Jerat Cinta Sang Penguasa.

Jerat Cinta Sang Penguasa.
Bab 133. Jadi aku harus menikah dengannya?


__ADS_3

Graciella berhenti di sebuah rumah yang cukup besar. Dia segera mengirimkan sebuah pesan pada Laura mengatakan dirinya sudah datang. Tak lama pesan itu terkirim seorang penjaga mendekati mobil Graciella. Graciella langsung membuka jendela mobilnya dan tersenyum.


“Maaf Nona Graciella? tamu Nona Laura?” tanya penjaga itu.


“Ya, aku Graciella,” ujarnya sembari tersenyum tipis.


“Silakan masuk, Nona Laura sudah menunggu Anda.” Penjaga itu langsung memberikan kode kepada temannya yang menunggu di pos. Graciella sekali lagi melemparkan sebuah senyuman manis sebagai tanda terima kasihnya.


Graciella kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam halaman dengan kebun minimalis milik keluarga Laura. Untung saja dia ingat rumah Laura walaupun dia tidak pernah sama sekali memasuki rumah ini.


Graciella melirik ke arah gadis yang sudah menunggunya di ambang pintu. Wajahnya sembab dan tampak begitu sedih. Lingkar matanya menghitam dan karena kulitnya yang terlalu putih hingga hidungnya terlihat merah. Graciella mengambil kesimpulan pagi ini pasti gadis itu habiskan dengan tangisan. Graciella benar-benar penasaran apa yang membuat Laura begitu sedihnya?


Setelah mobilnya terparkir sempurna. Graciella segera turun dan bingung harus bagaimana. Dia ingin tersenyum tapi Laura tampak sudah mulai kembali menangis. Jadi Graciella hanya berjalan dengan bibirnya yang dia pipihkan. Laura menyambut Graciella dengan sebuah pelukan yang erat.


“Ada apa?” tanya Graciella menepuk pundak wanita yang begitu sangat sedihnya. Terkadang Graciella bingung menghadapi temannya yang cukup aneh ini. Dikala begini dia bingung apakah Laura benar-benar sedih atau hanya terlalu berlebihan menghadapi sesuatu.


“Aku akan menjelaskan padamu di kamarku, ayolah, masuk,” ujar Laura segera menarik Graciella masuk ke dalam rumahnya.


Graciella membesarkan matanya dan menahan napas mendengarkan apa yang dikatakan oleh Laura dengan wajah begitu sedihnya. Graciella bahkan sampai tak sadar bibirnya terbuka.

__ADS_1


“Tunggu dulu! Kau dan Antony! Kalian! Bagaimana bisa Laura!” ujar Graciella tidak habis pikir. Apa yang sudah dilakukan teman bodohnya ini.


Laura mengangguk dengan wajahnya yang tampak merajuk dengan bibir majunya. Graciella sekali lagi melihat ke arah Laura yang sedang duduk di atas ranjangnya dengan memeluk kedua lututnya sendiri.


“Aku tidak tahu bagaimana. Tapi aku hanya ingin menggodanya. Dia juga tampak frustasi lalu … ah! Aku juga tidak tahu kenapa kami bisa begitu! Itu terjadi begitu saja. Aku kira itu akan terjadi hanya jika aku menyukai prianya. Tapi dia tiba-tiba saja! Ah! Graciella, aku tidak sedih jika aku akhirnya kehilangan keperawanan karena tidur dengan Antony, tapi yang aku sedih kenapa dia harus memberitahu ayahku dan mengatakan akan bertanggung jawab! Aku jadi harus menikah dengannya!” keluh Laura dengan wajahnya yang tampak begitu sedihnya.


Graciella menarik napasnya melihat temannya meraung berlebihan. Dia langsung memukul kecil kepala Laura.


“Ouch! Sakit! Kenapa kau malah memukul kepalaku!” ujar Laura dengan wajah yang sangat kesakitan, tentu saja berlebih juga.


“Bodoh sekali! Bagaimana kau bisa menggoda seorang pria yang akan menikah dua hari lagi! Apalagi kau menggoda pria yang sudah belasan tahun mengejarmu dan mencintaimu! Dan sekarang dia ingin bertanggung jawab kau malah menangis sengugukan seperti gadis yang baru saja diperkosa! Laura! Aku tidak tahu lagi di mana pikiranmu sekarang?!” kata Graciella geram melihat Laura yang semakin memajukan bibirnya.


“Laura! Ah! Jika kau bukan sahabatku! Aku pasti sangat marah padamu, kau tidak memikirkan bagaimana perasaan wanita yang mungkin gaun pengantinnya sudah terpajang di kamarnya sekarang. Laura! Aku tak tahu bagaimana? Kau gadis bodoh yang beruntung. Banyak wanita yang hanya dijadikan pelampiasan nafsu dan ditinggalkan begitu saja setelah mereka melakukan semua hal itu, yang begitu depresi dengan semua itu. Tapi kau! Kau malah histeris karena pria yang tidur denganmu ingin bertanggung jawab! Gadis bodoh!” kesal Graciella lagi tidak tahu jalan pikiran dari Laura.


“Jika kau tidak menyukai pria itu dan dia ingin pergi, seharusnya kau biarkan saja dia pergi. Tidak menggodanya! Aku tahu sifatmu, pasti kau merasa kehilangan seseorang yang sudah lama mengejarmu sehingga kau mau coba-coba menggodanya dan akhirnya!  Sial Laura! Aku tidak habis pikir dengan pikiranmu!” ujar Graciella lagi yang memegang kepalanya. Terlalu pusing mikirkan kebodohan yang baru saja dibuat oleh temannya.


“Aku hanya, entahlah, bagaimana ini? Graciella, bantu aku kabur dari sini!” ujar Laura dengan ide cemerlang yang rasanya baru muncul di kepalanya.


“Tidak! Tidak akan pernah! Kau pergi saja sendiri!” ujar Graciella melipat kedua tangannya di  dada.

__ADS_1


“Ayolah, kau kan sahabatku, sahabat seharusnya membantu.”


“Karena aku sahabatmu lah makanya aku tidak akan membantumu dalam merusak hidupmu!” Graciella melihat wajah Laura yang masam. Graciella mengambil tangan Laura dan memegangnya dengan lembut. “Apa kau tidak belajar sedikit pun dengan kehidupanku? Aku menikahi pria yang aku cintai dan ternyata dia sama sekali tidak bisa menerima diriku. Aku bahkan iri denganmu, walau bodoh kau selalu mendapatkan yang terbaik. Antony sangat mencintaimu, kau pikir posisinya juga bagus? kau tidak berpikir apa yang harus dia katakan pada ayahnya? pada keluarga gadis yang seharusnya dia nikahi? Laura! berhentilah bermain-main! aku rasa kalian memang sudah berjodoh,” ujar Graciella tersenyum kecil.


“Ya, kalau dia punya sedikit saja sikap cuek dan cool seperti Xavier, aku rasa dia akan sempurna,” gumam Laura yang masih saja tidak bisa menemukan pria lain yang cocok dengan kriterianya selain Xavier, terlepas dari kelakuan Xavier yang dulu pernah tidur dengan Graciella dan meninggalkan dia begitu saja.


Graciella mengerutkan dahi, “Ehm? Apa?” tanya Graciella lagi yang merasa mendengar nama Xavier dalam gumaman Laura yang memang tidak terlalu dia dengar jelas.


"Tidak! Tidak! Aku hanya asal bicara. Lalu aku harus menikah dengannya?" Tanya Laura lagi.


"Bodoh! Masih terus bertanya begitu!" ujar Graciella.


“Ah, bagaimana aku bisa aku melihat dirinya setiap hari!”


Graciella sedikit tersenyum melihat temannya ini. Semua orang bingung bagaimana menikah, dia malah memikirkan bagaimana bisa melihat Antony selama hidupnya.  Graciella kembali merasakan getaran di ponselnya. Dia langsung melihat layar ponselnya, nomor baru yang tidak dikenalnya.


Graciella hanya mengerutkan dahinya. Dia tidak ingin mengangkat panggilan dari nomor yang tidak ingin dia kenal. Tapi sehabis ponsel itu bergetar, sebuah pesan muncul di layar ponselnya. Graciella segera membuka pesan itu.


“Jawab panggilannya. X.”

__ADS_1


Graciella mengarahkan matanya sejenak ke satu arah. X? Apakah itu Xavier?


__ADS_2