
"Alhamdulillaah.. saya merasa senang, jika Ki Sanca mau mengikuti Ajaran ke Yakinan saya. walaupun saya sendiri hanya memiliki pengetahuan yang terbatas Ki Sanca," kata Ahamad si Bolga menjelaskannya.
"hehehem.. aku percaya pada Kang Ahmad dengan sepenuhnya, maka dari itu aku sangat tertarik pada ke Yakinanmu itu Kang Ahmad." jawab Ki Sanca dengan riang,
sedangkan Singa Maruta yang akan berpamitan pada Gurunya itu, Tiba tiba keingetan saudaranya. yaitu Lodaya yang sekarang sedang terbaring lemah di Pemukimannya, yaitu Karaman Macan Edan.
"soal itu kau jangan khawatir Maruta, aku akan menyembuhkan saudaramu itu dengan ini!" seru Ki Rungkup Bumi, sambil memperlihatkan Mustika Ular milik Ki Sanca. yang di curi waktu Ki Sanca terbaring, seusai bertarung dengannya.
Singa Maruta pun merasa tenang, jika Gurunya itu mampuh membantu ke sembuhan Lodaya Saudaranya itu. tak Beberapa lama seusai Ki Rungkup Bumi meyakinkan Singa Maruta, Singa Maruta pun akhirnya melangkahkan Kakinya meninggalkan Gurunya itu, karena akan Pergi menjalankan tugas dari Gurunya. yaitu berolah Tapa, di Gua Sumur Panamping,
di perjalanan Singa Maruta merasa ada segerombolan Orang yang sedang mengikutinya, lalu Singa Maruta pun membalikan badannya. saking penasaran apa yang di rasakan oleh hati dan Fikirannya saat ini, yaitu ada Gerombolan Orang yang mengikutinya.
ternyata benar apa yang di Rasakan oleh Singa Maruta itu, Lima Belas banyaknya Anggota Gerombolan itu. sedang pada berdiri di belakang Singa Maruta, "siapa kalian? dan untuk apa kalian mengikutiku hem?" tanya Singa Maruta pada mereka,
"Hahaha.. tidak penting kau tahu siapa kami! yang jelas kau Berani beraninya melewati Wilayah ke Kuasaan Kang Jaka Bandang!" seru Sarta, sala satu Ketua Gerombolan itu.
Singa Maruta pun mengerutkan Dahinya, karena baru mendengar Nama Jaka Bandang. yang sudah terkenal di Dunia Persilatan, Namanya memang sudah pernah melegenda di Daerah itu. karena Jaka Bandang adalah jago Pilih Tanding, Jago yang biasa biasa belum tentu bisa menandinginya.
__ADS_1
"oh.. memangnya saya takut dengan kalian, walau pun saya hanya seorang diri. tapi aku tak merasa sentar pada Gerombolan seperti kalian ini," kata Singa Maruta.
"lancang sekali kau, sudah berani menyombongkan diri di Wilayah ke Kuasaan kami. Barkum, Sarkum, habisi Orang itu cepat!!" seru Sarta sambil memerintah pada kedua suruhannya,
Sarkum dan Barkum maju berdua, serta sudah memesat Goloknya. tapi Singa Maruta hanya tersenyum sinis saja, karena dia sudah paham apa yang harus dia lakukan. terhadap mereka berdua yang sudah berdiri di hadapannya itu,
"hem. kau meremehkan ke mampuanku ya, kenapa hanya berdua. tidak semuanya sekalian untuk mengepungku Hem, hahaha...!" seru Singa Maruta dengan penuh Percaya diri,
"jangan banyak Bacot kau.. ayo kita Serang!!" seru Sarkum sambil menyuruh barkum untuk maju berbarengan menyerang Singa Maruta,
saat Golok golok Barkum dan Sarkum menerjang pada arah leher dan Dagunya, Singa Maruta dengan sigap menghindari Dua Golok itu sekaligus. powh.. powh! Golok itu mulai lagi menyerang Singa Maruta dengan menggunakan ke kuatan Seperempatnya main Pedang Jaka Bandang.
Gaurrr.. gaurrr! suara Auman Harimau di dalam hati Singa Maruta menggaur, tanda kekuatan Kombinasi sudah di terima oleh hatinya. dan ternyata benar Singa Maruta dapat mengimbangi serangan kedua lawan itu, sekarang jadi berbalik Sarkum dan juga Barkum kaget. baru pertama kali ini. Jurus Golok Rahasia dapat di Imbangi oleh lawan, Sarkum dan Barkum Mundur ke belakang. karena saking kagetnya, maka Sarkum dan Barkum ingin istirahat sejenak.
"Edaan, mengapa dia bisa mengimbangi ke kuatan kita. dan Gerakannya juga sangat menakutkan," kata Sarkum. sambil menatap pada Barkum,
"betul Kang, ini harus jadi lawannya Kang Sarta saja Kang. karena kalau kita terus memaksakan diri menyerang, tentunya sangat Berbahaya Kang." sahut Barkum, memberi usul.
__ADS_1
lalu Barkum pun melirikan wajahnya ke belakang, serta memberi Isyarat pada Kang Sarta selaku Ketua mereka. Sarta pun mengerti yang di Isyaratkan oleh Barkum padanya, lalu loncat menuju pada mereka berdua.
blesaat... !! Sarta meloncat dengan sangat kencang dan sudah berdiri di hadapan Singa Maruta, yang tentunya masih merasa heran dengan Beberapa Gerombolan yang menghadang langkahnya ini.
"Hahaha... hey Ki Sanak! jangan terlalu jumawa dulu kau, jangan kau sudah menang angin, karena sudah berhasil menakut nakuti bawahanku dengan Jurusmu itu. karena lawan yang pantas buat kau adalah aku Ki Sanak?!" seru Sarta menyombongkan dirinya di hadapan Singa Maruta, belum tahu kalau Singa Maruta sudah memiliki Beberapa bagian Ilmu dari Ki Rungkup Bumi. sala satunya adalah Ilmu Mande Hiyang, yang tentunya bakal mengancam pihak musuhnya.
"hem, memangnya apa peduli saya. mau Jumawa atau nggaknya itu hak saya Ki Sanak, dan sebenarnya ini kalian itu siapa sih?" ucap Singa Maruta tetap tenang, karena dirinya yakin mampuh membinasakan lawannya itu.
"Hahaha, banyak Bancot kau jangan dulu tahu siapa kami! sebelum kami terkalahkan oleh dirimu haha.. hiyyaaat!!" seru Sarta sambil maju menyerangnya lebih dulu, dengan menggunakan Golok Samber Nyawa. pemberian dari Gurunya yaitu Jaka Bandang, yang sudah terkenal dengan julukan si Jago "Ulin Pedang" yang artinya sudah mahir dalam memainkan Pedangnya,
Sarta Menyerang bagian atas dan bawah Badan lawan, namun Singa Maruta tetap sangat Waspada dengan Golok yang di Genggam oleh Sarta. karena Angin Samberan Golok itu mengandung Hawa Panas seperti Bara Api,
dengan Sigap dan cepat Singa Maruta menghindari Serangan Goloknya Sarta. Sarta juga sempat tercengang kaget, karena baru Pertama ini Golok Samber Nyawa dapat di Hindari lawan. Singa Maruta terpaksa menggunakan Ilmu Mande Hiyang itu,
Teeeng!! jleg! Singa Maruta loncat ke belakang untuk memusatkan Ilmu Mande Hiyang, yang baru di milikinya itu. walau pun hanya Beberapa bagian, Singa Maruta berdiri tegak dan membulatkan semua Jari jari tangannya. menggabungkan kekuatan Angin dan Banyu menjadi satu, setelah ke Kuatan itu terkumpul di bagian telapak tangan Singa Maruta. lalu segera di Pentangkan yang langsung mengarah pada Golok Samber Nyawa milik Sarta itu.
wunggg!! wung!! gulungan perisai Biru dan Kuning mengarah pada Sarta, lalu Sarta menahan dengan Goloknya itu. namun ke jadiannya di luar dugaan Sarta, Angin yang menggulung Goloknya itu berbalik menyiksa tubuh Sarta.
__ADS_1
wungg.. wungg.. teeeng! perisai milik Singa Maruta menjalar ke sekujur tubuh Sarta, Sarta pun tercengang kaget.. saat melihat Perutnya membuncit seperti akan meledak,
"Aaaaa!!!"