JAWARA PILIH TANDING.

JAWARA PILIH TANDING.
Episode 06.


__ADS_3

si Petir hanya berdiri sambil terdiam saja, membuat Lawan semakin merasa gemas terhadap si Petir.


begitu Gada Trisula itu mengarah pada area kepala si Petir, si Petir hanya menggeserkan badannya ke sebelah kiri. hingga Gada itu tak mengenai.


lalu Untari menyusul lagi serangannya, dan tetap saja tak menggoresnya sedikit pun. si Petir dengan mudahnya menghindari serangan dari Untari.


si Petir kali ini sulit melihat celah kosong, untuk memasukan Pukulannya. sehingga ia teru menerus menghindari pukulan pukulan, Gada Trisula itu.


iya terpaksa menggunakan tenaga dalamnya, si Petir menggulungkan kedua tangannya. ke atas dan ke bawah, sehingga membentuk Cahaya Biru. dan di pentangkan, pada Musuh yang sedang memainkan Gadanya.


syuushh..


tenaga lapisan si Petir mengarah pada Untari, yang sedang memainkan Gadanya itu. sehingga Untari kaget, tenaga dalamnya si Petir pas mengenai anggota badannya.


"aaaa...!!" jerit Untari yang merasa ngilu di bagian Dadanya. sehingga membangunkan Kang Bardi yang sedang tertidur pulas,


Kang Bardi pun keluar dari kamarnya, dan melihat ada Seseorang, yang memakai Cadar Hitam, masuk menyusup. sedang berhadapan dengan si Petir.


"hah.. ada penyusup! woyy!" seru Kang Bardi sambil berlari, menghampiri si Petir yang sedang berhadapan dengan Untari. yang memakai Cadar Hitam itu.


"ahh Emang mah telat, tuh dia sudah tak berdaya sekarang Mang." ucap si Petir sambil melirik Kang Bardi yang baru saja tiba,


sepertinya Untari akan memberi Isyarat pada temannya yang sedang menunggu di luar, Padepokan tadi. ia menggunakan Aji pameling, yang hanya di dengar oleh temannya itu.


"karsa.. cepat kau datang kemari, tolongin aku!" seru Untari yang hanya terdengar oleh Karsa, yang sedang menunggu di luar.


"baik Nyimas, hamba akan segera ke sana," jawab si Karsa, Sama sama menggunakan Aji pameling.


joreelaat, jleng jlig.


karsa sudah masuk ke pelataran pemukiman Padepokan itu. dan melihat penjaga Pentungan masih terlelap tidur, dan melangkah tanpa menimbulkan suara. sesampainya di sana, ternyata Karsa kaget, melihat si Petir. yang tadi siang pernah berhadapan dengannya.

__ADS_1


"Tir.. coba kamu lihat, orang yang baru datang itu, bukannya yang sudah bertarung melawanmu ya?" kata Bardi,


"iya betul Mang, mengapa orang ini datang kemari. mana Malam malam lagi, oh aku tahu Mang ternyata ia masih sekutunya orang ini Mang," jawab si Petir, yang baru keingetan, saat ia menggunakan Indra ke Enamnya. melihat dua Orang yang sedang melangkah di luar Benteng Padepokan tadi.


"bisa jadi Tir, terus mau pada ngapain nih orang ya. mana Malam malam begini lagi." lirih Kang Bardi, di telinga sebelah kanan si Petir.


baru saja si Petir akan berucap, keburu terpotong dengan ke datangan Kiyai Hasbullah. yang dari tadi melihat Pertarungan si Petir, dengan Seseorang yang memakai Cadar Hitam itu.


"dia pastinya sekawanan Perampok si Kampak Merah, dan pastinya menginginkan sesuatu di tempat ini!" seru Kiyai Hasbullah sambil berjalan mendekati Kang Bardi dan si Petir,


"hem ternyata kau Kiyai, baguslah kalau sudah mengetahui kemauan kami." ucap Karsa dari luar,


"tentu saja aku paham dan mengerti, apa yang kalian mau. tapi mohon maaf, saya tidak akan memberikan apa pun yang ada di sini pada sembarang orang." kata Kiyai Hasbullah membuat Karsa marah.


"jangan banyak omong kau Kiyai, mari hadapi aku." ucap Karsa sambil mengeluarkan Kampak Merah di balik Bajunya,


sedangkan Kardi dan si Petir, saling pandang. merasa kaget dengan apa yang meraka katakan, lalu si Petir memberi Isyarat. supaya Kardi melumpuhkan si Cadar Hitam yang berada di hadapannya itu.


Kang Bardi berusaha menghindari Gada Trisula itu, dan sangat kaget dengan samberan Angin dari Gada itu, cukup agak kewalahan juga sepertinya.


sedangkan Karsa yang sedang menghadapi Kiyai Hasbullah, yang Ilmunya tak sebanding dengan si Karsa. membuat Karsa tak mampuh menghadapinya, walau pun hanya dengan tangan kosong. Kiyai Hasbullah, mampuh melakukan gerakan di luar dugaan lawan,


powh.. powh..!!


suara Kampak merah yang di arahkan oleh Karsa, agar mengenai tubuh Kiyai Hasbullah. namun Kiyai Hasbullah licin seperti belut, susah di terjang oleh lawannya.


jedag.. jebrood!!


pukulan Kiyai Hasbullah berhasil, mengenai bagian tubuh lawan, yang tak terjaga. sehingga Karsa Mundur Beberapa langkah ke belakang,


Karsa mencoba lagi menyerang Kiyai Hasbullah, dengan menggerakkan Kampaknya cepet sekali. namun jurus Peringan Badan Kiyai Hasbullah cukup tinggi, sehingga dengan mudahnya menghindari serangan Kampak itu.

__ADS_1


joreelaat... jleng!


Kiyai Hasbullah loncat, dan sudah berdiri di samping lawan. tak dapat di tahan lagi oleh lawan, semua terjangan Kiyai Hasbullah.


jebrod.. jedag, dess!!


suara Pukulan Kiyai Hasbullah, pas mengenai Iga lawan." aaaa.. aduhh..!!" seru Karsa menahan rasa Sakitnya,


sedangkan Bardi berusaha menghindari, serangan Gada Trisula yang di pegang oleh Untari. Untari teru menerus memasukn semua Gerakan Gada Trisula itu mengarah pada Bardi.


tapi sepertinya Bardi ke walahan menghindari serangan Gada itu terus terusan. Akhirnya ia memberi Isyarat pada si Petir untuk menggantikannya, bertarung melawan Untari lagi.


si Petir mengerti Isyarat dari si Bardi, lalu ia segera maju, sementara Bardi loncat ke belakang, si Petir dengan mudahnya menghindari Gada itu. tenang dan penuh ke waspadaan, Akhirnya si Petir berhasil melumpuhkan Untari, dengan menotok Urat urat penting. di area anggota badannya,


tek.. tek..! Tek.. tek!!


si Petir menotok bagian tangan dan tubuh Untari, sehingga tubuhnya Kaku tak bisa bergerak.


"Bocah Ed*n.. lepaskan aku, kalau berani jangan kau lakukan aku seperti ini!" seru Untari melotot pada si Petir.


"hehe.. makanya jadi Orang tuh jangan so jago dong, buktinya di lumpuhkan begitu saja kau tak bisa berkutik hehehe..!" seru si Petir meledek Untari kedua kalinya.


Bardi pun sama merasa kesal dengan Untari, lalu berkata." waah kasian ya, kayaknya dia berharap Gada itu dapat membantunya. tahunya tak berpengaruh Apa apa ya kan Tir?" tanya Bardi setelah meledek Untari,


"hehe, iya Mang. padahal Jurus jurusnya lumayan juga Mang, tapi sayang ya. masih standar Haha.." ucap si Petir Sama sama meledek Untari,


Untari menahan Amarahnya, padahal di dalam hatinya ia sudah merasa geram. dengan mereka berdua,


sedangkan Kiyai Hasbullah yang sedang Bertarung melawan Karsa, sudah mendapat ke unggulan karena Karsa belum bisa. menyerang Balik pada Kiyai Hasbullah,


Karsa melihat Badan Untari yang terlihat Kaku itu, ia segera loncat untuk menolong Untari. dan membawanya pergi,

__ADS_1


__ADS_2