Petir pun sudah memusat tenaga dalamnya, untuk mencoba Ilmu Karang Nunggal yang di Ajarkan oleh Ki Langkara. sedangkan Ki Langkara sendiri sedang memperhatikan si Petir yang akan menggunakan Ilmu Karang Nunggal yang dia Ajarkan.


Marta lalu mulai maju Menyerang si Petir dan melakukan Pukulan pada setiap Badannya si Petir, justru si Petir pun kaget saat Marta memukulnya Beberapa kali. tapi tak merasakan apa pun, malah yang ada seperti di Elus elus oleh Marta.


Marta pun sudah mengeluarkan Beberapa Jurusnya, tapi si Petir masih berdiri dengan tegak dan telapak Kakinya pun tak tergeser sama sekali. tapi Marta masih belum puas untuk mencobanya, Tiba tiba Marta mulai Memesat Goloknya. yang di simpan di Pinggang sebelah kirinya, saat Golok sudah di perlihatkan oleh Marta. si Petir agak sedikit tercengang,


melihat Golok Marta yang berpariasi Naga itu mau di kenakan pada tubuhnya. tapi rasa kaget si Petir hanya sesaat, karena dirinya yakin mampuh menahan Golok itu. Marta mulai maju menyerang lagi, sambil memainkan Goloknya mengarah pada bagian tubuh si Petir. waktu Marta mencoba menggores Dada si Petir dengan Goloknya, Tiba tiba Badan si Petir keras seperti Batu. hingga menimbulkan suara ting! ting! rupanya badan si Petir mampuh menahan Tajamnya Golok Marta.


si Petir kaget lagi, saat dirinya bisa menahan Goresan Golok Marta. tanpa menimbulkan luka di sekujur tubuhnya," Masyaa Alloh.. hebat sungguh luar biasa Paman?" tanya si Petir pada Marta, sekaligus merasa senang.


"hahaha.. syukurlah sekarang kamu sudah mengusai Ilmu Karang Nunggal Tir," ucap Marta. dan merasa Bangga karena si Petir dapat mewarisi Ilmu dari Ayahnya,


Prok! prok..!! Ki Langkara pun bertepuk tangan, merasa tak Sia sia mengajarkan Ilmu Karang Nunggal pada si Petir. karena pembuktiannya jelas si Petir mampuh menguasainya,

__ADS_1


"eehh Paman Langkara," ucap si Petir. sambil melirik pada Ki Langkara yang sedang bertepuk tangan.


"Bagus.. bagus, sungguh luar biasa kamu Tir. sekarang kamu sudah menguasai Ilmu Karang Nunggal Nak," kata Ki Langkara. yang melangkah mendekati si Petir juga Marta,


__ADS_2